Diduga Korupsi, Kejati Lampung Tangkap Mantan Kepala Desa Mada Jaya Pesawaran

Lampung (RN) – Tim Intelijen Kejati Lampung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Pesawaran berhasil meringkus terduga korupsi S mantan Kepala Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung Ricky Ramadhan mengatakan, terduga seorang Daftar Pencarian Orang (DPO), tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Bantuan Program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (GADIS). Perkara ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana bantuan desa dan keuangan APBDes Tahun Anggaran 2018–2019, yang berpotensi merugikan keuangan negara,” Kata Ricky Sabtu (04/10/2025). Menurutnya, melalui pemantauan intensif dan kerja intelijen yang terukur, tim gabungan akhirnya berhasil melacak keberadaan tersangka dan mengamankan yang bersangkutan hari ini. “Usai diamankan, tersangka langsung diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Pesawaran untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujarnya. “Keberhasilan ini menegaskan bahwa Kejaksaan tidak akan pernah berhenti menegakkan hukum terhadap siapa pun yang berupaya melarikan diri dari proses peradilan tidak ada tempat aman bagi DPO,” tegasnya. Kejaksaan Tinggi Lampung menyatakan bahwa upaya pelacakan, penangkapan, dan penegakan hukum terhadap para buronan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga integritas penegakan hukum yang bersih, profesional, dan berkeadilan. “Konsistensi ini juga menunjukkan bahwa fungsi intelijen kejaksaan berperan sentral dalam memastikan setiap pelaku tindak pidana mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” pungkasnya. Diberitakan Sebelumnya Mantan Kepala Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Sutrisna sudah resmi menjadi buronan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran, Ia tak mengindahkan panggilan Kejari Pesawaran dan sudah pernah berupaya melakukan penjemputan paksa namaun gagal, sehingga Kejari Kabupaten Pesawaran tetapkan Sutrisna sebagai daftar pencarian orang (DPO). Kajari Pesawaran Tandy Mualim mengatakan, penetapan DPO Sutrisna ini, disebabkan karena yang bersangkutan tidak kooperatif, setelah dilakukan pemanggilan oleh Kejari Pesawaran. “Kita sudah beberapa kali melakukan pemanggilan kepada tersangka Sutrisna ini, kemudian kita juga sudah pernah berupaya melakukan penjemputan paksa, namun gagal, dan perhari ini kita resmi mengeluarkan surat DPO terhadap Sutrisna,” ujarnya. Jumat (14/02/2025). Dirinya juga mengatakan, pihaknya juga telah menyebarkan surat DPO tersebut ke tempat-tempat umum, serta telah disebar juga di lingkungan tempat tinggal Sutrisna. “Sudah kita sebar surat DPO nya, ditempat-tempat umum seperti balai desa di Mada Jaya, sehingga masyarakat yang mengetahui lokasinya bisa menghubungi nomor yang tertera di surat edaran tersebut,” ujar dia. Di singgung, terkait adanya video yang beredar memperlihatkan Sutrisna sedang berada di Jakarta, Kejari sedang mencari informasi kebenarannya. “Kita sedang mencari tau informasi tersebut, kalau ditanya apakah kita akan melakukan penjemputan paksa, nanti kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim, dan juga kita mencari tau kebenarannya terkait video yang beredar,” kata dia. Dikatakan nya, Sutrisna ditetapkan tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 yang merugikan negara mencapai Rp553 juta. “Kita telah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi ini sejak bulan Juni tahun 2024, dan kita menemukan adanya kerugian negara, namun karena yang bersangkutan sama sekali tidak kooperatif, makanya kami lakukan penjemputan paksa,” kata dia. Kajari juga mengatakan, penangkapan terhadap Sutrisna ini, murni karena adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya saat menjabat sebagai Kades, dan tidak ada perintah dari siapapun. “Kami melaksanakan tugas ini berdasarkan hasil pemeriksaan kami, bukan karena perintah bupati ataupun kepentingan lainnya, jadi tolong jangan membuat isu yang membikin gaduh situasi pasca pemilu ini,” katanya. (Red)

Pemkab Pesawaran Luncurkan Dua Program SIDAYA dan GENTING

Pesawaran (RN) – Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran meluncurkan dua program strategis yang menyasar kelompok rentan, yaitu Sekolah Lansia (Gerakan Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).  Bupati Pesawaran Nanda Indira menegaskan nantinya, keberhasilan kedua program akan sangat bergantung pada keterlibatan multisektor. Dengan kolaborasi lintas sektor, Pesawaran menargetkan penurunan prevalensi stunting sekaligus peningkatan kualitas hidup lansia. Program SIDAYA dan GENTING diharapkan menjadi model integrasi kebijakan sosial dan kesehatan di tingkat daerah yang memberi dampak langsung pada masyarakat. “SIDAYA mendorong lansia agar tetap berdaya, sedangkan GENTING diarahkan untuk memperkuat generasi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Jika keduanya berjalan optimal, maka Pesawaran bisa menghasilkan masyarakat yang sehat dari hulu sampai hilir,” Kata Nanda, di Balai Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan, Jum’at (03/10/2025). Dirinya juga menjelaskan, Keduanya diproyeksikan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga. SIDAYA dirancang sebagai ruang pemberdayaan lansia melalui pertemuan terjadwal sebanyak dengan kurikulum yang mengintegrasikan aspek kesehatan fisik, psikologis, hingga keterlibatan sosial. “Sekolah lansia ini bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah bagi orang tua kita untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BKKBN menuturkan bahwa Lampung saat ini memiliki lebih dari 1 juta lansia atau sekitar 11,35 persen dari total penduduk. Dengan tren peningkatan populasi lanjut usia, pemerintah perlu menyiapkan sistem yang mampu menjawab persoalan kesehatan, kesepian, hingga keterbatasan produktivitas. “Dengan SIDAYA, lansia di Pesawaran diharapkan bisa menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar penerima layanan,” katanya. Di sisi lain, program GENTING diarahkan untuk mendampingi keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 0–23 bulan dari keluarga kurang sejahtera. Melalui skema Orang Tua Asuh (OTA), berbagai pihak dilibatkan untuk memberikan dukungan nutrisi, bedah rumah, dan perbaikan sanitasi. Di Pesawaran, intervensi awal GENTING mencakup bantuan nutrisi selama enam bulan untuk 100 keluarga, renovasi jamban sehat bagi dua keluarga, serta bedah rumah untuk satu keluarga penerima manfaat. “Masih ada banyak keluarga yang membutuhkan pendampingan, sehingga kami berharap program ini bisa terus diperluas bersama mitra potensial lainnya,” pungkasnya. (zal)  

Optimalkan Tanam dan panen, Bupati Pesawaran Serahkan Bantuan Alsintan Ke Petani Kutoarjo

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menghadirkan dukungan sarana pertanian modern dan inovasi ramah lingkungan bagi petani. Dukungan ini tertuang langsung dalam agenda kunjungan kerja Bupati Pesawaran Nanda Indira, bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (3/10/2025). Bupati Pesawaran Nanda Indira, mengatakan hari Pemerintahan Kabupaten Pesawaran menyerahkan sejumlah bantuan Alsintan secara simbolis kepada kelompok tani di beberapa kecamatan. “Bantuan itu terdiri atas dua unit mesin panen combine harvester besar tipe Maxi 102 untuk Kelompok Tani Makarti Jaya I (Desa Kutoarjo, Gedong Tataan) dan Kelompok Tani Sumber Makmur (Desa Sidomulyo, Negeri Katon,” kata Nanda, Jumat (03/10/2025). Selain itu, ada juga tiga unit traktor roda empat juga diserahkan kepada Kelompok Tani Budi Rukun (Desa Bernung, Gedong Tataan), Kelompok Tani Joyo Makaryo (Desa Bangun Sari, Negeri Katon), dan Kelompok Tani Maju Jaya Sejahtera (Desa Margomulyo, Tegineneng). “Sektor pertanian di Bumi Andan Jejama memegang peranan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Pesawaran memiliki potensi lahan sawah 12.926 hektare dengan produksi padi mencapai 1,6 juta ton. Kita bahkan surplus sekitar 40 ribu ton beras. Menurut Bupati, ini merupakan capaian bagus yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, salah satunya melalui dukungan Alsintan dan sarana penunjang lainnya,” tambah dia. Ia juga berharap, bantuan Alsintan ini dapat dioptimalkan untuk mempercepat olah tanah, tanam, dan panen, sehingga produktivitas pangan semakin meningkat. “Semoga Alsintan ini bisa meningkatkan produksi pertanian, demi terwujudnya swasembada pangan, sehingga Pesawaran bisa menjadi salah satu lumbung pertanian di Lampung, seperti yang kita harapkan bersama,” kata Bupati. Ketua Gapoktan Makarti Jaya Desa Kutoarjo, Haryanto menyambut baik bantuan tersebut. Ia menuturkan, keberadaan mesin panen dan traktor akan sangat membantu petani, khususnya dalam mempercepat proses panen, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperluas cakupan lahan garapan. “Dengan combine harvester, pemanenan bisa dilakukan lebih cepat dan hasil gabah lebih bersih dari jerami. Selisih harga juga lebih tinggi dibanding panen manual,” ujarnya. Ditempat yang sama, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Gedong Tataan Lukman, menjelaskan bahwa POC dibuat dari bahan organik cair berupa air cucian beras dan air kelapa yang diolah kembali melalui serangkaian proses fermentasi. Kandungan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, serta unsur mikro lainnya, mampu meningkatkan kesuburan dan kegemburan tanah secara alami. “POC juga memperbaiki struktur tanah yang keras menjadi lebih gembur, menjaga kelembaban, serta meningkatkan hasil produksi petani,” jelasnya. (zal)

Bupati Pesawaran Serahkan Bantuan Alsintan dan Produksi Pupuk Organik

0
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menghadirkan dukungan sarana pertanian modern dan inovasi ramah lingkungan bagi petani.  Dukungan ini tertuang langsung dalam agenda kunjungan kerja Bupati Pesawaran Nanda Indira B., S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H. di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (3/10/2025), dalam rangka penyerahan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) serta peninjauan produksi Pupuk Organik Cair (POC). Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan sejumlah bantuan Alsintan secara simbolis kepada kelompok tani di beberapa kecamatan. Bantuan itu terdiri atas dua unit mesin panen combine harvester besar tipe Maxi 102 untuk Kelompok Tani Makarti Jaya I (Desa Kutoarjo, Gedong Tataan) dan Kelompok Tani Sumber Makmur (Desa Sidomulyo, Negeri Katon). Selain itu, ada juga tiga unit traktor roda empat juga diserahkan kepada Kelompok Tani Budi Rukun (Desa Bernung, Gedong Tataan), Kelompok Tani Joyo Makaryo (Desa Bangun Sari, Negeri Katon), dan Kelompok Tani Maju Jaya Sejahtera (Desa Margomulyo, Tegineneng). Bupati Nanda Indira dalam sambutannya menyebut sektor pertanian di Bumi Andan Jejama memegang peranan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pesawaran memiliki potensi lahan sawah 12.926 hektare dengan produksi padi mencapai 1,6 juta ton. Kita bahkan surplus sekitar 40 ribu ton beras. Menurut Bupati, ini merupakan capaian bagus yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, salah satunya melalui dukungan Alsintan dan sarana penunjang lainnya. Untuk itu, bantuan Alsintan ini diharapkan dapat dioptimalkan untuk mempercepat olah tanah, tanam, dan panen, sehingga produktivitas pangan semakin meningkat. “Semoga Alsintan ini bisa meningkatkan produksi pertanian, demi terwujudnya swasembada pangan, sehingga Pesawaran bisa menjadi salah satu lumbung pertanian di Lampung, seperti yang kita harapkan bersama,” kata Bupati. Jumat (03/10/2025) Ketua Gapoktan Makarti Jaya Desa Kutoarjo, Haryanto menyambut baik bantuan tersebut. Ia menuturkan, keberadaan mesin panen dan traktor akan sangat membantu petani, khususnya dalam mempercepat proses panen, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperluas cakupan lahan garapan. “Dengan combine harvester, pemanenan bisa dilakukan lebih cepat dan hasil gabah lebih bersih dari jerami. Selisih harga juga lebih tinggi dibanding panen manual,” ujarnya. Selain menyerahkan Alsintan, Bupati bersama jajaran juga meninjau langsung proses pembuatan pupuk organik cair (POC) yang dikelola Gapoktan Makarti Jaya bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gedong Tataan. Inovasi ini dinilai sangat penting guna menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Gedong Tataan Lukman, menjelaskan bahwa POC dibuat dari bahan organik cair berupa air cucian beras dan air kelapa yang diolah kembali melalui serangkaian proses fermentasi. Kandungan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, serta unsur mikro lainnya, mampu meningkatkan kesuburan dan kegemburan tanah secara alami. “POC juga memperbaiki struktur tanah yang keras menjadi lebih gembur, menjaga kelembaban, serta meningkatkan hasil produksi petani,” jelasnya. (zal)

Mahasiswa ITERA Dirikan Sanggar Tani di Pesawaran 

0
Pesawaran (RN)– Keterbatasan lahan pertanian bukan menjadi hambatan bagi masyarakat Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Berkat gagasan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dari Program Studi Matematika dan Teknik Perkeretaapian, kini Desa Bagelen memiliki Sanggar Tani Sistem Pertanian Hidroponik Berbasis Vertical Farming (SIPETANI) sebagai pusat inovasi sekaligus pelatihan pertanian modern. Sanggar Tani SIPETANI hadir melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kemendikbudristek yang dilaksanakan pada 18 Juli–12 Oktober 2025. Dengan melibatkan 15 mahasiswa dari dua program studi, inisiatif ini dirancang untuk membantu petani setempat mengatasi keterbatasan lahan, meningkatkan produktivitas, serta menumbuhkan kemandirian melalui teknologi hidroponik dan vertical farming. Program ini dijalankan secara kolaboratif bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna Desa Bagelen. Masyarakat tidak hanya belajar membangun instalasi hidroponik, tetapi juga memahami teknik budidaya modern, pengolahan pascapanen, hingga strategi pemasaran. Beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain bayam, selada, kangkung, dan sawi, seluruhnya ditanam dengan metode ramah lingkungan dan efisien lahan. Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd., menyebut pendirian sanggar ini menjadi peluang baru bagi warganya. Inovasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar pertanian modern sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi. “Harapannya, sanggar ini dapat menjadi contoh bagi desa lain di Pesawaran bahkan di Lampung,” ujarnya. Rabu (01/10/2025). Dukungan juga datang dari warga. Eka Dewi, perwakilan KWT, menyampaikan bahwa pendampingan mahasiswa ITERA membawa pengetahuan baru bagi warga desa. Kini masyarakat bisa mengolah hasil pertanian secara modern, menghasilkan produk lebih berkualitas, dan siap dipasarkan lebih luas. “Terima kasih kepada mahasiswa ITERA yang telah membimbing kami,” tuturnya. Ketua Karang Taruna Desa Bagelen menambahkan, kehadiran sanggar ini memantik semangat generasi muda untuk berkarya di bidang pertanian. Menurutnya, program ini bukan hanya memperkenalkan teknologi pertanian modern, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperkuat gotong royong masyarakat. Wakil Ketua Tim PPK Ormawa, Egis Efri Rahyunda, menuturkan bahwa program ini menghasilkan sejumlah capaian penting. Output dari program ini meliputi terbentuknya sanggar sebagai pusat pelatihan pertanian modern, peningkatan kapasitas KWT dan petani muda, pemanfaatan lahan sempit menjadi produktif, hingga lahirnya petani baru dengan rencana usaha tani. “Selain itu, program ini juga menghasilkan kurikulum pelatihan nonformal, buku ber-ISBN, HKI, hingga publikasi media sebagai dokumentasi,” jelasnya. Dalam jangka panjang, Sanggar Tani SIPETANI ditargetkan menjadi pusat pengembangan pertanian modern di tingkat desa. Mahasiswa ITERA berkomitmen mendampingi masyarakat Bagelen agar mampu memperluas jejaring pemasaran melalui media digital, sekaligus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi keberlanjutan program. (zal)

Lindungi Hak Anak, Kejari Pesawaran Serahkan 1.309 KIA

0
Pesawaran (RN) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran kembali menunjukkan peran aktifnya melampaui tugas penindakan. Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Pesawaran menyerahkan sebanyak 1.309 keping Kartu Identitas Anak (KIA) kepada Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Wilayah Negeri Katon. Penyerahan ribuan KIA ini berlangsung di Kejaksaan Negeri Pesawaran pada Selasa, 30 September 2025. Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran, Asep Sunarsa, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen Kejaksaan untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Pesawaran memiliki identitas hukum yang sah sejak dini. “Kami ingin menunjukkan bahwa peran Kejaksaan tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui Datun, kami berkomitmen membantu anak-anak di Kabupaten Pesawaran agar memiliki Kartu Identitas Anak,” ujar Asep Sunarsa. Kegiatan ini sekaligus mendukung penuh pemenuhan hak anak atas identitas hukum, sejalan dengan amanat Undang-Undang dan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang KIA. KIA: Kunci Akses Program Strategis Pemerintah Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Pesawaran, Vita Hestiningrum, S.H., M.H., menambahkan bahwa keberadaan KIA sangat krusial. “KIA tidak hanya sebagai bukti legalitas identitas anak, tetapi juga menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai program strategis pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar, beasiswa pendidikan, dan bantuan sosial,” jelas Vita. Ia juga mengungkapkan bahwa langkah ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Kejari Pesawaran telah menerbitkan sebanyak 1.796 keping KIA untuk anak-anak di Kabupaten Pesawaran. Dengan langkah ini, Kejaksaan menegaskan niat tulus dan semangat pengabdiannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memperjuangkan keadilan sosial. (Red)

Majukan Pembangunan Keagamaan di Kabupaten Pesawaran, Bupati Nanda Ajak GP Ansor Sinergi

0
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira mengajak Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam memajukan pembangunan, khususnya di bidang keagamaan. Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri Pelantikan Kepengurusan Pimpinan Cabang GP Ansor Pesawaran Masa Khidmat 2024–2028, yang berlangsung di Aula Pemkab Pesawaran, Senin (29/9/2025). Bupati Nanda menyebut peran GP Ansor penting sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Dikepengurusan baru GP Ansor Pesawaran dapat mendorong pemberdayaan pemuda, penguatan sumber daya, serta keterampilan generasi muda untuk menjamin keberlanjutan organisasi NU. “Ciptakanlah ide dan gagasan dalam membangun daerah serta berkolaborasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Saya yakin GP Ansor mampu ikut menciptakan kehidupan Islami dan harmonis di Pesawaran,” kata Nanda. Bupati juga mengapresiasi kiprah GP Ansor yang selama lebih dari setengah abad konsisten menjadi perekat kebangsaan. Menurutnya, keberadaan GP Ansor selalu dibutuhkan dalam menjaga nilai keislaman sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman. “Kami akan senantiasa mendukung setiap langkah maupun program GP Ansor, terutama yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Pesawaran, Towaf Muslim, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah sekaligus menegaskan kesiapan GP Ansor untuk bersinergi dalam berbagai agenda pembangunan. Towaf menyebut, pelantikan ini bukan sekadar penobatan, tetapi pengukuhan amanah yang mulia. GP Ansor siap terlibat dan berkontribusi melalui program-program yang sudah dirumuskan, baik daru sisi kaderisasi, mengembangkan kemandirian ekonomi, serta menguatkan dakwah digital yang ramah. “Kami juga sudah membentuk barisan kepala seksi otonom yang siap berkontribusi terhadap program-program yang bisa dijalankan untuk bersinergi demi kemajuan daerah,” tegasnya. (zal)

Dinkes Pesawaran Pastikan Perkembangan Balita Yang Mengalami Gizi Buruk

0
Pesawaran (RN) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran Pastikan kasus gizi buruk yang dialami balita Muhammad Aefudin (2,5 tahun), terpantau dengan aman. petugas dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kota Jawa melakukan kunjungan langsung ke kediaman Aefudin di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kamis (25/9/2025). Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Trio Pranoto, menyampaikan bahwa perkembangan kondisi Adik Aefudin menunjukkan kemajuan yang cukup baik. “Kami dari Dinkes Pesawaran memastikan kondisi terkini perkembangan kesehatan Aefudin pasca mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pesawaran dan RSUD Abdoel Moeloek beberapa waktu lalu,” kata Trio Pranoto saat mengunjungi Rumah Saefudin Desa Bayas Kecamatan Way Khilau Jum’at (26/09/2025). Ia juga mengatakan, Pemkab Pesawaran berkomitmen untuk terus hadir langsung memberikan pelayanan terbaik, sekaligus memastikan akses layanan kesehatan dapat berjalan maksimal. “Alhamdulillah makan dan minumnya sudah bagus. Ke depan, yang perlu kita perhatikan adalah pola asuh dari orang tua. Kami minta dukungan penuh agar adik Aefudin mendapat perhatian serius, dan dari Puskesmas bersama bidan desa serta kader posyandu akan terus melakukan pemantauan rutin,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Puskesmas Kota Jawa, dr. Abimanyu, menjelaskan bahwa kondisi gizi buruk pada Adik Aefudin juga disertai dengan beberapa penyakit penyerta. Hal inilah yang menghambat penyerapan asupan makanan sehingga menyebabkan berat dan tinggi badannya tidak berkembang. Guna memastikan perkembangan lebih lanjut mengenai kesehatannya, maka pada Jumat (26/9/2025), Adik Aefudin kembali dijadwalkan menjalani perawatan lanjutan di RSUD Abdoel Moeloek dan akan didampingi oleh Puskesmas Kota Jawa bersama Bidan Desa. “Sejak mendapat perawatan di RSUD Pesawaran hingga dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek, kini kondisi Aefudin sudah mulai ada perbaikan. Kami dari Puskesmas bersama bidan desa dan tim kesehatan desa akan terus memantau perkembangannya, agar kesehatannya terjaga dengan baik,” terangnya. (zal)

Jembatan Gantung di Desa Sukaraja Segera Diperbaiki 

0
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran Melalui Pemerintah Desa Sukaraja segera memperbaiki jembatan gantung yang ada di Dusun 1 RT 3, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan. Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, Jembatan tersebut menghubungkan sekitar 15 kepala keluarga setempat yang sehari-hari menggunakannya untuk bersekolah, berkebun, dan kegiatan lainnya. “Kondisi jembatan tersebut sempat menjadi perhatian khusus Pemkab Pesawaran Saat ini, jembatan hanya ditopang bambu, tidak mampu dilalui kendaraan bermotor, dan sebagian perbaikannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Situasi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah,” kata Nanda saat meninjau lokasi jembatan, Jumat (26/09/2025). Bupati Nanda menegaskan, pihaknya akan berupaya mempercepat proses perbaikan agar masyarakat segera mendapatkan akses yang aman. Ia juga mengimbau warga untuk sementara berhati-hati saat melintas, serta meminta aparat desa memberi peringatan agar jembatan tidak dilalui kendaraan bermotor guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga. Kami mohon kerja sama dan kesabaran agar perbaikan bisa segera terealisasi,” ujarnya. Sementara itu, Plt. Kepala Desa Sukaraja, Surawan, menjelaskan bahwa jembatan itu sudah dibangun sejak 2017 melalui program seribu jembatan era Gubernur Ridho Ficardo. Pemdes Sukaraja menyambut baik usulan Bupati untuk segera melakukan upaya perbaikan agar aktivitas warga tidak terhambat. Ia memastikan bahwa pemerintah desa akan mengalokasikan Dana Desa tahun 2026 untuk perbaikan jembatan. “Kami komitmen untuk merealisasikan usulan masyarakat ini. Konsep dan gambar perencanaan sedang disusun, dan akan disesuaikan dengan besaran anggaran yang tersedia,” ujarnya. (zal)  

Bupati Nanda Salurkan Bantuan Beras untuk Keluarga Balita Stunting di HUT ke-80 PMI

0
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 tahun, Bupati Pesawaran Nanda Indira, bersama jajaran pengurus PMI Kabupaten Pesawaran turun langsung menyalurkan bantuan logistik berupa beras kepada keluarga balita stunting dan ibu hamil berisiko stunting di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (26/9/2025). Dengan mengusung tema “Tebarkan Kebaikan”, Plt. Ketua PMI Pesawaran, dr. Imelda Carolia, menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PMI untuk memberikan tambahan dukungan gizi bagi keluarga yang membutuhkan. “Total ada 723 paket bantuan beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat di setiap kecamatan yang masuk kategori rawan stunting. Pembagian akan dibagikan secara serentak pada Sabtu, 27 September 2025 besok,” kata Imelda. Ke depan ia berharap, PMI Pesawaran dapat bermanfaat lebih luas, tidak hanya fokus pada donor darah, tetapi juga memperluas kiprah melalui kegiatan sosial lain. Termasuk tanggap bencana, penyuluhan tentang narkoba, serta pembinaan remaja Palang Merah Remaja (PMR). “Harapannya, langkah kecil ini bisa memberi makna dan membantu upaya perbaikan kesehatan masyarakat di Pesawaran,” ujar Imelda. Bupati Nanda Indira berharap, bantuan ini mampu mendukung upaya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak dengan kondisi stunting maupun yang berisiko stunting. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi dorongan untuk hidup lebih sehat,” ujar Bupati. Salah satu penerima manfaat, Susanti, menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Terima kasih, bantuan beras ini sangat berarti buat kami. Semoga PMI selalu maju dan terus membantu masyarakat,” ucapnya. (zal)