Rumah Warga Ambruk, Bupati Pesawaran Berikan Bantuan Bedah Rumah

0
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira meninjau langsung rumah milik Ibu Erlisa, warga Dusun 1 RT 01 Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, yang ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang pada Minggu, 31 Agustus 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Rumah yang ambruk merupakan bangunan sederhana berbahan bambu (geribik) yang telah berusia lebih dari 25 tahun dan ditinggali oleh Ibu Erlisa (50 tahun), suami, serta dua orang anaknya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp85.000.000. Bupati Nanda didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Asisten Pemerintahan & Kesra, Kepala BPBD, Plt. Kasat Pol PP, Kadis Sosial, Kadis Kominfotiksan, Plt. Kadis Perhubungan, Kabag Kesra, Camat Gedong Tataan, Kepala Desa Kebagusan, serta perangkat daerah terkait. “Saya turut prihatin atas kejadian ini. Semoga Bapak dan Ibu sekeluarga diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” kata dia. Lebih lanjut, Bupati Nanda menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen memberikan bantuan agar keluarga Ibu Erlisa dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak. “Saya datang meninjau langsung bersama jajaran ini untuk memastikan kondisi korban dan memberikan bantuan melalui program Baznas Pesawaran, yaitu Bedah Rumah Layak Sehat (Berkat) senilai Rp16 juta,” ungkapnya. Diketahui, Pasca kejadian, warga secara bergotong royong membersihkan puing-puing rumah. Sementara itu, keluarga Ibu Erlisa bersama suami dan dua anaknya untuk sementara tinggal di rumah saudara terdekat. Bantuan darurat juga telah disalurkan oleh BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran berupa bahan pangan, kasur, atap asbes, alat kebersihan, karpet serta kebutuhan pokok lainnya. (zal)

Pimpin Apel, Bupati Nanda Tekankan Disiplin dan Peningkatan Layanan Publik 

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Hal tersebut disampaikan nya saat menjadi pembina pada apel mingguan di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (1/9/2025). Apel Minggu ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Lebih dari itu, apel menjadi sarana pembelajaran bagi aparatur agar terbiasa hidup tertib, disiplin, dan taat aturan,” kata Nanda. Ia juga, mengajak kepada semua jajaran agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta memahami, bahwa keberadaannya di setiap Perangkat Daerah, pada hakikatnya adalah menjadi pelayan bagi masyarakat. “Kita wajib memberikan pelayanan prima kepada warga yang membutuhkan. Jadikan aturan yang ada untuk mempermudah warga dalam mendapatkan pelayanan yang maksimal,” ujarnya. Selain itu, terdapat beberapa point penting yang juga disampaikan Bupati pada kesempatan ini. Salah satunya ajakan untuk bersama-sama mendorong Pesawaran mengejar ketertinggalan dari daerah lain yang sudah terlebih dahulu memulai transisi kepemimpinan. Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan aparatur untuk menjadi teladan dalam menjaga sikap, ucapan, serta adab pergaulan di lingkungan masing-masing. Ia juga menyoroti situasi nasional yang belakangan diwarnai aksi unjuk rasa hingga jatuh korban jiwa. “Jangan mudah terprovokasi, mari bijak dalam penggunaan media sosial dengan menghindari penyebaran provokasi maupun informasi hoaks. Mari ciptakan suasana aman dan damai di Pesawaran. Sabar dan menjaga ucapan adalah kunci agar kita terhindar dari masalah besar,” imbuhnya. Menutup amanatnya, Bupati Nanda menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta apel. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja, semangat optimisme, serta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Saya yakin bapak dan ibu memiliki potensi untuk maju dan berkembang. Tugas kita adalah bekerja sepenuh hati, jangan membebani masyarakat, dan jangan menjadi sumber masalah. Justru kita harus menjadi insan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” tandasnya. (zal)

Ketua Koperasi Pena Mass: Banner Ucapan Sesuai Koridor dan Tidak Ada Pungli

Pesawaran (RN) – Ketua Koperasi Pena Mas Nurizal mengaku geram dengan isu sepihak yang di gaungkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab terkait produk banner ucapan selamat pelantikan Bupati Pesawaran.

Saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang menjual banner ucapan selamat kepada sekolah-sekolah yang ada di Gedong Tataan dengan kualitas dan tanpa paksaan, dirinya menyayangkan  adanya pemberitaan yang tidak konfirmasi kepada pihaknya.

Koperasi Pena Mas Memiliki Legalitas Jelas

“Saya belum pernah di konfirmasi, saya dapat berita itu dari kawan, yang dipajang di berita produk yang kami jual, salahnya dimana? Koperasi Pena Mas ini koperasi yang memiliki legalitas jelas,” kata dia.

Nurizal menegaskan, dirinya telah berbicara dengan anggota koperasi terkait langkah kedepan, karena apa yang dikerjakan koperasi Pena Mas masih dalam koridor.

Ketua Koperasi Ambil Langkah Hukum

“Itu ada video di Tik Tok, yang upload video itu tidak ada konfirmasi sama sekali, kabarnya juga dia ada di penjara kasus pemerkosaan, nanti kita akan cari dari mana dia dapat informasi tidak jelas itu,” tegasnya.

“Kami juga sedang konsultasi dengan kuasa hukum kami terkait langkah hukum, karena ini sudah pencemaran nama baik dengan dalih pemberitaan, entah tujuan mereka apa, masyarakat bisa menilai sendiri,” pungkasnya.

Terpisah, Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Gedong Tataan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Solecha membantah adanya tudingan dirinya melakukan pungutan liar (pungli) banner ucapan selamat.

Dirinya mengaku kecewa karena tudingan tersebut diarahkan kepada dirinya meskipun sudah menjelaskan terkait produk banner yang ada di sekolah-sekolah di Kecamatan Gedong Tataan.

“Padahal saya sudah beri tau itu produk dari koperasi pena mas milik kawan-kawan yang ada di Pesawaran, kok jadi saya dituduh yang bukan-bukan, harusnya konfirmasi ke koperasi Pena Mas, itu juga kan sebelumnya diberikan penawaran apakah mau atau tidak,” ujarnya, Senin (1/9/2025) di ruang kerjanya.

Penawaran Tidak Ada Unsur Paksaan

Ditambahkan, tidak ada paksaan dalam pembelian banner karena ditawarkan kepada kepala-kepala sekolah masing-masing.

“Jadi saya berharap jangan menggiring narasi bahwa saya pungli, tidak ada hal seperti itu,” tambahnya.  (Red)

Akibat Hujan Deras, Pemkab Pesawaran Turun Langsung di Wilayah Pesisir 

0

Pesawaran (RN) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pesawaran sejak Sabtu pagi menyebabkan banjir di sejumlah dusun di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, merendam permukiman warga di Dusun 2, 3, 5, dan 8.

Kepala BPBD Pesawaran Drs. Sopyan Agani,M.H. menyampaikan bahwa meski banjir sempat mengganggu aktivitas warga, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Saat ini kondisi banjir sudah surut, sementara untuk kerugian dan kerusakan masih dalam proses pendataan,” jelasnya.

Selain merendam permukiman, hujan deras juga memicu longsor di jalur perbatasan Pesawaran–Bandar Lampung.

Tebing di sekitar Hotel Mariot Mutun dilaporkan longsor hingga menutup sebagian badan jalan. Sementara itu, di jalur provinsi menjelang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, material batu menutupi badan jalan sepanjang lebih kurang 40 meter, sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Camat Teluk Pandan, Salpani, mengonfirmasi adanya banjir dan genangan air di depan Tirtayasa yang menghambat kendaraan. “Polrestabes Bandar Lampung bersama BPBD sudah turun melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas agar kendaraan kembali bisa melintas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran merespons cepat peristiwa ini. Jajaran BPBD, camat, dan perangkat daerah terkait langsung meninjau lokasi terdampak. Ia memastikan penanganan darurat berjalan optimal, termasuk membantu warga, mengurai kemacetan, hingga mengevakuasi masyarakat di titik yang tergenang.

“Fokus kami saat ini adalah keselamatan warga. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus bersiaga untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan jalur lalu lintas bisa kembali normal,” ujar Salpani. (zal)

Bupati Nanda Indira Terima Penghargaan Baznas Award 2025

Jakarta (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menerima penghargaan Baznas Award 2025 pada kategori Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat. Penghargaan itu diterima Bupati dalam acara Baznas Award 2025 yang diserahkan langsung oleh Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara Kamis (28/8/2025). Baznas Award 2025 mengusung tema “Menguatkan Baznas, Mendukung Asta Cita”. Penganugerahan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia dalam rangka memberikan apresiasi kinerja Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota, LAZ, serta para pihak yang telah berkontribusi besar terhadap pengelolaan zakat di Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Baznas RI Prof. Noor Achmad menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata berbagai pihak dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Tahun ini, penghargaan ditetapkan dalam 10 kategori berbeda, baik dari Baznas daerah, lembaga amil zakat, media, kepala daerah, hingga perorangan. Penghargaan Baznas Award 2025 diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi daerah-daerah lain untuk memperkuat pengelolaan zakat, khususnya dalam mendukung gerakan zakat nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. “Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pencatatan sejarah atas kontribusi nyata yang telah diberikan. Apa yang dilakukan para penerima, termasuk kepala daerah, patut diapresiasi karena membawa dampak bagi penguatan gerakan zakat di Indonesia,” ujar Ketua Baznas. Bupati Nanda Indira yang hadir didampingi Ketua Baznas Pesawaran, Hi. A. Hamid menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai penghargaan ini tak lepas dari peran Baznas Pesawaran yang selama ini telah mempercepat transformasi layanan zakat berbasis digital. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Kabupaten Pesawaran untuk terus mendorong pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan modern melalui digitalisasi. “Alhamdulillah, penghargaan ini bukan hanya menjadi motivasi bagi kami, tetapi untuk seluruh masyarakat Pesawaran yang turut mendukung program zakat melalui sistem digitalisasi. Dengan cara ini, zakat bisa lebih mudah dijangkau masyarakat dan manfaatnya lebih luas dirasakan oleh mustahik,” ujar Bupati. (red/rls

Lomba Video Literasi Pesawaran Dorong Kreativitas Generasi Muda di Era Digital

Pesawaran (RN) – Sebanyak 17 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga pegiat literasi ikut ambil bagian dalam lomba video konten literasi tingkat Kabupaten Pesawaran yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Halimah Zakaria melalui Sekretaris Darwin Firnandes, mengatakan yang hadir mewakili kepala dinasKompetisi ini menjadi ajang untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat melalui media digital. “Rangkaian kegiatan lomba berlangsung sejak proses pendaftaran, pengunggahan karya, hingga tahap seleksi. Para peserta juga mendapatkan bimbingan teknis dan pembekalan sebelum menyempurnakan konten videonya. Setelah melalui proses penjurian, terpilih tiga juara utama dan tujuh peserta terbaik yang diumumkan langsung di Aula Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Pesawaran,” kata dia Kamis, (28/8/2025). Ia juga mengatakan, Sebelum diumumkan, karya video yang dilombakan sebelumnya sudah melalui tahap penilaian yang dilakukan oleh dewan juri dengan melihat dari aspek ketentuan lomba, isi materi, alur cerita serta kualitas video dan audio. Adapun, ketiga dewan juri yaitu, Ihsan Taufiq selaku Kepala Bidang PPIP Diskominfotiksan Pesawaran, Ikbal Kurniawan yang merupakan tenaga ahli videografer Diskominfotiksan, serta Andry Kurniawan selaku Jurnalis Televisi. “Hasil penilaian menetapkan juara pertama peserta dengan nama Syifa Aulia dengan total hadiah Rp4 juta, juara kedua Rafi Zaqi Alhakim (Rp3 juta), dan juara ketiga Anastasya Syofa Rizki (Rp2 juta). Sementara tujuh peserta terbaik masing-masing mendapatkan penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekedar lomba, melainkan langkah penting untuk mengasah kreativitas dan keterampilan komunikasi generasi muda. “Harapan kami, lomba ini tidak dipandang sebagai hal yang remeh. Siapapun pemenangnya, semoga pengalaman dan ilmu yang diperoleh dapat terus diasah. Kegiatan serupa akan kembali kita gelar agar semakin banyak karya lahir dari masyarakat Pesawaran,” ujar Darwin. Ia menambahkan, literasi di era digital tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga mencakup cara menyampaikan gagasan secara kritis, inspiratif, dan membangun melalui media. Kegiatan yang terlaksana berkat dukungan berbagai pihak ini diharapkan dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi generasi muda Pesawaran untuk berinovasi, berkreasi, dan berkontribusi nyata dalam memajukan budaya literasi. “Kami berharap karya-karya yang lahir dari lomba ini mampu memberikan edukasi, membangkitkan semangat membaca, sekaligus memperkuat gerakan literasi masyarakat,” imbuhnya. (red)

Pemkab Pesawaran Serahkan 5 Unit Kendaraan Roda Tiga untuk Penyandang Disabilitas

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyerahkan bantuan lima unit kendaraan motor roda tiga yang diberikan kepada masyarakat penyandang disabilitas. Penyerahan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sunyoto dan Kadis Sosial M. Zuriadi. di Halaman Kantor Bupati Kamis, (28/8/2025). Lima unit kendaraan ini merupakan program Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Asistensi) yang diberikan oleh Sentra Handayani Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Perwakilan Kementerian Sosial RI, Abduh menyampaikan bahwa program Atensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat khususnya penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam menjalankan usaha. Untuk itu, dengan adanya bantuan ini, pihaknya berharap para penerima manfaat dapat lebih terbantu dan dipergunakan sebagaimana mestinya untuk menjalankan usaha. “Jadi mohon ini harus dijaga jangan disalahgunakan. Pemerintah bertanggung jawab atas masyarakatnya agar bisa terus menjalankan usaha meski memiliki keterbatasan. Semoga bantuan ini bisa membawa berkah san bermanfaat,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama Sekda Wildan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Sentra Handayani Kementerian Sosial RI yang telah peduli dan responsif terhadap masyarakat Kabupaten Pesawaran yang membutuhkan. Sekda berpesan kepada penerima bantuan untuk merawat dan menjaga dengan baik bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Baik dari sisi perawatan, pembayaran pajak, hingga kebutuhan lainnya agar benar-benar diperhatikan. “Perlu saya ingatkan kembali, agar benar-benar kendaraan ini digunakan untuk usaha, jangan sampai menganggur sebab nanti akan ada pelaporan peruntukannya secara berkala,” jelas Sekda. Adapun nama-nama penerima bantuan yaitu, Sholihin (Desa Tri Mulyo, Kecamatan Tegineneng), Rohmat (Desa Margomulyo, Kecamatan Tegineneng), Samuji (Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, A Sunarya (Desa Sukamaju, Kecamatan Kedondong), dan Muhammad Supendi (Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan). Bantuan kendaraan motor roda tiga dari Kementerian Sosial RI ini menjadi pemantik smangat bagi masyarakat. Muhammad Supendi, salah satu penerima bantuan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. “Saya terharu dan bersyukur bisa dapat bantuan motor ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat saya dan keluarga,” ujarnya singkat saat diwawancara usai menerima bantuan (red/rls)

Ribuan Masyarakat Antusias Hadiri Jalan Sehat Bersama Wabup Pesawaran 

0
Pesawaran (RN) – Ribuan masyarakat ikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pesawaran ke-18 dan HUT RI ke-80 yang dilaksanakan di Lapangan Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, Kamis (28/8/2025).  Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, Kehadiran Wabup menambah semangat warga untuk ikut serta dalam acara yang digelar sepanjang 2,5 kilometer tersebut. Camat Tegineneng Aep Alamsyah menyebut, jalan sehat ini merupakan agenda tahunan yang rutin digelar selama kepemimpinan Bupati Dendi Ramadhona. “Acara jalan sehat ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Kecamatan Tegineneng. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian perayaan sejak 17 Agustus yang diawali dengan upacara, dilanjutkan lomba kebersihan dan keindahan antar desa, serta lomba kebun kolektif PKK yang diikuti 16 desa,” kata dia. Sementara itu, Wabup Pesawaran Antonius Muhammad Ali mengaku terkesan dengan partisipasi warga Tegineneng. Ia menyampaikan rasa syukur bisa langsung menyapa masyarakat sehari setelah resmi menjabat. “Partisipasi masyarakat menjadi semangat tersendiri bagi kami untuk terus menghadirkan program pembangunan yang menyentuh hingga ke desa. Saya ikut berjalan bersama masyarakat dan merasakan langsung antusiasme warga yang luar biasa,” ujar Antonius. Selain jalan sehat, Wabup juga menghibur peserta dengan kuis berhadiah. Acara ditutup dengan penyerahan hadiah lomba kebersihan & keindahan Desa, serta lomba kebun kolektif PKK antar desa. (zal)  

Nanda Indira dan Antonius Muhammad Ali Resmi Dilantik Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran 

Pesawaran (RN) – Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M., dan Antonius Muhammad Ali, S.H., resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2025–2030. Keduanya dilantik langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam prosesi yang digelar di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (27/8/2025). Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Wakil Gubernur Lampung, pimpinan Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, bupati dan wali kota se-Lampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga dan kerabat. Acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri, dilanjutkan pengucapan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, pemasangan tanda pangkat, penyematan tanda jabatan, dan penyerahan keputusan Mendagri. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dari Bupati sebelumnya Dr. Ir. H. Dendi Ramadhona K., S. T.,M.Tr.I.P kepada Bupati terpilih Hj. Nanda Indra Bastian,S.E.,M.M. Selanjutnya turut dilakukan juga pelantikan Aria Sandi, S.E.,M.M sebagai Ketua TP-PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran serta Nurhayati Marzuki, S.E., M.M. dilantik sebagai Ketua Dekranasda. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sambutan Gubernur Lampung, sesi foto bersama, dan ucapan selamat dari para tamu undangan. Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, agar Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selaras dengan RPJMD Provinsi Lampung 2025–2029 dan RPJMN 2025–2029. “Pelantikan hari ini bukan hanya seremoni, tetapi titik awal kerja nyata. Pesawaran harus menyesuaikan arah pembangunan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Tahap pertama yang kita jalankan adalah Penguatan Pondasi Transformasi, yang membutuhkan sinergi kuat antara pusat, provinsi, dan kabupaten,” ujar Gubernur. Ia menyebut sejumlah program nasional yang perlu didukung Pemkab Pesawaran, di antaranya makan bergizi gratis, penguatan koperasi desa, pembangunan rumah rakyat, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Gubernur juga menguraikan visi pembangunan Lampung 2025–2030, yaitu “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” yang diwujudkan melalui Tiga Cita. Yakni Mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mandiri, dan inovatif, Memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif, serta meningkatkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang berintegritas. “Pesawaran diharapkan menjadi kabupaten yang proaktif dalam mendukung kebijakan ini agar pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga tumbuh dari desa,” terangnya. Dari sisi birokrasi, Gubernur Mirza juga mengingatkan pentingnya pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional melalui pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) dengan prinsip merit system. Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran membangun iklim kerja yang profesional, harmonis, dan penuh semangat pelayanan. “Bupati bertanggung jawab penuh pada pembinaan dan pengembangan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Dengan aparatur yang kuat, pelayanan publik akan berjalan lebih baik,” katanya. “Membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan ketekunan, kebersamaan, dan rasa percaya untuk menghasilkan capaian yang membanggakan,” pungkasnya. (zal)

Pemkab Pesawaran Bagikan 700 Bibit Alpukat Aligator Gratis untuk Masyarakat

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui jajaran perangkat daerah membagikan sekitar 700 bibit alpukat aligator secara gratis kepada masyarakat, bertempat di Area Tugu Pengantin, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (27/08/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Periode 2025–2030, sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Bibit alpukat tersebut disalurkan kepada sejumlah kelompok penerima, di antaranya Forum Silaturahim Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok petani, serta sebagian ditanam di pekarangan kantor dinas sebagai contoh gerakan menanam yang berkesinambungan.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pesawaran Hermanto menyampaikan, pembagian bibit ini merupakan langkah awal pemerintah dalam mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan pertanian untuk ditanami komoditas hortikultura bernilai ekonomi.

“Alpukat aligator dipilih karena memiliki keunggulan berupa buah berukuran besar, rasa daging buah yang gurih, dan nilai jual yang tinggi. Diharapkan bibit ini menjadi komoditas baru yang mampu meningkatkan pendapatan petani Pesawaran,” ujarnya.

Selain pembagian bibit, pada kesempatan ini masyarakat juga diberikan penjelasan teknis singkat mengenai cara penanaman dan perawatan agar pohon alpukat dapat tumbuh optimal.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran menargetkan dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan bibit tersebut sudah mulai berbuah. Hasil panen nantinya diharapkan tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga bisa dipasarkan sehingga menambah nilai ekonomi masyarakat desa.

Program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, yakni mewujudkan masyarakat yang produktif untuk kesejahteraan dan kemandirian desa.

“Pembagian bibit ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Pesawaran,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, Pemkab Pesawaran berharap masyarakat dapat semakin termotivasi untuk mandiri, produktif, dan berdaya saing dalam memanfaatkan potensi pertanian lokal. (zal)