Pesawaran (RN) – Kelompok Gojeg Lesung KRB Dusun Bangun Sari Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran meraih juara Harapan I dalam Festival Lomba kesenian tradisional warga Transmigrasi, yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung di Museum Transmigrasi, Kamis (21/12/2023).
Ketua Kelompok Gojeg Lesung Dusun Bangun Sari, Panji Wahyudi mengatakan, KRB Bangun Sari untuk pertama kalinya mengikuti Lomba Kesenian Gojeg Lesung pada Festival tersebut. “Alhamdulillah, meski penampilan kami baru pertama kalinya, tapi Gojeg Lesung Karya Remaja Bangun Sari (KRB) meraih juara harapan I, Mudah-mudahan tahun depan kita dapat meraih juara pertama,” kata Panji. Ditambahkan Panji, sejarah permainan Gojeg Lesung merupakan ekspresi kegembiraan para petani atas melimpah panen atau sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. “Disela Kesibukan menumbuk padi tersebut, para petani memainkan Lesung sambil menyanyikan tembang untuk menghibur, tapi sangat disayangkan seiring berkembangnya zaman, Lesung yang dulu sebagai sarana utama menumbuk padi bagi para petani transmigran kini sudah tergantikan dengan alat yang lebih modern, dan ironisnya kesenian Gojeg atau Lesung kini telah tertinggal,”jelas Panji. Untuk itu, dia mengajak seluruh remaja Dusun Bangun Sari, untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional yang telah diwariskan para leluhur agar tidak tergerus jaman. Sementara, Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto sangat mengapresiasi para peserta Gojeg lesung yang penuh antusias. Ini suatu kebanggan bagi Desa Bagelen khususnya Dusun Bangun Sari. “Saya ucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas digelarnya Lomba kesenian tradisional masyarakat transmigrasi, dan selamat untuk para pemenang lomba Gejog/Lesung, bagi yang belum menjadi juara jangan kecil hati dan tetap semangat dalam menjaga, dan melestarikan kesenian, adat dan budaya yang telah diwariskan leluhur kita, “tandasnya. (Indra).Pembangunan Balai Wartawan, Ini Penjelasan Ketua PWI Pesawaran


HUT ke – 11 Kecamatan Marga Punduh, Gelar Festival Budaya dan Doa Bersama
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kecamatan Marga Punduh Ke 11 Kabupaten Pesawaran mengelar Festival budaya dan doa bersama yang di gelar di halaman kantor camat Marga Punduh, Selasa (19/12/2023).
Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona mengatakan, Festival Budaya dan Doa Bersama dalam rangka Memperingati Hari Lahir Kecamatan Marga Punduh ke -11 Tahun,dan ini salah satu sarana instropeksi berasam antara pemerintah dan masyarakat. “Dihari yang istimewa ini sekaligus menetapkan resolusi dan kebulatan tekad untuk mengambil sikap, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran wilayah di Bumi Andan Jejama,”kata Dendi. Dirinya juga menyampaikan bahwa Festival Budaya Marga Punduh ini tidak saja meriah, namun juga khas dan menarik, yang menampilkan kreativitas masyarakat serta inovasi para pencinta seni dan budaya. “Seperti halnya Karnaval Budaya yang menampilkan banyak peserta ini tentunya akan menjadi salah satu magnet bagi masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke sini,”ujarnya. Orang nomor satu di Bumi Andan Jejama ini juga mengatakan Festival ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian budaya daerah yang mempunyai peran penting. Berperan penting dalam memperkokoh jati diri bangsa, khususnya jati diri masyarakat Pesawaran agar tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi. “Mari kita jadikan budaya sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan, khususnya bagi diri masyarakat Kecamatan Marga Punduh, kapan dan dimanapun berada. Semoga Kecamatan Marga Punduh semakin berkembang kearah yang lebih maju, produktif dan mandiri serta menjadi teladan,”ujarnya. Dirinya juga berharap, budaya Marga Punduh ini benar -benar menjadi milik masyarakat dan berdampak positif bagi memajuan daerah dalam wujud peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan investasi pariwisata di Kabupaten Pesawaran. (Rizal)Salah Paham Soal Gedung Balai Wartawan, PWI Pesawaran Bersama 11 Organisasi Gelar Dialog
Bupati Pesawaran Serahkan SK Perhutanan Sosial Kepada Masyarakat Dua Kecamatan
“Seluruh izin konsensinya diberikan kepada BUMN Inhutani V Lampung berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 144/Kpts-II/1999,” kata Dendi pada Senin (18/12/2023).
Kawasan hutan register berada di 2 kecamatan yaitu di Desa Sinar Bandung dan Desa Tri Rahayu Kecamatan Negeri Katon dan di Desa Gedung Gumanti, Kresno Widodo, Tri Mulyo dan Sri Wedari Kecamatan Tegineneng.
Dari total keseluruhan lahan tersebut, yang efektif untuk lahan pertanian dan perkebunan seluas 1.169 Ha. Sedangkan, yang telah terbentuk kemitraan perhutanan sosial saat ini seluas 256 Ha atau baru 21%.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Pesawaran Hadiri Penerimaan Dan Pelepasan Mahasiswa KKN UGM Tahun 2023
Pesawaran (RN) – Kepala Kesbangpol Kabupaten Pesawaran Syukur menghadiri Penerimaan Dan Pelepasan Mahasiswa KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gajah Mada Periode IV Tahun 2023 di Kantor Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Senin (18/12/2023).
“Saya berharap para mahasiswa KKN dari Universitas Gajah Mada dapat melakukan identifikasi masalah yang ada dalam masyarakat, agar menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah untuk perbaikan di masa mendatang,”kata Syukur. Ia juga mengatakan, peran mahasiswa UGM sedikit banyak akan membantu meningkatkan pengetahuan, ikut mencerdaskan dan menyejahterakan serta diharapkan dapat ikut membantu mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat Bumi Andan Jejama. “Di antaranya ikut serta mengatasi masalah – masalah yang ada dengan melakukan pemberdayaan potensi masyarakat desa setempat menuju peningkatan kesejahteraan yang lebih baik,” tuturnya. Ia juga berharap para mahasiswa peserta KKN dapat lebih meningkatkan kepedulian dan empati masyarakat terhadap kondisi pemulihan perekonomian yang saat ini di hadapi bersama serta berlandaskan nilai-nilai keragaman beragama serta merawat kearifan lokal. “Sebagai kaum intelektual dan pembaharu, mahasiswa harus memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan dan meningkatkan kualitas, sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi suksesnya pelaksanaan pembangunan khususnya Di Kabupaten Pesawaran,” sambungnya. Ia melanjutkan, berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan perguruan tinggi melalui Kuliah Kerja Nyata dapat diorientasikan pada penyiapan mahasiswa sebagai sarjana pendamping masyarakat dan upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya para mahasiswa yang memiliki kelebihan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan inovasi masyarakat untuk lebih maju. Salah satunya dengan membantu menemukan peluang usaha berlandaskan iman dan takwa yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat. “Dan juga menyusun program yang dapat dilaksanakan dan disesuaikan dengan kemampuan, kondisi dan situasi yang ada khususnya di Kabupaten Pesawaran yang beragam suku bangsa, adat istiadat dan potensi alam yang ada,” pungkasnya. Ia berpesan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan ilmunya agar semakin kreatif dan inovatif, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi percepatan penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia pedesaan bagi kemajuan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pesawaran. Ia pun mengajak untuk mengoptimalkan kompetensi, tugas dan fungsi masing-masing dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Pesawaran yang semakin maju. “kepada Universitas Gajah Mada setelah selesai melaksanakan KKN ini kiranya dapat mempresentasikan hasil KKN Kepada Pemerintah Daerah agar menjadi masukan Pemerintah Daerah dalam memajukan masyarakat Kabupaten Pesawaran di masa-masa mendatang,” ujarnya. (Rizal)Tidak Pernah Merasa Diwawancarai, Kepala Desa Se- Kecamatan Way Ratai: Pemberitaan Itu Sangat Merugikan Kami
Puluhan Anak Kecamatan Gedong Tataan Habiskan Waktu Liburan Dengan Qur’an
Insya Allah akan dibimbing oleh Ustadz Irfan Kurniawan, Ustadzah Zeti Mulyani, Ustadzah Zaitun Izmi yang kesemuanya sudah memiliki sertifikasi metode UMMI, ada juga Ustadzah Saffinatun Najjah yang sebentar lagi akan tersertifikasi juga” pungkasnya. (Red)
Peduli Isu Global Warming, PWI Pesawaran Tanam Ratusan Bibit
Peduli Lingkungan, PWI Pesawaran Tanam Ratusan Bibit Pohon
Pesawaran (RN) – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat dan daerah untuk menggalakkan penghijauan dan mengurangi global warming serta mendapatkan oksigen yang lebih baik pada lingkungan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Lampung melakukan penanaman ratusan bibit pohon di lingkungan sekretariat PWI, kompleks Pemda kebupaten setempat.
Ketua PWI Pesawaran M. Ismail S.H, mengatakan kegiatan penanaman pohon bertujuan untuk melakukan penghijauan agar lingkungan sejuk, asri dan rimbun dalam mendukung salah satu program pemerintah. “Ya hari ini kami melakukan penanaman kurang lebih ratusan bibit di lingkungan balai wartawan, karena kami percaya dengan menanam pohon sama dengan menanam masa depan,” terangnya setelah melakukan gotong-royong dan penanaman bibit secara simbolis, Jumat (15/12/2023). Ismail menyebutkan bibit yang di tanam diantaranya Alpukat, Durian, Jambu Jamaika, Ketapang, Pucuk Merah, Bambu dan lainnya.“Kita wajibkan semua anggota untuk membawa 4 macam bibit buah buahan dan tanaman keras,” ucapnya.
Ismail menambahkan untuk ketahui anggota PWI Kabupaten Pesawaran berjumlah 35 anggota, yang terdiri dari berbagai media Cetak, Online dan Elektronik, dari jumlah anggota tersebut 98 persen telah lulus mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW} yang di adakan oleh Dewan Pers. “Saya menghimbau kepada seluruh pengurus dan anggota PWI untuk merawat dan melihara bibit yang sudah di tanam hingga besar dan berbuah,” pungkasnya. Begitu juga disampaikan oleh Ketua Koperasi PeNa Mass PWI Kabupaten Pesawaran Nurizal, Amd.Kom, mengatakan bahwa penanaman bibit pohon memang telah di agendakan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan mengingat lingkungan kantor masih belum ada tanaman. “Pagi kita bergotong-royong melakukan bersih-bersih ruangan dan halaman kantor kemudian sesuai dengan arahan Ketua PWI Kabupaten Pesawaran bahwa seluruh anggota diharapkan membawa minimal 4 bibit, untuk menghijaukan lingkungan kantor, agar jadi lebih asri,” kata dia. (Red)