Relawan Muda Sosialisasikan Program CAKEP Tampa Memakai Politik Sara
Pesawaran (RN) – Relawan Muda Nanda-Anton yang merupakan sayap tim pemenangan pasangan nomor urut 02 pada Pilkada Pesawaran 27 November 2024 melarang keras anggotanya memakai politik berbau rasisme dan sara.
Hal tersebut ditegaskan sekretaris Relawan Muda Nanda-Anton, Deri F Tampi menanggapi narasi berbau suku oleh oknum tim sukses salah satu calon bupati Pesawaran di media sosial.
“Kami sudah lakukan rapat dengan pengurus relawan muda Nanda-Anton membahas program sosialisasi door to door yang dalam waktu dekat akan kami gelar di 11 Kecamatan dan 148 Desa, jadi keputusannya tegas kami pengurus melarang sosialisasi berbau sukuisme karena berpotensi membuat perpecahan ditengah masyarakat,” tegas Deri, Kamis (3/10/2024) via sambungan seluler.
Hal tersebut dirasa penting karena kata Deri, pilkada Pesawaran tidak hanya berbicara menang atau kalah namun lebih kepada nasib Kabupaten Pesawaran kedepan.
“Terkait pilkada, kemenangan Nanda-Anton harga mati bagi kami, kami akan terus bergerak sampai masa pemilihan, namun kami memilih jalan menang terhormat dengan tidak menghalalkan segala cara, tapi dengan visi,” kata dia.
“Apalagi program bu Nanda ini kan banyak, kami meminta relawan muda untuk sosialisasi ke masyarakat tentang program “cakep” kita agar masyarakat tau bahwa Nanda-Anton pilihan tepat,” tambahnya.
Deri menghimbau seluruh pihak menjaga suasana dengan tidak memakai cara yang berpotensi membuat kegaduhan ditengah masyarakat.
“Kedua pasangan calon Bupati sudah sepakat menjalankan pemilu damai, jangan lagi ada cara-cara kotor yang dipakai sehingga masyarakat terpecah belah, kita bantu aparat kepolisian menjaga suasana, dan relawan muda Nanda-Anton akan menjadi garda depan dalam menjaga kondusifitas pilkada bersama elemen yang ada,” ujarnya.
Deri menjabarkan, isu berbau sukuisme hanya akan memperburuk citra calon bupati di mata pemilih, karena menurutnya Pesawaran merupakan Kabupaten yang beraneka ragam suku dan budaya.
“Apa calon sudah tidak ada program sehingga harus menjual isu beraroma rasis? Contohnya saya, jangan ditanya suku saya apa, karena saya lahir di Pesawaran, sekolah, cari nafkah di Pesawaran, kalau boleh memilih nanti mati juga maunya di Pesawaran, artinya ini kampung halaman kita semua,” ungkapnya.
“Jika ada yang mengaku relawan muda tapi memakai isu sara artinya itu bukan bagian dari kami, sesuai instruksi bu Nanda seluruh pendukung harus menjaga suasana tetap aman dan damai,” pungkasnya. (Red)
Pemkab Pesawaran Perbaiki Ruas Jalan Rusak Penghubung Dua Desa
Pesawaran (RN) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran terus memperbaiki jalan-jalan rusak penghubung antar desa di kabupaten setempat secara bertahap.
Perbaikan jalan rusak yang dilakukan Pemda Pesawaran kali ini di ruas jalan Desa Tanjungrejo menuju jalan Desa Gunungsari Kecamatan Waykhilau.
Tentunya perbaikan jalan rusak tersebut sangat disambut baik dan dinanti-nantikan oleh masyarakat Desa Tanjungrejo dan Desa Gunungsari. Karena jalan tersebut merupakan jalan fungsional masyarakat setempat untuk tranformasi bagi warga dan para petani.
Sekretaris Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pesawaran David Oktoriandi mengatakan, bahwa penanganan dan pemeliharaan jalan tersebut sepanjang 2 kilometer, yaitu dari Desa Tanjungrejo sampai Desa Gunungsari Kecamatan Way Khilau.
“Tujuan perawatan jalan ini agar secara fungsional dapat mempermudah akses masyarakat dalam beraktivitas,” kata David, Rabu (02/10/2024).
“Perbaikan jalan ini sampai dengan lapen, dan ini belum selesai, progresnya masih terus berjalan. Doakan saja supaya perbaikan jalan ini bisa cepat dirampungkan,” timpalnya.
Sementara itu, Camat Way Khilau Nazam Roni mengatakan, bahwa perbaikan jalan Desa Tanjungrejo tersebut baru saja dimulai, dan mudah-mudahan perbaikan jalan tersebut bisa selesai dalam waktu sebulan ini.
“Tadi sudah kita cek ke lokasi, dan kita lihat pengerjaannya sudah mulai dilakukan, bahkan jalan-jalan yang sebelumnya berlubang saat ini sudah mulus diperbaiki,” kata dia.
Menurutnya, saat ini jalan tersebut sudah tahapan pemerataan dan sudah tidak ada lagi yang berlubang bahkan sudah enak untuk dilalui kendaraan masyarakat.
“Dengan adanya perbaikan jalan ini tentunya sangat berdampak bagi masyarakat, karena mereka semakin mudah untuk melalui jalan tersebut, terlebih lagi bagi para petani yang melalui jalan itu untuk menuju sawah mereka,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, bahwa sebelumnya memang banyak masyarakat yang meminta dan menyampaikan untuk perbaikan jalan tersebut.
“Saat ini sudah dilakukan perbaikan. Saya yakin masyarakat sangat senang dan antusias karena jalan yang mereka lalui saat ini sudah mulus,” pungkasnya. (Red)
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Paslon Nanda Anton Gulirkan Program Produktif
Pesawaran (RN) – Sejahterakan serta kemandirian desa yang ada di Kabupaten Pesawaran, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 2 Nanda Indira-Antonius Muhammad Ali siap menggulirkan program produktif.
Salah satu program dari visi misi CAKEP ini, diusung untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan kreatif, dengan memanfaatkan serta mengelola sumber daya alam yang ada di desa.
Cawabup Antonius M. Ali menerangkan, program ini akan dijalankan dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan inovatif, agar tidak terus bergantung dengan program-program dari pemerintah.
Apalagi permasalahan yang sering terjadi di masyarakat menurut dia, tidak banyak masyarakat yang menyadari pentingnya melakukan hal yang bisa menghasilkan dan memulai berinovasi untuk menciptakan produk baru yang mendatangkan keuntungan dengan pengelolaan sumber daya alam yang ada di lingkungan masyarakat itu sendiri.
“Dalam program ini kami ingin mengajak masyarakat untuk mengenali potensi diri dan lingkungannya, agar dapat memaksimalkan aktivitas kerja yang memiliki nilai tambah dan memberikan penghasilan bagi masyarakat itu sendiri,” kata dia, Selasa (1/10/2024).
Selain itu, membina masyarakat desa agar produktif dan inovatif, sehingga bisa menjadi kreator-kreator baru pembuka lapangan kerja. Dengan harapan, angka pengangguran dapat ditekan dan angka produktivitas masyarakat desa meningkat.
Sedangkan Cabup Nanda Indira menambahkan, program ini merupakan salah satu langkah kepekaan dalam merespons tuntutan kebutuhan masyarakat yang terjadi saat ini. Selain itu juga, memberikan pemahaman tentang prinsip hidup positif, dinamis, dan kreatif, agar masyarakat siap menghadapi tantangan ke depannya.
“Membangkitkan semangat dan menanamkan optimisme masyarakat. Serta mengubah cara pandang untuk menjadi percaya diri, dengan menggali potensi yang dimiliki, baik individu atau kelompok. Karena setiap manusia memiliki potensi, tetapi kadang-kadang tidak digali dan dikembangkan,” ujarnya.
Dalam program ini, pihaknya juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, yang diarahkan pada kegiatan-kegiatan produktif. Sehingga membangkitkan kreatifitas warga untuk menciptakan sesuatu yang bernilai untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Selain pemerintah, tambah Nanda, dalam program ini diperlukan adanya upaya bersama dan kerjasama yang baik. Upaya ini dapat dilakukan dengan sebuah gerakan menuju masyarakat yang kreatif dan produktif agar lebih cepat. Melakukan pendataan potensi, kemampuan yang dimiliki warga, dan mengelompokkannya untuk kepentingan pembinaan selanjutnya. Misalnya kelompok produksi kuliner, budidaya, kelompok industri kreatif atau barang-barang kerajinan yang jenisnya disesuaikan dengan ketersediaan bahan dasar yang dimiliki desa atau kawasan.
Selain itu, pendataan sumber daya yang ada, baik yang dimiliki individu, kelompok, maupun desa/kawasan, lingkungannya, serta pendataan sumber daya, pembinaan per-kelompok dan pendampingan sesuai dengan jenisnya, yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas terkait untuk kepentingan pengembangan kreatifitas dan inovasi produk dengan jaringan pemasaran
“Jika program dengan gerakan membangun masyarakat produktif dan kreatif ini berjalan, tentunya kesejahteraan warga akan meningkat, karena perekonomian bangkit. Pengangguran berkurang, pendapatan meningkat, biaya pendidikan dapat terpenuhi, dan kehidupan sosial tercipta dengan baik,” pungkasnya. (R-1)
Koordinator UMKM Provinsi Lampung Merasa Dirugikan Terkait Berita Yang Beredar
Pesawaran (RN) – Saat menjadi narasumber pada pelatihan UMKM di Gedung Koperasi Desa Way Urang Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Minggu (29/9/2024) lalu. Koordinator Ruang UMKM Provinsi Lampung Tri Indah merasa dirugikan terkait berita yang beredar. Dirinya merasa dibenturkan antara Ruang UMKM dan pelaku UMKM dengan Pembina UMKM Pesawaran Nanda Indira.
Menurutnya, acara yang digelar merupakan program Ruang UMKM kepada pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Pesawaran agar mendapatkan edukasi tentang pentingnya kualitas dan perizinan produk yang akan disalurkan.
“Saya juga kaget, kok beredar berita seolah-olah saya menyalahkan Ibu Nanda Indira tentang UMKM Pesawaran, pada kenyataannya saya menjabarkan permasalahan UMKM secara umum bahwa pelaku usaha belum maksimal memanfaatkan program dari pemerintah terkait regulasi, jadi hadirnya kami untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan fasilitas tersebut,” kata Indah melalui sambungan telepon, Senin (30/9/2024).
Menurutnya, program dari Pemkab Pesawaran sudah sangat maksimal, hanya saja tidak semua pelaku UMKM faham regulasinya sehingga pihaknya akan melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM mendapatkan apa yang disediakan pemerintah.
“Pemkab Pesawaran sudah sangat maksimal, hadirnya kami untuk memfasilitasi mereka mendapatkan kemudahan fasilitas yang diberikan Pemkab Pesawaran,” ujarnya.
Tri menuturkan, dirinya telah meminta pewarta untuk meluruskan berita yang berkembang agar tidak menjadi salah faham.
“Kok kami seperti dibenturkan dengan pembina kami sendiri, kami independen dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik, hadirnya kami untuk pelaku UMKM, kita ada kok dokumentasinya semua, saya sudah hubungi wartawan untuk mengklarifikasi berita yang berkembang,” kata dia.
“Bahkan kami tidak bisa memberikan uang bensin kepada kawan-kawan media kemarin, karena kami ini aktivis UMKM, dan kegiatan ini murni kegiatan perjuangan UMKM, tidak ada anggaran, kalau mau memajukan UMKM ayo kita bersama-sama,” timpalnya.
Ia berharap kehadiran Ruang UMKM ditengah pelaku usaha mampu membantu memajukan UMKM yang ada di Provinsi Lampung secara umum.
“Ya, kami akan melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk dapat bersinergi dengan program Pemkab Pesawaran yang kita semua tahu memiliki program berjenjang sehingga dari tahun ke tahun jumlah UMKM Pesawaran meningkat” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan UMKM yang diikuti oleh 100 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM, sehingga memiliki ide-ide kreatif untuk mengembangkan usahanya, sehingga memiliki daya saing. (R-1)
Bupati Pesawaran Minta KPM Manfaatkan BLT-DD Seefektif Mungkin
Pesawaran (RN)- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengingatkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT DD) untuk bisa menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik mungkin.
Menurutnya bantuan tersebut diberikan bertujuan untuk meningkatkan geliat perekonomian ditangan masyarakat desa.
“Saya ingin berpesan kepada KPM agar bisa seefektif mungkin dalam menggunakan bantuan ini (BLT DD), karena tujuan adanya bantuan ini adalah untuk meningkatkan perputaran ekonomi di desa, jadi jangan dapat bantuan di Pesawaran belanjanya diluar Pesawaran,” candanya di Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon, Senin (30/09/2024).
Dendi juga berharap bantuan BLT DD bisa meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat. Di Kedondong, dimana ada seorang warga yang menggunakan sebagian bantuannya untuk modal usaha, dimana usahanya saat ini mulai berkembang, tentunya ini merupakan contoh yang baik, meski saya tahu bantuan ini tidak seberapa jika dibandingkan kebutuhan, tapi semangat dan inovasinya semoga bisa menular kepada warga lainnya.
“Saya menyampaikan permohonan maaf, jika dalam pendistribusian bantuan maupun insentif aparatur desa sedikit terhambat, namun hal itu karena adanya dinamika yang terjadi hampir diseluruh Pemerintah Kabupaten/kota bukan hanya di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
“Yakinlah ini hanya soal keterlambatan bukan masalah tunda-menunda karena memang tidak ada kapasitas kami untuk menahannya, dan ini juga bukan salah dari teman-teman di Pemda, tapi memang prosesnya, ini juga terjadi kepada insentif aparatur desa, karena untuk penyelesaiannya tergantung dari ketersediaan anggaran dari pajak, dimana pajak disetorkan kepusat lalu kita menunggu untuk kembali ditransfer dibagi ke daerah,” tukasnya.
Ini juga tantangan bagi saya sebagai Bupati, saya ini di Pemerintah pusat maupun Provinsi selalu mengkonfirmasi hal ini, sebab memang sudah menjadi tanggungjawab, tapi kita bersyukur, kita sudah mendapatkan solusi, Mudah-mudahan semuanya akan selesai pada akhir tahun ini.
“Saya juga ingatkan, jangan ada oknum yang coba-coba untuk memainkan bantuan ini, seperti misalnya dengan berbagai alasan melakukan potongan jumlah bantuannya, ini yang bakal kita selesaikan jika terbukti,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Negeri Katon Enggo Pratama didampingi Pj Kepala Desa Purworejo Ardiansyah mengatakan jika distribusi BLT DD ini merupakan tahap yang kedua. “Hari ini kita mendistribusikan BLT DD kepada 57 KPM yang ada di Desa Purworejo, dimana besarannya sejumlah Rp300 ribu per bulan,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, Bupati Pesawaran juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan pertanian di Desa Purworejo.
“Ya, selain penyerahan BLT DD, pak Bupati juga meresmikan secara simbolis mulainya pembangunan jalan pertanian di Dusun empat, Desa Purworejo sepanjang 350 meter berupa rabat beton, karena memang jalan itu sering digunakan masyarakat untuk aktifitas pertanian dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para petani yang ada di Desa Purworejo,” tutupnya. (zal)
Pelancar Distribusi Hasil Pertanian, Bupati Dendi Letakan Batu Pertama Pembangunan Jalan Usaha Tani
Pesawaran (RN)- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meninjau sekaligus melakukan peletakkan batu pertama pembangunan jalan Usaha Tani sepanjang 350 meter di Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon pada Senin, (30/9/2024).
Peninjauan itu dilakukan Bupati usai menghadiri penyerahan Bantuan Langsung Tunai di Balai Desa setempat. Turut serta mendampingi Bupati, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Joni Arizon, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sunyoto, Kepala Dinas PMD Nur Asikin, serta jajaran aparatur Desa Purworejo.
Bupati Dendi menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Usaha Tani ini merupakan hasil kesepakatan bersama masyarakat dan aparatur desa yang bersumber dari anggaran dana desa. Diharapkan melalui pembangunan ini, aksesibilitas pertanian di Desa Purworejo bisa lebih terbantu.
“Kita tentu sama-sama berharap jalan ini bisa membawa kemajuan bagi masyarakat, hasil pertanian semakin berlimpah, kemudahan dalam distribusi terjamin, dan insyaallah manfaatnya bisa lebih luas,” ujar Bupati Dendi.
Disamping pembangunan infrastruktur jalan, Bupati Dendi juga menyebut bahwa berbagai program lain masih dibutuhkan guna membawa kemajuan bagi masyarakat desa. Termasuk program sosial kemasyarakatan dan juga program penunjang usaha tani.
“Mari kita berdoa dan berpikir optimis bagaimana Purworejo dari tahun ke tahun bisa membangun. Jangan lelah untuk berpikir dan berdoa dan kita sama-sama wujudkan mimpi masyarakat Purworejo untuk yang lebih baik,” ungkap Bupati.
Pj Kepala Desa Purworejo Ardiansyah mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat desa Purworejo bermata pencarian sebagai petani. Oleh karenanya, kualitas infrastruktur jalan menjadi kebutuhan yang penting dalam mempermudah mobilitas masyarakat dalam penyaluran hasil pertanian.
“Memang pembangunan Jalan Usaha Tani ini datang dari aspirasi dan permintaan masyarakat. Jadi setiap panen berbarengan dengan hujan sehingga aksesnya sulit, sehingga jalan ini diharapkan dapat membantu dan lebih efisien,” ujar Ardiansyah.
Ardiansyah menyebut, proses pengerjaan jalan dilakukan dengan cara gotong royong melibatkan masyarakat setempat.
“Estimasi mungkin sekitar 1 bulan paling lama mudah-mudahan selesai,” kata dia. (zal)
Korban Angin Puting Beliung di Kecamatan Negeri Katon Terima Bantuan Bedah Rumah
Pesawaran (RN)- Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberikan bantuan bedah rumah untuk korban Angin Puting Beliung, di Desa Pejambon Kecamatan Negeri Katon.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, Pemkab Pesawaran menyerahkan bantuan berupa panganan siap saji, bantuan beras, tiker dan air mineral yang diperuntukkan bagi warga yang terkena musibah.
“Kemudian, kita juga bersama BAZNAS memberikan bantuan berupa bedah rumah bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, kemudian ada juga tali asih yang kita berikan untuk membantu warga,” kata Dendi saat meninjau lokasi korban puting beliung. Senin (30/09/2024).
Pada kesempatan ini juga, Dendi mengimbau kepada masyarakat Pesawaran, untuk selalu berhati-hati dalam perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan.
“Kita ketahui, geografis Pesawaran menjadi daerah yang rawan terkena musibah, baik itu saat musim kemarau ataupun musim penghujan, maka dari itu masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Pejambon Edi Wartoyo mengatakan, kejadian musibah angin puting beliung tersebut terjadi pada minggu 29 September 2024 sekitar pukul 14.00 wib.
“Kejadiannya itu sekitar 15 menitan, saat itu kondisi cuaca sedang hujan lebat, tak berselang lama angin kencang datang juga, langsung menerbangkan genteng rumah milik warga,” kata dia.
Dirinya mengatakan, dalam kejadian angin puting beliung tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja terdapat sebanyak 24 rumah yang mengalami kerusakan.
“Kerusakan nya ini mulai dari rusak ringan dan sedang, kemudian ada satu rumah yang mengalami rusak berat bagian dapurnya, karena rusak tertimpa pohon,” katanya. (zal)
Hasil UMKM di Pesawaran Meningkat Hingga Tembus Pasar Internasional
Pesawaran (RN) – Program dan pembinaan berkesinambungan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menunjukkan grafik yang baik.
Ketua Dekranasda Kabupaten Pesawaran Nanda Indira mengatakan, Pemkab Pesawaran melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja mencatat pada tahun 2022 jumlah UMKM yang ada berjumlah 7394 dan mengalami kenaikan pada tahun 2023 dengan 7.983 unit UMKM.
“Jika dihitung skala pertumbuhannya, UMKM di Pesawaran bertambah sebanyak 589 UMKM pada tahun 2023 atau 8 persen dari tahun sebelumnya dan masih terus meningkat pada tahun 2024 menurut data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten setempat,” kata Nanda, Minggu (29)09/2024).
irinya juga menjelaskan, Pada 2024 sejumlah manuver telah digerakkan Pemkab Pesawaran salah satunya melalui Tim bersama Kelompok Kerja Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menyelenggarakan kegiatan Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Pelaku UMKM.
Kegiatan optimalisasi ini dilakukan dalam rangka mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mempercepat realisasi program kerja TPAKD yang fokus pada peningkatan akses keuangan bagi masyarakat.
“Sebagai forum koordinasi antar lembaga pemerintah, TPAKD berperan mendorong ketersediaan akses keuangan yang lebih luas, mencari terobosan pendanaan produktif, serta melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam pembangunan ekonomi Daerah,” ujarnya.
Kemudahan akses perizinan dan sektor keuangan di Pesawaran bagi UMKM menjadi salah satu indikator bertumbuh pesatnya usaha kecil di Bumi Andan Jejama sehingga menciptakan output yang maksimal.
“Menuver ini menunjukkan Pemkab Pesawaran ingin mempertemukan kebutuhan bisnis antara pelaku usaha, mengetahui potensi-potensi kebutuhan bisnis dari sektor yang berbeda sehingga nantinya menghasilkan output berupa kemudahan bagi Para Pelaku UMKM pada sektor perizinan dan keuangan, serta menyusun agenda bersama dalam sinergi kelembagaan,” jelasnya.
Hal-hal tersebut merupakan elemen penting dalam kaitan tumbuh kembang UMKM di Pesawaran, selain dari memberikan keuntungan berupa meningkatkan percepatan akses keuangan daerah dalam mendukung perekonomian daerah dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pesawaran.
Untuk Pesawaran sendiri ada beberapa UMKM yang hasil produksinya berpotensi menembus pasar internasional. Bukan rahasia umum UMKM di bidang fashion, makanan ringan, madu dan minuman herbal yang telah masuk pasaran Korea Selatan, Turki, Australia dan beberapa negara di Timur Tengah.
“Kerja sama pelaku usaha dan pemerintah sangat diperlukan guna pengembangan UMKM itu sendiri. Karenanya pemerintah telah menyiapkan instrumen-instrumen yang nantinya bisa dimanfaatkan pelaku usaha mewujudkan suksesnya UMKM di Tanah Andan Jejama,” pungkasnya. (Rizal)
Batin Perwira Kusuma: Program “CAKEP” Paslon Nanda Anton Sangat Tepat
Pesawaran (RN) – Berpolitik harus pintar dan cerdas dalam menentukan pilihan untuk memilih pemimpin yang tepat demi kemajuan dan kemakmuran daerah serta masyarakat.
Seperti saat ini kita sedang dihadapkan dengan pesta Demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 27 November 2024 yang akan datang.
“Terkhusus masyarakat Kabupaten Pesawaran dalam menentukan pilihan untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati harus pintar dan cerdas agar Kabupaten Pesawaran lebih maju dan lebih makmur lagi kedepannya,” ucap Batin Perwira Kusuma saat bincang santai dengan awak media dikediamannya Desa Tempel Rejo Kecamatan Kedondong. Minggu (29/09/2024).
Sebagai Tokoh Punyimbang Adat Lampung Makhga Waylima menurutnya tidak ada salahnya turut serta dalam memberikan sumbang saran dan pendapat pada Pilkada ini, demi kemajuan masyarakat Kabupaten Pesawaran.
“Kita harus kaji dan analisa secara sungguh-sungguh dari sosok-sosok calonnya, baik calon Bupati maupun calon Wakil Bupatinya,” ujarnya.
“Sudah barang tentu, terutama kita lihat dari rekam jejak dan pengalamannya, selain itu kita juga harus mengkaji visi dan misi yang diusung para calon tersebut,” timpalnya.
Menurutnya, visi dan misi itu juga harus seimbang dengan sumber daya manusia yang ada di Bumi Andan Jejama ini dan apabila dilihat program Cakep yang diusung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nanda Indira -Antonius Muhammad Ali sangatlah tepat.
“Selain itu kemampuan para calon serta sampai dimana akses jejaringnya juga sangat penting. Karena jika kita memiliki kemampuan namun tidak memiliki jaringan untuk keatas ya percuma,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, dalam analisanya, setelah mentrecking dari para Paslon, menurutnya, Paslon nomor urut 2 Nanda – Anton adalah sosok yang dibutuhkan untuk kemajuan dan berkembangnya Kabupaten Pesawaran yang berjuluk Bumi Andan Jejama.
“Dengan rekam jejaknya berkecimpung di Partai Gerindra dan kita tahu Gerindra adalah Partai pemenang pada pemilu tahun 2024 ini. Selain itu Anton juga adalah anak dari tokoh politik Ahmad Mujani selaku Sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra dengan Ketua Umumnya Prabowo Subianto Presiden terpilih,” ungkapnya.
Maka dari itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali akan mampu melakukan hubungan serta menjembatani ke pusat dalam kebutuhan untuk meningkatkan kemajuan dan kemakmuran serta meningkatkan SDM masyarakat Bumi Andan Jejama. Kita semua tahu hak memilih adalah hak diri kita masing-masing, mari kita sama-sama menentukan pilihan kita dengan pintar dan cerdas.
“Mohon maaf saya Batin Perwira Kusuma, saya bukan orang partai akan tetapi saya punya hak memilih dan ikut menimbang merasa dan memberi pendapat bertujuan untuk kemajuan kabupaten yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Rizal)
Program “CAKEP” Paslon Nanda-Anton Dinantikan Kalangan Muda Pesawaran
Pesawaran (RN)- Realisasi program Kreatif dari visi misi CAKEP yang diusung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nanda Indira-Antonius M. Ali sudah sangat dinantikan bagi kalangan muda dan masyarakat yang ada di Kabupaten Pesawaran.
Pasalnya, program Kreatif dengan mengusung TABIK PUN dan INDIRA ini, dianggap mampu akan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan para kawula muda. Dalam rangka untuk menciptakan masyarakat Pesawaran yang memiliki ketrampilan, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Seperti yang diungkapkan Soffa (19) warga Desa Taman Sari Kecamatan Gedong Tataan, bahwa dirinya sangat antusias dengan adanya program yang diusung paslon Nanda-Anton tersebut.
Karena menurut dia, dalam program Kreatif tersebut, terdapat Training dan Bantuan Modal, untuk masyarakat Pesawaran yang akan membuka usaha. Terutama bagi dirinya dan kawan-kawannya yang baru lulus sekolah dan tidak melanjutkan ke jenjang kuliah.
“Saya sangat menantikan program ini berjalan. Karena pastinya akan sangat membantu saya yang tidak lanjut kuliah. Jadi nggak sabar nunggu pemilihan. Karena saya mau pilih Bu Nanda biar jadi Ibu Bupati Pesawaran,” kata dia, Jumat 27 September 2024.
Hal senada juga dikatakan Ade Aulia (22) warga Kecamatan Way Lima, yang menilai program Kreatif dari visi misi Paslon Nanda-Anton akan berperan penting dalam pemerintahannya jika terpilih nanti.
Apalagi program ini, kata dia, menyentuh langsung kaum muda sebagai generasi penerus bangsa, yang saat ini sangat butuh perhatian lebih dari pemerintah.
“Saya sangat mendukung program ini. Karena saya sebagai generasi muda, butuh bimbingan. Dan jika program ini terealisasi, akan sangat membantu kami sebagai generasi muda yang ingin tumbuh sebagai generasi unggul seperti visi misi Ibu Nanda dan Pak Anton,” kata dia.
Tentunya saya akan pilih Bu Nanda dan Pak Anton. Semoga satu suara dari saya ini bisa memberi kontribusi untuk terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2024-2029, ucap mahasiswi SI Malahayati ini.
Lain hal nya dengan yang disampaikan oleh Yuni (45) warga Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan yang menganggap program Kreatif dari visi misi CAKEP yang diusung Nanda-Anton ini akan menjawab pertanyaan setiap orang tua yang khawatir dengan masa depan anak-anaknya yang tidak melanjutkan ke jenjang kuliah.
Program Kreatif ini, kata dia, sangat diharapkan dapat berjalan dan terealisasi. Agar anak-anak muda yang ada di Kabupaten Pesawaran, termasuk dua orang anaknya yang baru lulus ini nantinya bisa memiliki ketrampilan untuk masa depan yang lebih baik.
“Saya sebagai masyarakat dan orang tua sangat mengapresiasi, dan berharap program ini dapat berjalan kedepannya. Dan saya akan pilih Bu Nanda. Supaya program ini dapat segera terealisasi,” ungkapnya.
Menyikapi hal ini, Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan bahwa, dirinya bersama Antonius M. Ali akan konsen terhadap perkembangan dan masa depan anak-anak muda di Kabupaten Pesawaran.
Dia mengungkapkan, realisasi program Kreatif dari visi misi CAKEP akan memberikan dampak yang luar biasa, serta dapat menciptakan generasi-generasi unggul di kabupaten yang berjuluk Bumi Andan Jejama tersebut.
Tidak hanya untuk anak-anak muda, lanjut Nanda, masyarakat Pesawaran juga akan merasakan program Kreatif ini. Karena dalam program ini sudah di siapkan untuk masyarakat Pesawaran. Yaitu training, bantuan modal, insentif, kolaborasi, dan pusat perbelanjaan (TABIK PUN). Serta Integrasi, Digitalisasi, dan Regenerasi (INDIRA).
“Melalui program kerja Kreatif ini, kita sudah menyiapkan segala sesuatunya. Dengan misi kami yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Pesawaran berbasis kearifan lokal. Serta pemberdayaan generasi milenial untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Antonius M. Ali menambahkan, pemuda sebagai generasi bangsa, harus memiliki peran dalam memajukan Kabupaten Pesawaran.
“Dan dengan program Kreatif yang kita usung dalam visi misi CAKEP, akan menggandeng para pemuda dan masyarakat, agar Pesawaran makin maju lagi,” ungkapnya. (Rizal)
