Bupati Pesawaran Serahkan Bantuan Bedah Rumah Layak Sehat dari Baznas

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyerahkan bantuan program Bedah Rumah Layak Sehat (BERKAT) yang berasal dari himpunan dana umat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran. Penyerahan bantuan dilangsungkan di Aula Pemkab Pesawaran diberikan kepada warga serta lembaga yang membutuhkan. Bantuan disalurkan kepada tiga penerima manfaat, yakni Madrasah Ibtidaiyah Pahumungan Desa Way Kepayang, Kecamatan Kedondong, sebesar Rp5 juta untuk perbaikan fasilitas pendidikan. Sementara itu, bantuan senilai masing-masing Rp16 juta diberikan kepada dua warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, yaitu Safrudin, warga Desa Kota Jawa, Kecamatan Way Khilau, dan Purmanto, warga Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon. Ketua Baznas Pesawaran Abdul Hamid menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan telah melalui proses survei dan diprioritaskan bagi warga yang dalam kondisi mendesak. Semua penerima bantuan telah melalui tahapan survei dan verifikasi untuk selanjutnya dipilah kembali dengan melihat kondisi rumah dan urgensinya di lapangan. “Alhamdulillah, Baznas bisa membantu warga yang memang dalam kondisi darurat. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan mendapat dukungan dari aparat desa agar memberikan manfaat dan keberkahan bagi penerima dan keluarganya,” kata Hamid Rabu (21/05/2025). Bupati Dendi Ramadhona mengatakan, kepada para kepala desa untuk mengajak perangkat dan warga bergotong royong membantu pembangunan rumah bagi warga penerima manfaat. “Program ini tidak akan berhasil maksimal tanpa gotong royong. kepala desa ikut menggerakkan warga untuk kerja bakti agar proses pembangunan lebih cepat dengan semangat kebersamaan,” kata Dendi. Salah satu penerima, Purmanto menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima. Sebelumnya Purwanto yang juga merupakan seorang buruh tani itu mengatakan bahwa huniannya hanya berupa gubuk yang sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. “Rumah saya sebelumnya gubuk, dihuni empat orang yakni istri dan dua anak. Anak saya yang besar berusia 21 tahun, yang kecil masih kelas 5 SD. Bantuan ini tentu sangat berarti dan membantu buat kami,” ungkap Purwanto. Pj Kepala Desa Purworejo Dean Adi Nugroho, turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten dan Baznas terhadap warganya yang membutuhkan. Program BERKAT sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan Baznas dalam mewujudkan hunian layak bagi masyarakat di Kabupaten Pesawaran. “Kondisi rumah Pak Purmanto memang sangat memprihatinkan dan hampir ambruk. Saat kami laporkan, langsung mendapat respon cepat dari Bupati dan Baznas. Selanjutnya kami akan tindak lanjuti dengan gotong royong warga untuk membangun rumah yang layak,” ungkapnya. (zal)

Resmi Dilantik, PDPM Pesawaran Siap Gerakkan Pemuda Progresif dan Islami

0
Pesawaran (RN) – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pesawaran periode 2024–2028 resmi dilantik oleh Bupati Pesawaran pada Rabu, (21/5/2025) di Aula Pemkab Pesawaran. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah di Bumi Andan Jejama. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen strategis, antara lain Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Organisasi Pemuda Muhammadiyah, Kwarda Hizbul Wathan Pesawaran, serta para pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Daerah Pesawaran. Pelantikan kepengurusan ini didasarkan pada Surat Keputusan Nomor: 1.5/047/1446 tentang Penetapan Susunan Personalia Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pesawaran Periode 2024–2028. Dalam struktur yang baru, Maulana Fajrin resmi menjabat sebagai Ketua, didampingi oleh Bahrozi Hidayat sebagai Bendahara dan Andi Pebriudin sebagai Sekretaris. Total terdapat 35 orang pengurus yang dilantik dan akan mengemban amanah di berbagai bidang, seperti organisasi, dakwah, pendidikan, hukum, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan. Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar kepengurusan baru mampu membawa Pemuda Muhammadiyah lebih progresif dan kontributif. Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan juga dinilai penting dalam menciptakan masyarakat yang maju, mandiri, dan berdaya saing. “Mudah-mudahan dengan adanya acara pengukuhan ini, gerak dan juga tujuan dari pada pimpinan daerah pemuda Muhammadiyah pesawaran ini dapat tercapai dimasa kepemimpinan saudaraku fajrin” ujar Bupati. Sementara itu, Ketua PDPM terpilih Maulana Fajrin menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan dan program-program yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Ia berkomitmen dalam peningkatan kualitas kader sebagai fondasi utama dalam memperkuat peran dan kontribusi Pemuda Muhammadiyah di tengah masyarakat. Perwakilan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Lampung, Erfan Zain turut memberikan dukungan dan menyampaikan harapannya agar PDPM Kabupaten Pesawaran dapat berkembang menjadi salah satu organisasi Pemuda Muhammadiyah yang maju, unggul, dan bermartabat di Provinsi Lampung. Melalui kepengurusan yang baru dan semangat kolaboratif yang tinggi, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pesawaran diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan positif bagi generasi muda dan masyarakat luas. (zal)

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat

0
Pesawaran (RN)- Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tahun 2025 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Selasa (20/5/2025), dengan mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.” Upacara dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Pesawaran, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para staf ahli bupati, asisten daerah, kepala perangkat daerah, pejabat administrator dan pengawas, seluruh ASN (PNS dan PPPK), serta staf Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) di lingkungan Pemkab Pesawaran. Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Wildan, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dimaknai bukan sekadar mengenang tanggal bersejarah, tetapi momen untuk membuka kembali lembaran penting perjuangan bangsa yang dimulai dengan lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, tonggak awal semangat kebangsaan, kesadaran kolektif, dan keberanian untuk menolak penjajahan. “117 tahun lalu, bangsa ini membuktikan bahwa kemajuan hanya dapat diraih jika kita berdiri di atas kekuatan sendiri,” ujar Sekda Wildan. Memasuki 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah pusat telah memulai langkah-langkah nyata yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Program Makan Bergizi Gratis disebut telah menjangkau lebih dari 3,5 juta anak Indonesia, menjadi pondasi penting bagi masa depan bangsa yang sehat dan cerdas. Di bidang kesehatan, lebih dari 777.000 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Akses layanan ini kini juga dipermudah melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti konsultasi daring dan informasi medis berbasis aplikasi, sehingga layanan kesehatan semakin cepat, mudah, dan merata. Sementara itu, untuk memperkuat perekonomian nasional, dibentuk Danantara Investment Agency sebagai badan pengelola kekayaan nasional agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Dalam sektor pengembangan SDM, pemerintah mempercepat pelatihan vokasi dan penguatan talenta digital guna menghadapi tantangan transformasi teknologi, termasuk dengan membangun AI Centre of Excellence di Papua. Pemerintah juga mengedepankan perlindungan sosial di ruang digital dengan meluncurkan PP TUNAS (Tata Kelola dan Pelindungan Anak di Ruang Digital) untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan beretika bagi anak-anak. “Semua langkah ini berpulang pada satu tujuan besar yakni membangun masa depan yang lebih maju dan berpihak pada rakyat,” serunya. Sekda juga turut menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan Asta Cita, delapan misi besar pembangunan nasional, sebagai arah kebijakan kebangkitan baru Indonesia. Seluruh kebijakan dan program diarahkan agar setiap warga negara, baik di kota maupun pelosok desa, merasa dilibatkan dan diberdayakan dalam proses kemajuan bangsanya. “Bangkit perlahan, tumbuh kuat, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” pungkasnya. (zal)

Hardiknas 2025 Momentum Cerdaskan Kehidupan Bangsa Dengan Pendidikan Bermutu 

Pesawaran (RN) – Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.  Hal itu disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Pemkab Pesawaran Senin, (5/5/2025). “Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu,” kata Dendi. Dendi juga mengatakan, Hal ini sejalan dengan Asta Cita keempat, di mana Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan menuju Indonesia yang adil dan makmur. “Presiden bertekad memajukan pendidikan nasional melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan pembelajaran digital, serta peningkatan kualitas, kualifikasi, dan kinerja guru,” ujarnya. Upaya ini dilakukan melalui pemenuhan standar kualifikasi, pengembangan kompetensi, serta peningkatan kesejahteraan guru. Dengan demikian, guru diharapkan tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran, tetapi juga berperan sebagai mentor dan konselor bagi para murid. Maka dari itu, kerja sama seluruh pihak, pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa menurut Bupati penting dalam mendukung kemajuan pendidikan. Lebih lanjut, sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan berbagai langkah nyata dalam membangun layanan pendidikan bermutu. Secara manajerial, kementerian memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, diterapkan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), pemberlakuan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Sementara itu, dalam aspek pedagogis untuk membentuk karakter peserta didik, kementerian menginisiasi program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal. Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan program “Pagi Ceria” yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Untuk pendidikan anak usia dini, diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu-lagu anak-anak untuk mendukung pembentukan karakter sejak dini. “Pendidikan merupakan sektor yang begitu dinamis, bukan hanya bicara sarana prasarana dan fasilitas tapi juga bicara SDM. Maka dari itu, pemenuhan tenaga pengajar di sektor pendidikan menjadi salah satu hal yang harus menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya. Diketahui, diakhir Upacara Hardiknas 2025, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Pesawaran secara simbolis kepada pegawai yang dinyatakan lolos sebagai CPNS dan P3K di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. (zal)

Sebanyak 196 Calon Jamaah Haji Kabupaten Pesawaran Kloter Pertama Diberangkatkan

Pesawaran (RN) – Sebanyak 196 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Pesawaran Tahun 2025 yang tergabung dalam kloter 43 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan menuju Tanah Suci. Pelepasan ratusan CJH dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sunyoto mewakili Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bertempat di Aula Islamic Center, Gedong Tataan Senin, (19/5/2025). Kepala Kemenag Pesawaran H. Farid Wajedi menyampaikan, total calon jamaah haji asal Pesawaran tahun 2025 berjumlah 213 orang. Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 43 sebanyak 196 orang, diberangkatkan pada 19 Mei 2025, Kloter 56 sebanyak 15 orang, dijadwalkan berangkat pada 25 Mei 2025, dan Kloter 61 sebanyak 2 orang, digabung dengan jamaah dari Provinsi Lampung, Banten, dan Jakarta. “Adapun 196 orang yang berangkat hari ini, terdiri atas 96 pria dan 100 wanita dari 11 kecamatan dengan rincian Gedong Tataan (35 orang), Negeri Katon (87), Tegineneng (20), Way Lima (8), Padang Cermin, Way Ratai dan Teluk Pandan (39), Punduh Pedada (6), Kedondong (22), Marga Punduh (7), dan Way Khilau (14 orang),” kata dia. Diketahui, rombongan CJH kloter pertama ini akan menuju Asrama Haji Bandar Lampung sebelum bertolak ke Bandara Raden Intan sekitar pukul 20.00 WIB. Selanjutnya, mereka dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Jeddah pada 20 Mei 2025 pukul 02.40 WIB. Bupati Pesawaran melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sunyoto dalam amanatnya menyampaikan agar ibadah haji yang akan dilaksanakan hendaknya akan bermuara pada perubahan perilaku, tidak hanya menjadi lebih baik bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain, daerah, bangsa dan negara. Para jamaah diminta untuk menjalankan ibadah haji dengan sungguh-sungguh dengan menaati aturan, serta menggunakan kesempatan yang baik ini untuk memperbanyak ibadah di Tanah Suci, sehingga dapat menjadi Haji yang Mabrur Mabruroh. “Khusus kepada Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan ketua rombongan, saya menghimbau agar saudara dapat melaksanakan tugas dan kewajiban saudara dengan sebaik-baiknya dengan mengutamakan kepentingan bersama,” ujarnya. Sementara itu, jemaah calon haji termuda di Pesawaran, Bagas mengaku bangga dan senang karena bisa berangkat haji di usia yang masih muda. Berbagai persiapan pun telah ia lakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci, mulai dari mengikuti manasik hingga menyiapkan berbagai kelengkapan yang dibutuhkan selama menjalankan ibadah suci. “Perasaan saya sangat senang bisa berangkat haji di usia muda. Saya sudah menyiapkan diri melalui manasik dan kelengkapan lainnya,” ujar Bgas. Diketahui tahun ini CJH termuda asal Pesawaran adalah Bagas Diandra Wiratama (23 tahun) dari Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan. Ia berangkat menggantikan ayahnya yang telah terdaftar sejak 2013. Sementara, CJH tertua adalah Syahrial Dadang Karim (90 tahun) dari Kecamatan Teluk Pandan. (zal)

Tak Ada yang Abadi

Lampung- Dunia politik pasti selalu dinamis. Dinamika itu tergambar dalam perubahan sikap para pelaku yang memperebutkan kekuasaan. Kekuasaan itulah yang nantinya akan mempengaruhi kebijakan  Aktivitas politik itu para pelaku yang terlibat pun menggambarkan perubahan sikap, atau perasaan seseorang terhadap sesuatu dalam berpolitik menjadi fenomena yang dianggap lazim. Dari awalnya tidak suka atau benci menjadi suka atau cinta. Fenomena ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti perubahan kebijakan, pendekatan yang lebih persuasif, atau pengalaman pribadi yang mengubah persepsi seseorang. Ada beberapa kemungkinan alasan perubahan seseorang yang dulunya benci sekarang menjadi cinta, seperti fenomena yang terjadi di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Dalam pemilihan Pilkada Pesawaran yang digelar pada tanggal 27 November 2024 yang lalu, banyak orang yang saling menghujat bahkan tidak tau mana lawan mana kawan. Banyak yang saling berlomba-lomba menjadi tim sukses untuk masing-masing calon, agar calon yang mereka jagokan duduk di kursi singgasana. Tapi itu lah politik, mempunyai seni yang berbeda dengan yang lainnya, dari sebelumnya benci menjadi cinta setengah mati, tidak sedikit gara-gara beda pilihan banyak orang saling menghujat dan saling menjatuhkan. Tidak kenal itu lawan atau kawan bahkan saudara kandung pun saling menghujat demi tercapainya kemenangan calon yang mereka dukung. Menurut para pakar, sering kali menggambarkan politik sebagai arena yang kejam dan tanpa belas kasihan. Beberapa alasan yang mendasari pandangan ini antara lain, persaingan kekuasaan politik melibatkan persaingan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, yang dapat menyebabkan individu atau kelompok menggunakan taktik tidak etis atau merugikan orang lain. Konflik dan pertentangan perbedaan pendapat dan kepentingan dapat memicu konflik dan pertentangan, menciptakan suasana politik yang keras dan kadang-kadang kejam. Seperti suhu Politik di Kabupaten Pesawaran semakin panas menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar pada tanggal 24 Mei mendatang, setelah calon bupati terpilih didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) karena tidak memiliki Ijazah SMA atau sederajat. Perasaan suka atau benci dapat berubah seiring waktu karena faktor emosi, seperti empati atau kesan pribadi yang lebih positif. Dalam politik, perubahan sikap ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk komunikasi politik, kebijakan publik, dan dinamika sosial. Gelombang demokrasi yang terjadi di Kabupaten Pesawaran berbagai kampanye digital telah menggeser paradigma publik terhadap politik. Perlahan menjadi ajang permusuhan. Hal ini didasari atas perbedaan pilihan. Perbedaan pandangan terus diinjeksi menjadi kebencian. Sehingga, warna-warni pilkada menjadi ajang permusuhan antar sesama. Dalam pelaksanaan PSU mendatang yang akan digelar pada tanggal 24 mei, berbagai isu telah dipaparkan di ruang publik untuk menarik atensi publik. Bahkan kampanye kotor seperti isu Suku, Agama, Ras dan antar Golongan atau SARA tidak luput dari menu politik. Isu SARA merupakan bagian dari politik kotor yang akan menciderai proses politik lokal. Bagaimanapun, isu-isu tersebut tidak hanya melegitimasi calon kepala daerah. Namun berpotensi terjadi konflik horizontal di aras lokal. Untuk membentuk demokrasi lokal yang berkualitas, partisipasi parpol dibutuhkan perannya, Ketua tim pemenangan masing masing calon agar memberikan edukasi para pendukung calon untuk tidak melakukan praktik politik kebencian, politik kotor, dan juga politik uang, dan isu SARA. Memang berpolitik tidak ada yang abadi, dalam mendukung calon dalam kontestasi pilkada yang ada di Kabupaten Pesawaran, hari ini benci sekarang cinta, dalam berpolitik itu Sah-sah saja, tabik pun. (**)

Pesawaran Tuan Rumah Perayaan Harlah ke-75 Fatayat NU Lampung

Pesawaran (RN)  – Kabupaten Pesawaran menjadi tuan rumah perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-75 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Sabtu (17/5/2025). Kegiatan ini dirangkai bersamaan dengan prosesi pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pesawaran masa khidmat 2025–2030. Mengusung tema “Organisasi Digdaya, Perempuan Berkarya dan Berdaya Saing. Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati, dalam sambutannya menyebut, bahwa Fatayat diberi mandat oleh NU untuk mencetak pemimpin perempuan yang memiliki gerakan nyata demi kemaslahatan umat. “Usia 75 tahun bukan sekadar angka, tapi mencerminkan pengabdian panjang terhadap agama, bangsa, dan negara. Kami terus memperjuangkan hak-hak dasar perempuan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hukum, hingga sosial budaya,” ujarnya. Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian peringatan Harlah ini, di antaranya istighosah untuk mendoakan para pemimpin bangsa, pendidikan politik perempuan guna meningkatkan literasi politik di kalangan perempuan, serta peluncuran kelas menjahit dan bordir melalui Balai Latihan Komunitas di Desa Kresno Maju, Kecamatan Negeri Katon. Selain itu, turut digelar bazar UMKM yang mendukung perekonomian lokal serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Seluruh kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas hidup perempuan. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Fatayat NU yang selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Bupati mengapresiasi peran Fatayat NU yang telah menghasilkan berbagai produk ekonomi kreatif melalui balai pelatihan kerja yang menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Terkait pelantikan pengurus Fatayat NU Pesawaran, Bupati berharap para anggota pengurus ke depan, dapat semakin peka terhadap persoalan perempuan. Selain itu sinergi bersama pemerintah dan juga stakeholder sangat dibutuhkan untuk merealisasikan berbagai program yang sudah dibangun. “Saya harap Fatayat dan organisasi perempuan lainnya bisa menjadi teladan bagi kaum perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, serta mencetak generasi berakhlakul karimah,” ujar Bupati. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut mengapresiasi kontribusi Fatayat NU sebagai salah satu pilar kekuatan perempuan di Lampung. Fatayat telah bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, UMKM, kesehatan, dan sosial. Mereka hadir di tengah masyarakat sebagai sahabat bagi generasi yang moderat, toleran, dan ramah. Gubernur juga menyebut, Fatayat merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa. Salah satu persoalan mendasar yang saat ini dihadapi Provinsi Lampung yakni masalah indeks pembangunan manusia. Untuk itu, Gubernur Mirza menekankan pentingnya peran perempuan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lampung. “Masalah IPM menjadi tantangan besar. Fatayat harus terus mendorong pendidikan hingga ke tingkat desa dan keluarga. Pemerintah Provinsi siap berkolaborasi dalam membela hak-hak perempuan dan menciptakan generasi penerus yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (zal)

Jelang PSu Pemkab Pesawaran Gelar Rakor Fokus Keamanan Jelang Pencoblosan

0
Pesawaran (RN) – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran pada 24 Mei 2025 mendatang, Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pemantauan PSU di Aula Pemkab Pesawaran, Kamis (15/5/2025). Rakor ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan PSU berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Wildan yang mewakili Bupati Pesawaran, unsur Forkopimda seperti Dandim 0421/Lamsel yang diwakili Pabung Pesawaran, Komisi III DPRD Pesawaran Evi Susina, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fuad Alfano Adi Chandra, Ketua Pengadilan Negeri Gedong Tataan Nugraha Medica Prakasa, serta jajaran kepala perangkat daerah, kepala bagian, dan camat se-Kabupaten Pesawaran. Dalam pemaparannya, Sekda Wildan menegaskan atensi khusus dari Menteri Dalam Negeri terhadap daerah yang akan melaksanakan PSU. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain penyelesaian anggaran PSU, penguatan koordinasi keamanan dengan Forkopimda khususnya di wilayah rawan konflik, serta jaminan netralitas aparatur sipil negara (ASN). “Jika dibutuhkan, pemerintah daerah dapat mengusulkan tambahan pengamanan kepada Kapolda atau Kapolri. Pemungutan suara harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut stabilitas daerah,” ujar Sekda. Menjelang penyelenggaraan Pemilu, Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk PSU Pesawaran tercatat sebanyak 347.979 pemilih, terdiri dari 177.170 pemilih laki-laki dan 170.809 perempuan. PSU akan dilaksanakan di 759 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 148 desa. Selain itu, dalam Rakor ini juga turut dibahas mengenai strategi sinergi lintas sektor dalam mendukung suksesnya pelaksanaan PSU. Kolaborasi akan melibatkan KPU sebagai penyelenggara, pengawas seperti Bawaslu dan DKPP, aparat keamanan (TNI, Polri, Satpol PP, Satlinmas), pemerintah daerah, partai politik dan pasangan calon, media, serta masyarakat. “Dukungan konkret dari Pemerintah Daerah meliputi penjaminan ketersediaan anggaran hibah dari APBD, menjaga stabilitas politik dan pemerintahan, memperkuat sinergi Forkopimda, dan menjunjung netralitas ASN selama proses pemilu berlangsung,” kata Sekda. Dalam rangka menjamin keamanan PSU, Kapolres Pesawaran diwakili Kabag Ops Edy Saputro menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan beberapa TPS yang dikategorikan rawan, antara lain 10 TPS di Kecamatan Marga Punduh dan Pulau Legundi, 3 TPS di Kubu Batu, serta 1 TPS di Bumi Agung. “Kami telah menyiapkan upaya mitigasi dengan melibatkan Brimob dan memperkuat komunikasi di lokasi rawan, termasuk penambahan jaringan internet dan sinyal HT. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga akan berkoordinasi dengan PPS dan PPK untuk memastikan penempatan TPS aman dari potensi bencana seperti banjir,” jelasnya. Rakor ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini pelaksanaan PSU diharapkan dapat berjalan transparan, akuntabel, serta mencerminkan demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Pesawaran. (zal)

BPS Pesawaran Gelar Pembinaan Statistik Sektoral untuk Tingkatkan Kualitas Data Daerah

0
Pesawaran (RN)- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran menggelar pembinaan tahap pertama statistik sektoral dengan tema Identifikasi Kegiatan Statistik dan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) di Aula BPS Kabupaten Pesawaran, jumat (9/5/2025).  Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, antara lain Bappeda Kabupaten Pesawaran selaku Sekretariat Satu Data Kabupaten Pesawaran, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Pesawaran selaku Walidata, Dinas Perikanan, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pesawaran yang menjadi lokus pembinaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dan kualitas data statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Gunawan Catur Prasetyo, menyebut pembinaan statistik sektoral memiliki peran penting dalam menghasilkan data yang komprehensif dan akurat di berbagai sektor seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan. Statistik sektoral merupakan data yang dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan sektor-sektor tertentu. Hal ini memberikan gambaran spesifik mengenai kondisi di masing-masing bidang, serta penting untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan. Kepala BPS juga menyebut keterlibatan lintas dinas sangat dibutuhkan karena setiap perangkat daerah memiliki data yang saling melengkapi. Kolaborasi ini guna memastikan data yang dihasilkan menjadi lebih lengkap, berkualitas, dan dapat digunakan secara efektif untuk pengambilan keputusan baik di tingkat kabupaten maupun nasional. Pembinaan statistik sektoral bertujuan untuk mendukung pengambilan kebijakan yang terintegrasi dan berbasis bukti. Dengan penguatan data sektoral, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas dan keandalan data sektoral, memperkuat tata kelola data yang baik dan terstandarisasi, serta mendukung pelaksanaan program Satu Data Indonesia dan pengembangan Sistem Statistik Nasional yang efektif dan efisien di Kabupaten Pesawaran. “Melalui langkah ini, BPS Kabupaten Pesawaran berkomitmen mewujudkan ekosistem data yang lebih kuat, transparan, dan berdaya guna untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Kepala BPS. (zal)

Perbaikan Ekosistem, Pemprov Lampung dan Pemkab Pesawaran Tanam 2 Ribu Bibit Mangrove  

Pesawaran (RN) – Upaya mendorong perbaikan ekosistem di wilayah pesisir. Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemkab Pesawaran Tanam 2 ribu bibit mangrove dan Pemasangan Approstrap yang dilaksanakan di Tambak PT. Indocom Samudra Persada, Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Kamis, (8/5/2025). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Lampung, yang bertujuan untuk mengatasi perubahan iklim global dan menekan laju abrasi pantai. “Melalui kegiatan ini, Pemprov Lampung mengajak seluruh stakeholder provinsi, kabupaten/kota, dan pelaku usaha budidaya tambak untuk bersama-sama mendorong perbaikan lingkungan pesisir,” kata Liza Derni. Dirinya juga menjelaskan, Selain penanaman mangrove, diperkenalkan pula teknologi Approstrap, sebuah inovasi alat pemecah ombak dan perangkap sedimentasi untuk mengatasi abrasi pantai. “Approstrap dipasang di sepanjang bibir pantai untuk menahan gelombang, menjaga ekosistem pasir, serta membantu memperbaiki kesuburan lahan pantai. Kegiatan rehabilitasi ini telah dilakukan di tujuh kabupaten/kota sebelumnya, dan khusus di lokasi Desa Gebang ini ditanam sebanyak 2.000 bibit mangrove,” ujarnya. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan para pelaku usaha sektor perikanan dan kelautan. Gubernur menyebut Pemprov Lampung berkomitmen memperkuat ketahanan pesisir dengan mengembangkan rehabilitasi ekosistem mangrove melalui kolaborasi bersama pemerintah kabupaten/kota, swasta, akademisi, dan komunitas. “Selain itu, yang tak kalah penting adalah meningkatkan kesadaran lingkungan di tengah arus investasi dan pertumbuhan penduduk yang telah menggerus keberlangsungan hutan mangrove di Lampung,” ujar Gubernur. Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengapresiasi seluruh pihak yang telah aktif dalam rehabilitasi mangrove, baik dari pemerintah, dunia pendidikan, swasta, LSM, hingga masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus berupaya dan konsisten untuk melakukan rehabilitasi mangrove, termasuk di areal terbuka dan bekas tambak yang tidak produktif, untuk mengembalikan fungsi kawasan menjadi hutan mangrove. “Saya berharap penanaman mangrove ini akan memberikan kontribusi besar dalam melestarikan keanekaragaman hayati, memperluas daerah resapan air, menjaga fungsi paru-paru dunia, serta menciptakan potensi destinasi wisata baru yang menarik di wilayah pesisir,” pungkasnya. (red)