Door to Door, Warga Desa Karangrejo Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19
Mabar Offroad Se-Nusantara, Bupati Pesawaran: Promosikan Produk Wisata
“Pesawaran memiliki 18 pantai, 19 objek wisata air terjun, tiga sumber air panas, satu kampung tapis, dan satu kampung adat. Segala potensi yang kita miliki ini dapat kita promosikan kepada masyarakat luas melalui pemerintah, masyarakat ataupun kegiatan event event berskala nasional seperti yang digelar pada hari ini,” ujar dia.
Sementara itu, Wawansyah ketua SKIn Pengda Lampung mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan pada hari ini berjumlah 86 mobil, yang berasal dari beberapa provinsi yang ada di Sumatera.
“Mayoritas peserta dari Pulau Sumatera, ada yang dari Sumatera Selatan seperti Palembang, kemudian Jambi, Bengkulu kemudian Lampung karena kita tuan rumahnya. Jumlah ini juga kita batasi karena mengingat saat ini situasi masih dalam kondisi pandemi, makanya jumlah peserta kita batasi,” kata dia.
“Sebelum peserta turun ke jalur, dari pihak panitia melakukan scrut kendaraan peserta terlebih dahulu, apakah memang sudah sesuai standarnya atau belum, dari 100 peserta yang mendaftar didapati 86 yang sudah layak untuk turun ke lintasan,” katanya.
Menurutnya, dengan digelarnya event berskala nasional di Kabupaten Pesawaran, dapat membantu pemerintah Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pesawaran dalam memperkenalkan segala potensi wisata yang ada, serta menghidupkan kembali roda perekonomian setelah pandemi yang melanda selama ini.
“Kita ketahui, Pesawaran memiliki banyak kekayaan alam, mulai dari Gunung sampai lautnya, selain itu juga karena para peserta ini banyak dari luar daerah mereka juga tentunya akan memburu cindera mata khas yang ada di Pesawaran, hal ini yang dapat menghidupkan kembali UMKM yang ada di Bumi Andan Jejama ini, itu tujuan dilaksanakannya kegiatan pada hari ini,” ujarnya. (Red) Dimasa Pandemi, Komunitas Pesat Bersama Komil Gelar Baksos dan Himbau Prokes
Pesawaran (HO) – Dimasa Pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Bunut Sebrang Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran menggandeng Komunitas Pesawaran Adventure Trail (Pesat) bersama Komunitas Independent Lampung (Komil), menggelar bakti sosial dengan mengendarai sepeda motor trail, memberikan bantuan usaha dan sembako kepada warga serta memberikan santunan kepada kaum duafa di Dusun Cadasari desa setempat.
Kepala Desa Bunut sebrang, Misbahush Shurur mengatakan, Tak hanya sekedar menyalurkan hobi berpetualang berkendara di alam bebas, komunitas Pesat dan Komil juga menunjukan kepedulian dengan menggelar Baksos untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan.
“Selain Hobby berpetualang, dimasa pandemi Covid-19, komunitas ini bersama pemerintah Desa Bunut Sebrang juga memberikan himbauan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan memberikan bantuan modal usaha dan sembako, kepada warga serta kaum duafa yang membutuhkan,” terangnya kepada media Handalonline.com, Jumat (18/3/2022).

Misbahush Shuru, kepala desa termuda di Kabupaten Pesawaran merasa sangat terbantu dengan adanya bakti sosial yang dilaksanakan, sebab saat ini sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan untuk segi perekonomian sedang dalam keadaan yang kurang stabil.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Bunut Sebrang ketika menjalankan aktivitasnya agar tetap menerapkan prokes, dan melakukan vaksinasi agar imun tetap terjaga sesuai dengan petunjuk pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat,” ujarnya.
Ketika ditanya programnya dalam memimpin desa, Misbahush Shuru menjelaskan untuk prioritas utama melaksanakan pembangunan yang merata di setiap dusun yang ada di desanya, sesuai dengan Visi Misi dirinya menjadi kepala desa.
“Selain itu meningkatkan Sumber Daya manusia untuk meningkatkan kualitas melalui program pendidikan dan pelatihan agar menciptakan sebuah produk yang berkualitas untuk kesejahteraan warganya,” tuturnya.
“Dan saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan komunitas yang telah melaksanakan baksos di Desa Bunut Sebrang, semoga bantuan tersebut dapat membantu dan meringankan ekonomi di masa pandemi Covid-19 saat ini,” ucapnya. (Indra Jaya)
Jalin Sinergitas, PWI Pesawaran Gelar Audensi Bersama PTPN VII Unit Way Berulu
Diketahui luas perkebunan yang dikelola PTPN VII Unit Way Berulu itu mencapai 1.065 hektare lahan produktif, dengan luasan tersebut setidaknya telah menyerap sebanyak 298 pekerja yang mayoritas diambil dari warga desa penyangga perkebunan.
Sugeng juga memaparkan pertumbuhan produksi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tercatat pada 2021 produksi karet rata-rata per hektar mencapai 2.400 kilogram. Selain itu, perkebunan plat merah itu juga masuk dalam sepuluh besar BUMN yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian di Indonesia.
“Keberhasilan PTPN VII Way Berulu juga tak lepas dari dukungan stakeholder serta masyarakat di Pesawaran, dengan dua belas desa penyangga di sekitar areal perkebunan yang ada di dua kecamatan, Negerikaton dan Gedongtataan,” sebutnya.
Bahkan, selama pandemi PTPN VII Unit Way Berulu tetap eksis untuk berproduksi, dengan dua pabrik pengolahan yang ada. Perkebunan itu menjalankan bisnis utama pengolahan karet khususnya produk olahan RSS (Rihbed Smoked Sheet) dan SIR (Standard Indonesia Rubber).
Ketua PWI Kabupaten Pesawaran, M Ismail mengatakan kunjungan itu menjadi momentum yang tepat untuk menjalin komunikasi dan koordinasi terkait berbagai program khususnya yang berhubungan kemaslahatan masyarakat di wilayah setempat.
“Kita juga berkomitmen untuk mendukung program PTPN VII Way Berulu yang bermanfaat bagi masyarakat, selain itu juga turut menjaga stabilitas serta mendukung perekonomian warga Pesawaran dengan penyerapan tenaga kerja di wilayah setempat,” katanya.
Ismail berharap, ke depan kehadiran perkebunan warisan Belanda itu dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan perekonomian masyarakat. Selain itu, sinergitas bersama perlu terus dilakukan utamanya dalam mendukung program pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat. (Red) Kades Negara Saka, Bakal Tersandung Hukum, Diduga Korupsi Dana Desa
Masyarakat Mendesak, Aparat Penegak Hukum Memanggil dan Periksa Saironi
Pesawaran (HO) – Saironi Kepala Desa Negara Saka Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran bakal tersandung hukum, disinyalir dalam penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan 2021 diduga banyak terjadi penyimpangan.
“Kami mendesak Kejaksaan Negeri serta Tipikor Polres Pesawaran untuk melakukan pengumpulan data dan keterangan terkait penggunaan Dana Desa, karena kami menduga Kades Saironi telah menyimpang kan anggaran DD hingga ratusan juta rupiah,” ungkap salah satu masyarakat Dusun 3 MH (38) kepada Media Handalonline.com Kamis (17/3/2022).
Salah satu masyarakat Dusun II yang nama nya minta di rahasiakan untuk sementara waktu, mengatakan sejak awal tahun 2020 kades Saironi menjabat belum banyak perubahan yang signifikan begitu dalam pengelolaan Dana Desa dan BLT-DD terkesan kucing-kucingan tidak transparan dan kurang melibatkan masyarakat.
Diketahui untuk anggaran tahun 2020 Pembelian Ambulan Desa nama item Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 191.800.000, ada juga Pelatihan Penyuluhan Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp.10.000.000, kemudian Pengadaan Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda patroli Rp. 5.060.000, Koordinasi Pembinaan Ketentraman, Ketertiban, dan Pelindungan Masyarakat dengan masyarakat instansi pemerintah daerah Rp. 12.000.000.

Ada juga Pembinaan group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 8.000.000, kemudian Pembinaan Karang Taruna Klub Kepemudaan Klub Olah raga Rp. 5.760.000, kemudian Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa Lumbung Desa Rp. 28.000.000, Kemudian Pemeliharaan Sumber Air Bersih Milik Desa Mata Air Pemeliharaan Sumber Air Bersih Rp. 4.350.000.
Selanjutnya Pembangunan Rehabilitasi.Peningkatan Balai Desa Balai Kemasyarakatan Rp. 24.639.000, Penyusunan Dokumen Perencanaan Desa RPJMDes RKPDes Rp. 10.000.000, kemudian Penyediaan Insentif Operasional RT Rp. 8.125.000, Penanggulangan Bencana Rp. 55.000.000, Kordinasi Pembinaan Ketentraman, Ketertiban, dan Pelindungan Masyarakat dengan masyarakat instansi pemerintah daerah Rp. 24.000.000.
Kemudian Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 8.000.000 dan kembali item Pengadaan Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda patroli Rp. 5.060.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Balai Desa Balai Kemasyarakatan Rp. 24.639.000.
“Itu semua Anggaran nya kami pertanyakan kemana Anggaran tersebut seperti pembelian mobil ambulan desa kemudian rehab balai desa menurut kami balai desa seperti itu saja tidak ada perubahan,” ungkapnya.
Selanjutnya di tahun 2021 Ada juga Penyelenggaraan Festival Kesenian Adat Kebudayaan, dan Keagamaan,perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan tingkat Desa Rp. 5.800.000, kemudian Pembinaan Karang Taruna Klub Kepemudaan Klub Olah raga Rp. 10.390.000 dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Drainase Rp. 115.817.000.
Ada juga Pembangunan Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum.MCK umum Rp. 36.460.000 dan Pengembangan serta Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar Rp. 9.000.000 kemudian Peningkatan Pengadaan Sarana Prasarana Posyandu Polindes PKD Rp. 10.000.000.
Ada juga untuk Pembangunan. Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum MCK umum Rp. 36.460.000, dan Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar Rp. 9.000.000 serta Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase Rp. 55.410.000.
Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi Rp. 34.000.000, Kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 4.090.000, Penyelenggaraan Festival Kesenian adat Kebudayaan dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 17.400.000.
Selain itu ada Pengadaan Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa (pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda patroli Rp. 17.406.00, Penguatan Pangan Tingkat Desa Lumbung Desa Rp. 27.000.000, kemudian Peningkatan kapasitas kepala Desa Rp. 10.000.000, Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp. 8.000.000 dan Pembinaan Karang Taruna Klub Kepemudaan Klub Olah raga Rp. 10.390.000 serta Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 63.000.000.
“Itu semua item Anggaran Dana Desa tahun 2021 banyak sekali kami pertanyakan dari mulai pipanisasi dan pembangunan gorong-gorong kemudian gaji RT semua nya kami pertanyakan dan kalau pun ada itu kami yakin SPJ nya di manipulasi kami sangat yakin kemudian untuk pos ronda itu tahun 2020 pembuatan pos ronda ini di anggarkan kembali di tahun 2021 itu juga kemana anggaran nya,” sebutnya.
Dia juga menambahkan Penguatan Pangan Tingkat Desa Lumbung Desa Rp.27.000.000 itu kemana lagi anggaran nya kemudian ada juga MCK namun warga tidak melihat pembangunan nya, dan menurut nya kepala desa sangat tidak adil hanya orang-orang nya saja yang mendapatkan.
Terpisah sebanyak lima RT di setiap Dusun sangat mengeluhkan pembayaran gaji mereka yang tak kunjung di bayar oleh kepala desa.
“Kami ada lima Dusun dan ada 14 RT pembayaran gaji kami itu Rp.750.000 perbulan jadi kita kalikan dua bulan yang belum di bayar bulan November dan Desember, jadi kita kali kan saja bang total nya Rp. 21.000.000 sedangkan untuk desa desa yang lain itu sudah di bayar semua,” ucapnya.
“Kami punya keluarga bang yang harus di nafkahi bahkan istri dan keluarga kami menanyakan kapan gaji keluar dan bahkan kami juga pada saat itu di perintahkan oleh Sekdes untuk tanda tangan dan dia mengatakan kalau sudah tanda tangan gaji akan keluar namun hingga saat ini hak kami belum di bayar,” tambahnya.
Dirinya bersama masyarakat Desa Negara Saka berharap aparat penegak hukum, baik Kejari maupun Polres Pesawaran agar dapat menindak lanjuti keluhan masyarakat, terkait adanya dugaan korupsi Dana Desa maupun pembayaran Gaji RT yang sampai saat ini belum dibayar.
“Kami berharap aparat penegak hukum turun langsung kebawah untuk Puldata dan Pulbaket, bila nanti ada ditemukan indikasi korupsi agar dapat di proses sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, dan jika nanti terbukti dapat menjadi efek jera dan cermin bagi koruptor-koruptor lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Desa Negara Saka Saironi, saat dikonfirmasi terkait adanya indikasi penyimpangan Dana Desa pada tahun 2020 dan 2021, terkesan menghindar dan mengatakan dirinya sedang ada pengajian.
“Saya masih pengajian, kalau untuk pembayaran Gaji RT di Desa Negara Saka, semua sudah di bayar dan sudah beres semua,” sebutnya. (Indra Jaya)
Kepala SDN 1 Teluk Pandan Ciptakan Sekolah unggul Beradap Kreatif dan Berprestasi
Pesawaran (HO) – Selain mampu membaca arah perkembangan dunia pendidikan, berfikir kreatif dan inovatif adalah bagian dari penerapan Kepala sekolah yang memiliki jiwa wirausaha pada umumnya kepala sekolah memiliki tujuan dan pengharapan tertentu, melalui penjabaran dalam visi misi serta rencana strategis yang disesuaikan dengan sumber daya pendukung yang dimilikinya.
Semakin jelas tujuan yang ditetapkan semakin besar peluang untuk mensukseskannya seperti penerapan kewirausahaan Kepala Sekolah yang satu ini, Meliana S.Pd, Baru Dua bulan mengemban amanah sebagai kepala di SDN 1 Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, kini sekolah itu miliki perubahan yang sangat signifikan.

Sekilas memang tampak biasa saja, namun jika diperhatikan, sekolah yang beralamat di jalan Jend. Suprapto No.1, Hanura, itu secara fisik miliki banyak perubahan, yang tersedia di lingkungan sekolah adalah bukti perubahan SDN 1 Teluk Pandan.
Kepala SDN 1 Teluk Pandan Meliana S.P.d menerangkan sekolah yang baru dua bulan ini dipimpinnya kita sudah membenahi sedikit demi sedikit seperti penataan ruang guru dan kepala sekolah untuk memudahkan koordinasi dengan para dewan guru di dalam melaksanakan tugas.
“Saya ingin sekolah ini maju di segala bidang, untuk itu kebersamaan dan hubungan yang solid dengan segenap dewan guru, adalah hal yang harus terwujud agar terjalin nya rasa kekeluargaan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya Kepada Handalonline.com Jumat (18/3/2022).
Kepala sekolah mengungkapkan, dirinya juga sudah membeli komputer tentunya dengan adanya komputer yang saat ini sudah tersedia di sekolah dapat mempermudah dewan guru dalam melaksanakan tugas dan yang jelas mereka akan termotivasi dengan apa yang sudah terpenuhi seperti sarana maupun yang lainnya.

“Begitu juga buku, kami sudah mendata semua mata pelajaran yang menjadi kebutuhan di sekolah, kami dari pihak sekolah ke penerbit sudah berkoordinasi untuk meminta buku di kirim kan terlebih dahulu karena buku pelajaran juga sangat penting mendukung untuk dalam melakukan kegiatan belajar mengajar,” terangnya.
Kemudian katanya, dalam melaksanakan kegiatan di sekolah pihaknya juga menggunakan bel yang sudah di program baik itu jam istirahat dan pergantian guru mata pelajaran yang mengajar sehingga sekarang sudah dengan sendirinya untuk kegiatan belajar mengajar menjadi lebih tertib dan nyaman jadi murid guru sudah mendengar karena itu memakai pengeras suara.
“Kita juga sudah membuat tempat pencuci tangan di tempat-tempat yang mudah diakses untuk dewan guru serta murid-murid kita agar sekolah bisa dengan mudah mencuci tangan disebar ke berbagai titik strategis seperti di depan kelas sekolah,” katanya.
Dengan harapan tambahnya, pemasangan wastafel tersebut dapat dimanfaatkan warga sekolah agar selalu bersih dan terbebas dari virus corona kemudian program peningkatan pelayanan prokes terhadap warga sekolah.
“Saya juga sudah mengadakan dua kali Workshop peningkatan mutu guru di era DIGITALISASI penggunaan TIK dalam penataan admistrasi kelas dan penilaian dengan menerapkan sistem aplikasi,” ujarnya.
“Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik agar nanti nya kita dapat menciptakan murid-murid yang berprestasi,” pungkasnya. (Indra Jaya)
Desa Gunung Rejo Gelar Giat Vaksinasi Herd Immunity Target 90 Persen
Landasan Kehidupan, Zulkifli Anwar Ajak Masyarakat Amalkan Empat Pilar Kebangsaan
Disdikbud Pesawaran Pantau PTS di Sekolah
Kejari Pesawaran Terima Laporan Dugaan Korupsi Mantan Kades Hanau Berak
Pesawaran (HO) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran telah menerima berkas pengaduan terkait adanya dugaan Korupsi Dana Desa (DD) Tahun 2018, Sampai 2021 hingga ratusan juta rupiah yang di lakukan Mirza Ghulam mantan Kepala Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin, Rabu (16/3/2022).
Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran Diana Wahyu Widiyanti melalui Kasi Intel A. Dice, mengakui telah menerima laporan tersebut dan akan kami laporkan kepada Kajari, kemudian baru dipelajari untuk didalami sejauh mana dugaan penyimpangan Dana Desa yang ada di Desa Hanau Berak.
“Iya berkas laporan sudah kami terima dan lengkap, nanti akan saya serahkan terlebih dahulu kepada Ibu Kajari, setelah itu akan kami pelajari untuk segera di tindak lanjuti dan kami dari Kejari Pesawaran siap mendalami sejauh mana penyimpangan Dana Desa yang dilaporkan,” terangnya kepada Handalonline.com, Rabu (16/3/2022).
Sebelumnya diberitakan, Masyarakat Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran mulai bergejolak, dikarenakan realisasi dalam pembangunan yang menggunakan Dana Desa (DD) Tahun 2018, Sampai 2021, diduga banyak Terjadi penyimpangan fiktip dan mark up anggaran hingga ratusan juta rupiah yang di lakukan mantan kepala desa setempat Mirza Ghulam Ahmad.
“Kami masyarakat Desa Hanau Berak meminta kepada Aparat penegak hukum agar melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyimpangan Dana Desa tahun 2018, 2019, 2020, sampai 2021 di Desa kami yang di lakukan mantan Kades Mirza Guhlam Ahmad,” ungkap salah satu masyarakat Desa Setempat kepada Handalonline.com, Senin (21/2/2022).
Dia mengatakan Mirza Guhlam Ahmad saat menjabat, menjadi Kepala Desa sampai dari tahun 2015 sampai dengan, 2021 dalam melaksanakan pembangunan di desa diduga banyak terjadi penyimpangan anggaran dan tidak transparan kepada masyarakat.
“Jadi harapan kami kepada aparat penegak hukum, tolong lihat dan lakukan pengumpulan data, kami siap memberikan keterangan kepada Inspektorat, kepolisian maupun kejaksaan Negeri Pesawaran untuk mengungkap penyimpangan Dana Desa tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021 dan itu sudah menjadi rahasia umum,” ujarnya.
Di ketahui untuk anggaran tahun 2018 nama item Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat Keagamaan Milik Desa Rp. 90.750.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 63.287.550 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga Rp. 54.606.600.
Ada Juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase,Rp. 129.218.950 kemudian Penyertaan Modal BUM Desa Rp. 114.387.298 kembali menganggarkan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat Keagamaan Milik Desa Rp. 99.350.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 281.670.200.
Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 133.441.650 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengadaan Sarana Prasarana Posyandu Polindes PKD Rp. 85.894.452.
Selanjutnya anggaran tahun 2019 Desa Hanau berak menganggarkan Pelaksanaan Pembangunan Desa nama item Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, Rp. 140.056.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 19.668.750.
Kemudian Pembangunan Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum MCK umum, Rp. 125.126.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengadaan Sarana Prasarana Posyandu Polindes PKD Rp. 85.542.200 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengadaan Sarana/Prasarana Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD TK TPA TKA.TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Rp. 164.492.700.
Selanjutnya di tahun 2020 juga menganggarkan item Pembangunan Posyandu Polindes PKD Rp. 134.706.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga Rp. 170.933.000 kemudian Pembangunan Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum MCK umum Rp. 48.375.000 kemudian Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat Keagamaan Milik Desa Rp. 43.200.000.
Ada Juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olah Raga Milik Desa Rp. 45.936.000 kemudian Penanggulangan Bencana Rp. 45.936.000.
Kemudian juga menganggarkan di tahun 2021 item Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp. 43.965.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase Onderlagh Rp. 122.334.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air Tandon Penampungan Air Hujan Sumur Bor, Rp. 35.000.000.
Dan lagi menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp. 41.220.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana Prasarana Perpustakaan/ Paud Taman Bacaan Desa Sanggar Belajar Milik Desa Rp. 142.874.000 kemudian menganggarkan kembali Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, onderlagh Rp. 122.334.000.
Kemudian kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air Tandon Penampungan Air Hujan Sumur Bor Rp. 35.000.000.
Salah satu masyarakat Dusun 7 umbul biluk Sf (47) mengatakan selama masa jabatan Kepala Desa Mirza banyak pembangunan yang tidak selesai dan bahkan di kerjakan terkesan asal-asalan dan ini sudah menjadi rahasia umum seperti pembangunan Paud yang di akhir masa jabatan belaiau, tahun 2021di dusun 7 yang menghabiskan anggaran Rp.142.874.000.
“Kita lihat saja pembangunan nya dari kasat mata dan sekarang sudah bukan beliau lagi kepala desa nya namun pembangunan tersebut belum selesai, pintu dan jendela pun tidak ada dan tidak ada manfaat untuk masyarakat artinya disitu sudah jelas dan kami yakin anggaran dana desa Hanau berak selama masa jabatan mantan kades mirza banyak di manipulasi SPJ nya kami sangat yakin,” terangnya.
Terpisah masyarakat Dusun 7 RA, (37), mengatakan bukan menjadi rahasia umum lagi dugaan-dugaan korupsi yang terjadi di desanya, salah satunya pembangunan gedung posyandu di tahun 2020 yang juga terletak di Dusun 7 yang menghabiskan anggaran Rp. 134.706.000.
“Itu tidak sesuai dengan perjanjian awal melalui musyawarah, yang harus nya tanah tersebut di uruk kemudian baru di bangunkan posyandu dengan volume 6×5, 5 Meter yang harus nya di bangunkan kamar mandi/Wc namun yang terjadi malah sebalik nya dan tidak sesuai dengan perjanjian awal bahkan bila hujan turun gedung posyandu tersebut akan di masuki air,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, Selama kades Mirza memimpin Desa Hanau Berak harus nya posyandu tersebut juga di lengkapi dengan listrik namun lihat saja yang terjadi kwh listrik pun tidak ada.
“Pernah dulu saat di adakan pemeriksaan dari Inspektorat baru lah ada kwh atau meteran listrik dan setelah pemeriksaan selesai kwh tersebut sudah tidak ada lagi, inilah yang terjadi Desa Hanau Berak dan saat ada kegiatan posyandu yang harus menggunakan listrik terpaksa harus menyambung kepada masyarakat,” sebutnya.
Begitu juga di katakan warga Dusun Pematang Jambu Sobirin (50), terkait pembangunan Onderlagh yang di anggarkan, dengan volume panjang 150 Meter Lebar dua Meter yang terkesan asal jadi tanpa ada penggilingan dan terkesan membuat aturan di luar aturan itu uang masyarkat dan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Itu belum lama kalau tidak salah pernah ada pemeriksaan dari Tipikor Polres Pesawaran terkait pembangunan tersebut dan juga sempat di terbitkan oleh media namun tidak ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.
Senada dikatakan AN (61), pada tahun 2021 ada pembanguan jalan rabat beton/gang yang harus nya di bangun kan sepanjang 50 Meter dengan ketebalan 15 cm Namun yang terjadi hanya di bangun kan Sepanjang 19 Meter dengan ketebalan 8 cm Rp. 41.220.000.
Kemudian Warga Dusun Dua RM (40) mengatakan untuk pembangunan sumur bor di tahun 2021 yang di anggarkan sebanyak dua kali Rp 35.000.000 masing-masing di tahap satu dan dua itu tidak ada bisa di duga fiktip.
“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Hanau Berak dalam hal ini sangat berharap kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran untuk menindak lanjuti dugaan korupsi Kolusi Nepotisme yang terjadi di desa kami, dan kami menilai pekerjaan dan desa tahun 2018 sampai 2021 banyak penyimpangan anggaran bagai mana desa kami mau maju kalau seperti ini itu kemana lagi anggaran nya jelas itu sudah menyalahi aturan dan harus di periksa oleh aparat penegak hukum,” desaknya.
“Dan jika nanti di temukan tindak pidana nya kami berharap agar di proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku agar menjadi efek jera untuk kepala desa yang lain agar lebih berhati-hati dalam menggunakan Anggaran Dana Desa,” pungkasnya.
Sementara itu mantan Kepala Desa Hanau Berak Mirza Ghulam Ahmad, saat di konfirmasi media Handalonline.com, terkait dengan dugaan indikasi korupsi dan manipulasi anggaran Dana Desa, tidak berada di tempat begitu juga ketika di konfirmasi melalui telpon seluler dengan nomor 08218286**** tidak dalam keadaan aktip begitu juga saat dikirim pesan melalui Whatsapp tidak dalam keadaan aktip.
Dan saat media ini ke Balai Desa Hanau Berak, aparatur desa yang di jumpai tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan media ini dan terkesan menghindar dari pertanyaan media ini.
Kemudian saat media ini menghubungi Regan Nanta selaju Bendahara Desa yang turut andil dalam pembangunan saat jabatan mantan Kades Mirza Ghulam Ahmad, melalui telpon nomer 08131889****, via Whatsapp tidak mengangkat walau dalam keadaan aktip dan ketika di kirim pesan Whatsapp hanya di baca saja. (Indra Jaya)
