Pesawaran (RN) – Dalam rangka mengenalkan dunia kemiliteran sejak dini, sebanyak 50 orang siswa Taman Kanak Kanak (TK) An- Nida yang berada di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan melaksanakan kunjungan ke Kompi Senapan A. Jl A. Yani Kecamatan Gedong Tataan,Kunjungan yang dipimpin lansung Kepala Sekolah Intan Kusumajati dan seluruh dewan guru, dan di terima langsung oleh Komandan Kompi Senapan A, (Dankipan) Kapten Infanteri Agus Raman, Bersama jajaran para anggota TNI, Senin (15/05/2023).Seluruh siswa siswi, guru/pembina siswa mendapat penjelasan dari anggota Sersan Dua Sandi Kurnia memberikan pengenalan tentang profile TNI Angkatan Darat.“Hari ini ada kunjungan dari TK An-Nida Sungai Langka, guna mengenal lebih jauh tentang TNI AD, tentang atribut, senjata, seragam TNI AD,” ujar Serda Sandi.Dirinya juga mengatakan, merasa senang dan bangga atas kunjungan dari TK An-Nida tersebut, kedepannya kegiatan seperti ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan lagi.“Kami dari pihak Kompi selalu terbuka untuk masyarakat selain itu dengan adanya kegiatan ini kita juga senang karna anak anak akan semakin termotivasi cita cita nya untuk menjadi tentara atau polisi dan dokter,”kata Serda Sandi.Sementara itu Kepala Sekolah TK An- Nida Intan Kusumajati mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengenal lebih dekat tentang TNI AD guna memberikan motivasi kepada anak-anak untuk memupuk Jiwa Bahari dikarenakan negara kita adalah negara Bahari.“Kegiatan ini akan di lasankan secara rutin, untuk memupuk anak-anak agar bisa termotivasi dan mengetahui dunia Kemiliteran Khususnya TNI AD,” pungkasnya. (Rizal)
Pesawaran (HO) – Kunjungan Tiga belas Finalis Putri Indonesia dan Enam puluh Muli Mekhanai Pesawaran menjadi ajang promosi sejuta pesona bumi wisata, satu diantaranya Desa Wisata Pulau Pahawang dipilih sebagai nominasi The Best Tourism Village pada acara Lampung Tourism Fest.
Meskipun demikian Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyebutkan Desa Pulau Pahawang itu banyak yang sering dikatakan Maldivesnya Lampung. Karena itu ada Arizona (sumber mata air kecil-red), kini menjadi destinasi wisata yang viral dihuni oleh masyarakat.
“Maka dari itu Desa Pulau Pahawang sebagai nominasi The Best Tourism Village, karena selain, disitu spot diving yang luar biasa berbasis kemasyarakatan, juga bisa berlayar bersama kapal pinisi menuju Villa Lanadiya dan Villa Andreas,” jelas Dendi dari rangkaian kegiatan HIPMI Lampung saat menyambut Finalis Putri Indonesia menuju Pulau Pahawang Selasa (9/5/2023).
Putri Indonesia Berkunjung, Bupati Pesawaran Sebut Pahawang Maldives Lampung
Bupati Dendi juga menyebutkan, tentunya disitu adanya khazanah budaya masyarakat bercampur Sumatera dan Jawa. Tak hanya itu juga ada pulau yang dikelola oleh pihak tertentu namanya Pulau Tegal Mas, dan Pulau Mahitam serta Pulau kelagian dan lain-lain.
“Kalau berbasis swasta saat ini tahap Pembangunan Hotel Bintang 5 Brand luar negeri, Brand Amerika. Ya, Insya Allah Hotel Bintang 5 itu akan beroperasi tahun ini, nanti tahun kedepan siapa tahu Finalis Putri Indonesia bisa dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran,” ujar Dendi.
Namun demikian, masih dijelaskan Bupati Dendi, tentunya bukan hanya melihat gugusan Kepulauan tapi Pesawaran ada 19 Air Terjun, air panas dan lain-lain.
“Yang pasti saat ini para finalis Putri Indonesia bisa mengeksplor keindahan gugusan Pulau atau perairan laut yang ada di Kabupaten Pesawaran. Mari kita menikmati keindahan Kabupaten Pesawaran,” tandasnya.
Putri Indonesia Berkunjung, Bupati Pesawaran Sebut Pahawang Maldives Lampung
Salah satu Finalis Putri Indonesia 2023 asal Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Tabhita Cristabela Napitupulu menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
“Dalam hal ini Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona beserta Ibu Nanda Indira Dendi, dan Bapak Kapolres AKBP Pratomo Widodo, serta Pemerintahan Desa Batu Menyan, serta Pemerintahan Desa Pulau Pahawang,” ucapnya, saat itu hadir bersama Ketua Yayasan Putri Indonesia Matatila diwakili Johan, BPD HIPMI Lampung, BPC HIPMI Pesawaran, hadir bersama Ketua TP PKK, Nanda Indira Dendi, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo.
Menurutnya, kalau disini (Ketapang-red) jika orang batak bilang ini adalah parapat kawasan danau Toba Jadi kesima ketika turun dari Bus dan dikalungkan tapis oleh Ibu Nanda Indira Dendi.
“Dan berjalan kesini (Ketapang-red) wow indah sekali seperti Kawasan Danau Toba, karena kita enggak jauh-jauh, karena Indonesia ini memiliki keanekaragaman hayati, lalu memiliki potensi wisata yang luar biasa,” kata dia lagi.
Namun disini, sambung Finalis Putri Indonesia ini juga menekankan untuk dapat memaksimalkan potensi yang sudah ada agar menciptakan cycle (sirklus,red) sustainable (berkelanjutan,red) harus punya hati untuk melayani sesama.
“Karena itu bagian dari pengembangan SDM, dan pengembangan SDM itu hal terpenting dari segala aktivitas program kerja pemerintah dimana pun berada, tentunya potensi Lampung ini cukup luar biasa, termasuk Pesawaran, apalagi ini adalah dermaga tempat untuk menyebrang ke Pulau Pahawang,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (HO) – Polres Pesawaran Polda Lampung akan kembali menerapkan tilang manual untuk menindak para pelanggaran lalu lintas di jalan raya.
Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Lantas AKP Martoyo mengatakan, penerapan tilang manual di terapkan secara serentak di Indonesia pada Mei 2023. Namun sebelum dilaksanakan penindakan tilang manual, Polres Pesawaran akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Kasat menyebut, tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang berdampak pada peningkatan angka kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan, menjadi salah satu sebab diberlakukannya kembali penerapan tilang manual.
“Untuk Pesawaran sendiri belum menerapkan tilang elektronik. Sehingga angka pelanggaran semakin meningkat meskipun polisi telah melakukan berbagai upaya preemtif dan preventif,” kata AKP Martoyo saat di hubungi melalui telpon selulernya, Selasa (9/5/2023).
Martoyo mengimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas.
“Saya berharap kepada masyarakat pengguna jalan selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan melengkapi kelengkapan berkendara. Sehingga terciptanya kamseltibcarlantas yang aman lancar dan kondusif serta terhindar dari jerat tilang manual,” ujarnya.
Adapun sasaran tilang manual akan diterapkan kepada 12 item pelanggaran lalu lintas yaitu:
“Berkendara di bawah umur, Berboncengan lebih satu orang, Menggunakan ponsel saat berkendara, Menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, Melawan arus,” jelasnya.
“Ia menambahkan, seperti Melampaui batas kecepatan, Berkendara di bawah pengaruh alkohol, Ranmor tidak sesuai dengan spektek (spion, knalpot, lampu utama, rem, dan lampu petunjuk arah), Menggunakan ranmor tidak sesuai peruntukannya, Ranmor over load dan over dimensi, Ranmor tanpa TNKB atau TNKB palsu,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (RN) – Polres Pesawaran Polda Lampung akan kembali menerapkan tilang manual untuk menindak para pelanggar lalu lintas. Yang melangar.Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Lantas AKP Martoyo mengatakan, penerapan tilang manual di terapkan secara serentak di Indonesia pada Mei 2023. Namun sebelum dilaksanakan penindakan tilang manual, Polres Pesawaran akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.Kasat menyebut, tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang berdampak pada peningkatan angka kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan, menjadi salah satu sebab diberlakukannya kembali penerapan tilang manual.“Untuk Pesawaran sendiri belum menerapkan tilang elektronik. Sehingga angka pelanggaran semakin meningkat meskipun polisi telah melakukan berbagai upaya preemtif dan preventif,” kata AKP Martoyo saat di hubungi melalui telpon selulernya, Selasa (09/05/2023).Martoyo mengimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas.“Saya berharap kepada masyarakat pengguna jalan selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan melengkapi kelengkapan berkendara. Sehingga terciptanya kamseltibcarlantas yang aman lancar dan kondusif serta terhindar dari jerat tilang manual,” ujarnya.Adapun sasaran tilang manual akan diterapkan kepada 12 item pelanggaran lalu lintas yaitu:“Berkendara di bawah umur, Berboncengan lebih satu orang, Menggunakan ponsel saat berkendara, Menerobos lampu merah ,tidak menggunakan helm, Melawan arus,” jelasnya.“Ia menambahakan, seperti melampaui batas kecepatan, Berkendara di bawah pengaruh alkohol, Ranmor tidak sesuai dengan spektek (spion, knalpot, lampu utama, rem, dan lampu petunjuk arah), Menggunakan ranmor tidak sesuai peruntukannya, Ranmor over load dan over dimensi, Ranmor tanpa TNKB atau TNKB palsu,” tambahnya. (Rizal).
Lampung (RN) – Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung gelar upacara hari ualng tahun Persatuan Jaksa Republik Indonesia (PERSAJA) yang ke-72. Upacara tersebut di pimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Nanang Sigit Yulianto, yang di gelar di halaman kantor setempat, Senin (08/05/2023).Dalam sambutan nya, Kejati Lampung membacakan Amanat Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin, sebuah organisasi profesi yang juga menjadi sebuah wadah tempat berhimpunnya para Jaksa dalam memupuk jiwa korsa dengan semangat Kebersamaan, Kesatuan dan Persatuan.“PERSAJA tentunya sangat dibutuhkan dalam menopang pelaksanaan perannya sebagai Jaksa maupun dalam kehidupan sehari-hari agar setiap Insan Adhyaksa menyadari dirinya mampu menjadi teladan dan dapat memberikan contoh yang baik bagi lingkungan dimana pun ia berada,”kata Jaksa Agung ST Burhanuddin.Ia menjelaskan, pada 6 Mei 2023 lalu, organisasi yang menaungi para-Jaksa di Indonesia, Persatuan Jaksa Indonesia, telah genap berusia 72 Tahun.“Usia ini tidak lagi muda, beragam hambatan dan tantangan telah dihadapi bersama, hal ini membuat kita semakin mengerti dalam mengontemplasi dan mengaplikasi makna een en ondelbaar dalam tiap langkah kita lalui bersama,” ujarnya.Sementara itu Kajati Lampung mengatakan, Jaksa agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi integritas dalam tahapan penegakan hukum.“Eksistensi, peran, dan fungsi penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan menunjukkan trend positif yang dibuktikan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kejaksaan,” ucapnya.Dirinya juga menjelaskan, skor kepercayaan publik terhadap penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu 9 tahun dengan angaka 80,6 persen“Kepercayaan yang dititipkan oleh masyarakat terhadap Kejaksaan, jangan dikhianati, senantiasa kita jaga sebaik-baiknya dengan penuh integritas, dengan cara tidak melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang pada akhirnya akan menutupi keberhasilan yang telah dicapai dan mencoreng marwah oleh institusi yang kita cintai,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (RN) – Organisasi Tenaga Kesehatan (Nakes) asal Kabupaten Pesawaran, kirimkan perwakilan untuk mengikuti aksi damai penolakan RUU Kesehatan di Jakarta Pusat.Ketua Persatuan Perawat Nasional Insonesia (PPNI) Kabupaten Pesawaran Wahyan mengtakan, PPNI Pesawaran ikut serta menyampaikan aspirasi agar pembahasan RUU kesehatan dikaji kmbali.“Jadi kita diminta DPW, bentuk solidaritas dan partisipasi,maka PPNI Kabupaten Pesawaran mengirimkan dua orang,” kata Wahyan, Senin (08/05/2023).Dirinya juga mengatakan, ada berapa poin yang di sampaikan oleh para Nakes yang melakukan aksi unjuk rasa salah satu, Organisasi Profesi (OP) hilang, Kolegium dihapuskan (tidak ada pasalnya), Seminar P3KGB bukan lagi domain OP tetapi akan ada lembaga yang mengurus, Rekomendasi pemberian SKP oleh OP hilang, Ujian serkom bukan oleh kolegium lagi tapi akan diambil alih oleh kemenkes dan UU Dikdok : RS bisa memproduksi spesialis.“Organisasi Profesi menjadi tidak ada fungsinya. Dokter asing sudah tidak boleh lagi ada evaluasi atau ujian persamaan, semua akan diterima sesuai dengan permintaan RS internasional. OP menjadi multibar, siapa saja boleh membuat OP, Fungsi OP diambil alih oleh Kemenkes, Bila OP dihapus, tidak ada lagi yang menerapkan kode etik bagi tenaga medis/tenaga kesehatan,” ujardia.Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pesawaran sekaligus kordinator, Dr.Topan mengatakan. Total peserta aksi damai nasional dari lampung sekitar 100 orang terdiri dari perwakilan organisasi profesi IDI, PDGI, IBI, PPNI, IAI.“Tuntutanan kami hanya satu, yaitu Stop Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibuslaw Kesehatan,” kata Dr Topan saat di hubungi melalui telpon selulernya, Senin (08/05/2023). (Rizal)
Pesawaran (RN) – Bunda Literasi Kabupaten Pesawaran mengungkapkan sebagai sebuah perkumpulan sosial yang memiliki kesamaan tujuan dalam hal menulis dan membaca.Hal tersebut dikatakan Nanda Indira Dendi selaku Bunda Literasi, saat membuka Kegiatan Peningkatan Mutu Komunitas Literasi Se-Kabupaten Pesawaran di Aula Saung D’junjungan Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan, Senin (08/5/2023).Komunitas literasi diharapkan dapat berperan sebagai fasilitas umum atau publik melalui apa yang didapat dengan memperoleh pengetahuan dan berbagai ilmu pendidikan.“Saya berharap melalui kegiatan ini, dapat menambah wawasan dan pengetahuan setiap anggota komunitas literasi untuk berbagi dan bertukar informasi kepada sesama anggota maupun masyarakat luas tentang pengetahuan dan berbagai ilmu pendidikan,”harapnya.Dirinya juga meminta, Pemkab Pesawaran melalui OPD terkait untuk memetakan Komunitas Literasi untuk memudahkan koordinasi dalam rangka peningkatan mutu anggota komunitas literasi, sekaligus menguatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa pengantar pendidikan.“Komunitas literasi sangat bermanfaat untuk masyarakat seperti, pembangunan gedung perpustakaan yang ada di Kabupaten Pesawaran, dan Pojok baca,” ujarnya.Ia menambahkan, literasi merupakan kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa.“Literasi menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik. Menciptakan budaya membaca di sekolah dan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai macam informasi bermanfaat, serta membuat orang berfikir kritis,” ucapnya.Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL), unit pelaksana teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Desi Ari Pressanti, mengatakan, kegiatan ini di gelar untuk Peningkatan Mutu Komunitas Literasi yang ada di Kabupaten Pesawaran.“Disini kami mempunyai program pioritas, Literasi, perlindungan bahasa sastra daerah dan perinternasionalan bahasa Insonesia,” kata dia.Ia juga menjeaskan, kegiatan segaja di gelar untuk menigkatkan mutu komunitas literasi, dan kegiatan ini akan di gelar di dua Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Tengah.“Literasi tidak hanya memfokuskan baca dan tulis, namun mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa Daerah dan menginternasionalkan bahasa Insonesia,” pungkasnya. (Rizal)
Pesawaran (RN) – Para pegawai instansi pemerintah di Kabupaten Pesawaran gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dalam ragam lisan maupun tulisan.Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan saat membuka kegiatan Pelayanan Profesional terhadap Lembaga Pengguna Bahasa di ruang Publik se-Kabupaten Pesawaran di Aula Pemkab setempat, Kamis (04/05/2023).“Saya mewakili Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona, ucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Lampung atas terselenggaranya acara ini. Kepada para peserta, kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini dapat memahami dan menggunakan bahasa Negara di ruang publik dengan baik dan benar,” kata Wildan.Dirinya juga mengatakan, bahwa pelemahan bahasa negara cenderung terjadi seiring dengan penguatan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, di ruang publik.“Penguatan bahasa asing disebabkan oleh kenyataan arus informasi dan komunikasi global yang makin deras bersamaan dengan mobilitas penduduk antar negara yang makin intens,” tuturnya.Ia menambahkan ketika arus informasi dan komunikasi serta mobilitas penduduk seperti itu terjadi di wilayah NKRI, bahasa asing cenderung muncul mendesak bahasa negara.Oleh karena itu, upaya pembinaan oleh instansi pusat dan daerah perlu terus dilakukan untuk meningkatkan situasi tertib berbahasa di Indonesia.Selain itu, Sekda juga mengatakan bahwa Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 mengimbau agar mengutamakan bahasa Indonesia di ruang publik. Dengan mengutamakan bahasa Indonesia di atas bahasa daerah dan bahasa asing, menggambarkan masyarakat memiliki sikap positif terhadap bahasa negara.“Kepada 30 peserta pelatihan dari berbagai OPD di lingkup Pemkab Pesawaran agar mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama sampai dengan selesai agar dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh para narasumber agar dapat menanamkan sikap postif para pegawai dalam mengutamakan bahasa Indonesia di ruang publik,”ujarnya.Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Lampung, Desi Ari Resti menyampaikan kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya mengutamakan penggunaan bahasa di lingkungan OPD yang berhubungan dengan masyarakat atau ruang publik.“Kegiatan ini akan dilaksanakan di 5 Kabupaten dan yang pertama di Kab. Pesawaran, saya berharap peserta dapat mendapatkan pemahaman penggunaan bahasa yang benar untuk menggunakan bahasa diruang publik yang baik dan benar,”jelasnya.Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Kadis Pariwisata, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Kominfotiksan, Kadis PMPTSP dan Plt. Kadis Dukcapil Kabupaten Pesawaran. (Rizal)
Pringsewu (RN) – Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu gelar upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 dan Hari Otonomi Daerah ke-27 diperingati dalam suatu upacara di lapangan Pemkab Pringsewu, Selasa (02/05/23).Pj.Bupati Pringsewu Adi Erlansyah sekaligus pembina upacara menyampaikan amanat tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, mengatakan selama tiga tahun terakhir, perubahan besar terjadi di sekitar kita, di mana-mana dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.“Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang telah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat,” katanya.Dikatakan, anak-anak sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.“Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.Terkait peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27, yang mengusung tema ‘Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul’, tema ini sesuai dengan tujuan dilaksanakannya Otonomi Daerah yaitu mendesentralisasikan sebagian kewenangan pemerintah pusat kepada daerah, sejatinya untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan PAD serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan.“Kabupaten Pringsewu telah melaksanakan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI terkait pengendalian inflasi 2023 dan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah guna menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, dan mendukung kelancaran distribusi serta stabilitas perekonomian di daerah,” ujarnyaUntuk itu, lanjut Adi Erlansyah, pada momentum peringatan Hari Otonomi Daerah, Pj.Bupati Pringsewu mengajak bersama-sama terus berupaya mengembangkan potensi diri, berinovasi dan bersinergi, dengan mendukung program-program pembangunan yang telah disusun di berbagai bidang, baik program daerah maupun pusat.“Sebagaimana amanat Gubernur Lampung pada peringatan Hari Otonomi Daerah Provinsi Lampung, yakni SDM yang berintegritas, profesional, kompeten dan dapat bekerjasama secara kolaboratif adalah kunci utama tercapainya tujuan mulia otonomi daerah,” tandasnya. (MR)
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona lantik 132 Pejabat di Lingkup Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) setempat, Rabu (03/5/2023).Bupati Pesawaran H.Dendi Ramadhona mengatakan, Pejabat yang dilantik hari ini terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama sebanyak 3 orang, Pejabat Administrator sebanyak 52 orang, Pejabat Pengawas sebanyak 71 orang dan Pejabat Fungsional sebanyak 6 orang.“Saya ucapkan selamat kepada para Pejabat yang telah dilantik maupun yang dikukuhkan, saat ini tidak ada yang di –nonjob-kan namun dibutuhkan penyegaran – penyegaran guna efektifitas dan peningkatan kinerja agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan tugas,” kata Dendi.Dendi juga menuturkan, jaga kepercayaan yang diamanahkan kepada saudara/saudari dengan meningkatkan performanya dalam mengabdi di Bumi Andan Jejama. Ini merupakan bagian dari ujian untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya dalam melayani masyarakat Bumi Wisata Sejuta Pesona.“Saya berharap untuk para pejabat yang baru dilantik segera bekerja dengan baik dan segera beradaptasi dengan jabatannya apabila ada hal baru serta tidak ada kendala dalam pelaksanaan lembaga Organisasi Perangkat Daerah,” tutupnya. (Rizal)