Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Periode 2025–2030 Digelar Besok, Berikut Rangkaiannya
Pesawaran (RN) – Kabupaten Pesawaran akan memasuki babak baru kepemimpinan. Pasangan Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M. dan H. Antonius Muhammad Ali, S.H. dijadwalkan resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2025–2030 pada Rabu (27/8/2025).
Pelantikan akan berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Kantor Gubernur Lampung, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Agenda ini sekaligus dirangkai dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran periode 2025-2030.
Kepala Dinas Kominfotiksan Pesawaran Jayadi Yasa, dalam keterangannya menyampaikan prosesi pelantikan dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Setelah itu, rombongan Bupati dan Wakil Bupati akan menuju DPRD Kabupaten Pesawaran untuk mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Perdana Bupati di Ruang Sidang Utama pada pukul 11.30 WIB.
“Setelahnya, sekitar pukul 13.50 WIB, rangkaian acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Lamban Agung, Rumah Dinas Bupati Pesawaran,” kata dia.
Dirinya juga mengatakan, Kegiatan ini diawali dengan prosesi adat tebak hanpong, yang meliputi pembacaan yalil, pepancokh atau pantun Lampung, hingga prosesi pemberian air minum sebagai simbol doa restu.
“Sebelum menuju rumah dinas, Bupati dan Wakil Bupati akan disambut prosesi arak-arakan yang akan dimulai dari Tugu Cokelat, Desa Negeri Sakti, Gedong Tataan dengan kendaraan mobil hias jempana (Garuda),” ujarnya.
Acara ramah tamah akan diisi dengan berbagai agenda, termasuk Pemutaran video perjalanan satu dekade kepemimpinan Dr. Ir. H. Dendi Ramadhona, K., S.T., M.Tr.I.P., Sambutan sekaligus prosesi purna tugas Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2021–2026, hingga sambutan perdana Bupati Pesawaran periode 2025–2030, Hj. Nanda Indira Bastian.
“Agar seluruh masyarakat dapat mengikuti rangkaian acara, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfotiksan) Pesawaran menyiapkan siaran langsung (live streaming) melalui kanal YouTube resmi Diskominfotiksan Pesawaran,” ucapnya.
Untuk diketahui, pasangan Nanda Indira Bastian dan Antonius Muhammad Ali sebelumnya ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran usai memperoleh suara terbanyak sebesar 128.715 suara berdasarkan hasil rekapitulasi suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Pesawaran yang digelar pada 24 Mei 2025 lalu. (zal)
Dendi Ramadhona Hadiri Temu Karya Nasional Karang Taruna 2025
Jakarta (RN) – Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Dendi Ramadhona, menghadiri Temu Karya Nasional Karang Taruna (TKN KT) IX Tahun 2025 yang digelar di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial RI, Jakarta, 23–24 Agustus 2025.
Forum nasional dua tahunan ini diselenggarakan oleh Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) masa bakti 2020–2025. TKN KT menjadi ajang penting konsolidasi organisasi kepemudaan Karang Taruna se-Indonesia, sekaligus arena pemilihan Ketua Umum baru untuk periode mendatang.
Salah satu agenda utama TKN KT 2025 adalah penetapan Ketua Umum Karang Taruna Nasional. Seluruh pengurus provinsi sepakat mengusulkan nama Budisatrio Djiwandono, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, untuk memimpin organisasi ini.
Kesepakatan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada pertemuan di Kantor Kemensos RI, Sabtu (19/7/2025). Penetapan resmi dilakukan dalam forum Temu Karya Nasional yang berlangsung pada Sabtu (23/8/2025).
Dalam sambutannya, Budisatrio menyebut pentingnya semangat kolaborasi dan kebersamaan di tubuh Karang Taruna. Menurutnya, organisasi yang memiliki basis hingga ke desa-desa ini harus menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial serta pemberdayaan generasi muda.
“Tujuan kita satu, menjalankan fungsi roda Karang Taruna. Dengan kekeluargaan dan kebersamaan, kita pasti bisa memajukan Karang Taruna ke depan. Saya mohon doa restu dan bimbingan dari seluruh pengurus serta para senior,” ujar Budisatrio.
Sementara itu Dendi Ramadhona mengatakan, Forum ini menjadi momentum konsolidasi besar-besaran untuk memperkuat peran Karang Taruna sebagai garda terdepan pembangunan sosial dan pemberdayaan pemuda di Indonesia.
“Dengan terpilihnya Budisatrio Djiwandono sebagai Ketua Umum, diharapkan Karang Taruna semakin mempertegas posisinya sebagai organisasi sosial kepemudaan yang mandiri, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Dendi.
“Temu Karya Nasional 2025 diharapkan menjadi tonggak lahirnya kepemimpinan baru yang lebih adaptif, sekaligus memperkuat kiprah Karang Taruna dalam memperjuangkan kesejahteraan sosial serta membangun generasi muda yang berdaya saing,” tambahnya. (zal)
Diduga Gangguan Jiwa Oknum Guru Cekik Siswa Sekolah Dasar

Kabupaten Pesawaran Kembali Raih Penghargaan Nasional
Pesawaran (RN) – Kabupaten Pesawaran kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Penghargaan kategori Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota Terbaik dalam ajang Festival Perhutanan Sosial (Pesona) 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam mendukung program perhutanan sosial yang dinilai berhasil menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Festival Pesona 2025 mengusung tema Merawat Hutan, Mewariskan Harapan, Acara ini merupakan bagian dari rangkaian HUT RI ke-80 lingkup KLHK yang bertujuan memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam percepatan perhutanan sosial.
Plt Dirjen Perhutanan Sosial Mahfudz, menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah kolaborasi lintas sektor untuk membangun usaha kehutanan berbasis masyarakat.
“Festival Pesona menjadi ruang komunikasi, edukasi, sekaligus promosi hasil-hasil perhutanan sosial agar semakin dikenal dan berdaya saing,” ujarnya.
Festival yang berlangsung 20–22 Agustus ini menampilkan beragam agenda seperti gelar pesona, talkshow “Perhutanan Sosial Berbicara dengan Gerakan Sosial Inklusif”, temu usaha tematik, kopi agroforestry, lomba, hingga podcast. Produk unggulan dari kelompok perhutanan sosial seperti kopi, madu, hingga aren juga turut dipamerkan.
Selain Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung juga berhasil meraih penghargaan di ajang ini. Di antaranya kategori pendamping terbaik atas nama Tri Endah Anggraeni dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) terbaik yang diraih oleh KUPS Mawar Bodas.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Kementerian atas kerja keras berbagai pihak dalam menjaga hutan dan mengembangkan usaha masyarakat berbasis kehutanan,” kata Wakil Menteri Kehutanan RI, dr. Sulaiman Umar Siddiq.
Sulaiman menjelaskan, perhutanan sosial merupakan jalan kemandirian bangsa melalui pemanfaatan hutan untuk ketahanan pangan, energi, dan air.
“Hingga kini, KLHK mencatat lebih dari 8,3 juta hektare hutan telah didistribusikan dalam skema akses kelola perhutanan sosial, dengan penerima manfaat mencapai 1,4 juta kepala keluarga serta terbentuk lebih dari 15 ribu KUPS di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang hadir didampingi Kepala Bappeda dan Kabag SDA menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Bupati menilai, apresiasi ini merupakan hasil kerja kolektif masyarakat, kelompok tani hutan, dan pemerintah daerah yang konsisten menjaga kelestarian lingkungan.
“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk Pemerintah Kabupaten Pesawaran, melainkan untuk seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menjaga hutan. Kami percaya, hutan bukan hanya warisan alam, tetapi juga sumber kehidupan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” kata Dendi usai menerima penghargaan.
Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Pesawaran dalam mempercepat pengelolaan perhutanan sosial sebagaimana amanah Perpres Nomor 28 Tahun 2023, serta mendorong sinergitas bersama masyarakat, pendamping KTH dan KUPS dalam menjaga keberlanjutan hutan untuk generasi mendatang.
“Kami berkomitmen menjadikan perhutanan sosial sebagai pilar ekonomi masyarakat sekaligus benteng ekologi daerah,” pungkasnya. (zal)
Korupsi Ratusan Juta Kades Padang Manis Pesawaran Ditahan
Pesawaran (RN) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran, menerima tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Polres Pesawaran, terkait tindak pidana korupsi dalam pengelolaan APBDes Desa Padang Manis tahun anggaran 2020 dan 2021.
Kejari menerima tersangka Hendri Kurniawan, Kepala Desa Padang Manis Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran, yang diduga menguasai dan mengelola langsung dana desa tanpa melibatkan perangkat desa, serta memerintahkan pembuatan SPJ secara tidak prosedural.
“Akibat perbuatannya, negara dirugikan sebesar Rp297.064.545 juta, sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Daerah Kabupaten Pesawaran Nomor: 700/362/III.01/XI/2024 tanggal 08 November 2024,” ujar Kepala Kejari Pesawaran Tandy Mualim.
Dirinya mengatakan, tindakan tersangka dijerat dengan Primair: Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Subsidiair: Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang- Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar dia.
Menurutnya, saat ini pihak Kejari juga telah mengeluarkan surat perintah penunjukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk penyelesaian perkara tindak pidana Nomor : PRINT-08/L.8.21/Ft.1/08/2025 tanggal 20 Agustus 2025 dengan menunjuk empat orang jaksa untuk menangani perkara tersebut.
“Penuntut Umum Kejari Pesawaran menahan tersangka di Rutan Kelas I Bandar Lampung selama 20 hari ke depan, terhitung mulai 20 Agustus 2025 hingga 8 September 2025 berdasarkan Surat Perintah Penahanan (Tingkat Penuntutan) Nomor: PRINT-10/L.8.21/Ft.1/08/2025 tanggal 20 Agustus 2025,” kata dia.
“Barang bukti yang diserahkan sebanyak 69 item, terdiri dari dokumen dan cap stempel telah diregister dan diamankan di ruang barang bukti Kejari Pesawaran. Perkara ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang,” katanya. (red)
Lestarikan Nilai Gotong Royong Dinas PMD Pesawaran Lombakan BBGRM
Pesawaran (RN) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran terus menggelorakan nilai gotong royong sebagai bagian penting pembangunan desa.
Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2005.
Kepala Dinas PMD Pesawaran Nur Asikin, mengatakan melestarikan nilai-nilai gotong royong sebagai bagian dari budaya bangsa, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di desa dan kelurahan.
“Tahun ini, juara 1 lomba BBGRM diraih oleh Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Juara II ditempati Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, sedangkan juara 3 diraih oleh Desa Kalirejo, Kecamatan Way Ratai,” kata Nur Asikin Senin (18/08/2025).
Dirinya juga mengatakan, Penghargaan berupa piala, piagam dan uang tunai diserahkan langsung oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat upacara peringatan HUT RI ke-80.
“Penilaian meliputi aspek kemasyarakatan, ekonomi, sosial-budaya, agama, lingkungan, serta inovasi teknologi tepat guna. Semua ini bertujuan menjadikan gotong royong sebagai kekuatan desa dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tiap desa pemenang menampilkan program unggulan swadaya masyarakat. Desa Gunung Sari dinilai menonjol dengan program bedah rumah bagi warga kurang mampu serta inovasi pupuk organik cair.
“Desa Sukaraja mengedepankan pembangunan talud dan pupuk kompos, sementara Desa Kalirejo menghadirkan pembangunan gorong-gorong, rabat beton, dan inovasi pangan berupa keripik bonggol pisang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Kemasyarakatan, Eri Pribadi Putra mengungkapkan antusiasme desa peserta sangat tinggi. Tahun ini tim penilai cukup kesulitan menentukan pemenang, karena setiap desa memiliki inovasi dan semangat gotong royong yang luar biasa.
Melalui ajang BBGRM, Dinas PMD Pesawaran berkomitmen untuk terus menjaga nilai gotong royong dalam gaya hidup pembangunan desa yang sejalan dengan visi Asta Cita dan cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (zal)
Bupati Dendi: Pejuang Perintis Kemerdekaan Memberi Spirit Generasi Penerus
Pesawaran (RN) – Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Pesawaran berlangsung khidmat di Lapangan Pemkab setempat, Dengan mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, Minggu (17/8/2025).
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bertindak sebagai inspektur upacara, mengatakan peringatan HUT RI kali ini menjadi momentum bagi Pemkab Pesawaran untuk menguatkan semangat gotong royong.
Para pejuang dan perintis kemerdekaan telah memberi teladan bagi kita semua. Kehadiran mereka menjadi spirit bagi generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, memperkuat persatuan, serta mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata Dendi.
Dendi mengajak seluruh elemen masyarakat Pesawaran untuk terus menjaga keharmonisan dan bersatu memajukan Bumi Andan Jejama.
“Saya yakin dengan semangat, doa dan dukungan dari seluruh pihak Pesawaran akan lebih baik dan terus mengalami peningkatan,” tegasnya.
Diketahui, dalam upacara tersebut Dendi juga mengumumkan, pemenang Lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat kabupaten. Lomba BBGRM diraih oleh Desa Gunungsari, Kecamatan Way Khilau sebagai juara pertama, Desa Sukaraja, Gedong Tataan di posisi kedua, dan Desa Kalirejo, Way Ratai sebagai juara ketiga. (zal)
Meriah, UPTD SD Negeri 11 Geta Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Penuh Semangat
Pesawaran (RN) – Suasana di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SD Negeri 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, yang terletak di Desa Suka Banjar terasa berbeda dari biasanya.
Walau hari libur, halaman sekolah tetap ramai dipenuhi siswa-siswi, masyarakat Perangkat Desa Suka Bajar dan para santri Pondok Pesantren Quran dan Dakwah Alkarim. Yang datang dengan semangat tinggi untuk mengikuti upacara bendera memperingati Hari HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Dengan Tema, Perjuangan Masyarakat Papua dan Suku Dayak melawan Penjajah.
Kepala UPTD SD Negeri 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Leny Marlina, M.Pd mengatakan, semangat kemerdekaan tidak hanya sebatas perayaan tahunan. Lebih dari itu, nilai-nilai perjuangan harus diwujudkan dalam sikap positif sehari-hari, baik oleh siswa maupun guru.
“Semangat kemerdekaan harus kita terapkan dalam belajar, bekerja, dan berperilaku sehari-hari. Anak-anak bisa meneladani perjuangan para pahlawan dengan rajin belajar dan berdisiplin, sementara guru memberikan teladan yang baik agar lahir generasi yang unggul dan berkarakter,” Kata Leny, Minggu (17/08/2025).
Dirinya juga menjelaskan, Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan dan nasionalisme bisa hidup dalam diri siswa-siswi sejak dini.
“Masyarakat Papua dan suku Dayak memiliki sejarah panjang perjuangan melawan penjajah, baik Belanda maupun Jepang. Di Papua, perlawanan muncul dalam berbagai bentuk, termasuk gerakan Koreri,” ujarnya.
“DiKalimantan, suku Dayak juga berjuang mempertahankan tanah adat dan hak-hak mereka, seperti yang terlihat dalam Perang Suku Dayak di Kalimantan Barat,” tambahnya.
Sementara itu kepala Desa Suka Banjar Sunarto mengatakan, bangga dengan apa yang sudah pihak UPTD SD Negeri 11 lakukan dan ini adalah kali ke dua sekolah menampilkan penampilan dalam upacara kemerdekaan.
“Kegiatan seperti ini selalu menjadi kejutan untuk masyarakat Suka Bajar, dan insyallah SD Negeri 11 Gedong Tataan yang berada di Desa Sukabanjar ini akan selalu dapat bekerjasama dengan baik tentunya, untuk kemajuan pendidikan dan mencetak generasi penerus khususnya anak- anak Desa Sukabanjar,” pungkasnya. (zal)
“Semangat kemerdekaan harus kita terapkan dalam belajar, bekerja, dan berperilaku sehari-hari. Anak-anak bisa meneladani perjuangan para pahlawan dengan rajin belajar dan berdisiplin, sementara guru memberikan teladan yang baik agar lahir generasi yang unggul dan berkarakter,” Kata Leny, Minggu (17/08/2025).
Dirinya juga menjelaskan, Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan dan nasionalisme bisa hidup dalam diri siswa-siswi sejak dini.
“Masyarakat Papua dan suku Dayak memiliki sejarah panjang perjuangan melawan penjajah, baik Belanda maupun Jepang. Di Papua, perlawanan muncul dalam berbagai bentuk, termasuk gerakan Koreri,” ujarnya.
“DiKalimantan, suku Dayak juga berjuang mempertahankan tanah adat dan hak-hak mereka, seperti yang terlihat dalam Perang Suku Dayak di Kalimantan Barat,” tambahnya.
Sementara itu kepala Desa Suka Banjar Sunarto mengatakan, bangga dengan apa yang sudah pihak UPTD SD Negeri 11 lakukan dan ini adalah kali ke dua sekolah menampilkan penampilan dalam upacara kemerdekaan.
“Kegiatan seperti ini selalu menjadi kejutan untuk masyarakat Suka Bajar, dan insyallah SD Negeri 11 Gedong Tataan yang berada di Desa Sukabanjar ini akan selalu dapat bekerjasama dengan baik tentunya, untuk kemajuan pendidikan dan mencetak generasi penerus khususnya anak- anak Desa Sukabanjar,” pungkasnya. (zal) Kibarkan Merah Putih di Laut Mutun Pesawaran Pecahkan Rekor MURI
Pesawaran (RN) – Sebuah momen bersejarah tercipta di perairan Pantai Mutun, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Sebanyak 565 perenang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat kegiatan Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut oleh Perenang Terbanyak pada Sabtu, (16/8/2025).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang juga tercatat sebagai gubernur pertama di Indonesia yang menjadi inspektur upacara di permukaan laut.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, beserta jajaran turut hadir langsung dalam moment bersejarah tersebut bersama dengan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, jajaran pemerintah daerah, serta unsur TNI-Polri turut menambah khidmat perayaan kemerdekaan yang digelar dengan cara tak biasa ini.
Dalam prosesi upacara, bendera pusaka dibawa oleh para perenang yang mengelilingi Pulau Tangkil. Setelah itu, bendera diserahkan kepada inspektur upacara untuk kemudian dikibarkan oleh tiga petugas, yakni Acmad Zulfikar S.E., Prof. Dr. Marselina, dan Sarkawi Salim.
Momen pengibaran Merah Putih di atas laut ini dinilai menjadi simbol kuat akan keberanian, kebersamaan, serta inovasi dalam mengekspresikan nilai-nilai kemerdekaan.
“Acara ini luar biasa. Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Upacara di permukaan laut adalah simbol keberanian, kebersamaan, dan wujud kecintaan kita kepada bangsa,” kata Gubernur Lampung dalam amanatnya.
Selain sarat makna kebangsaan, kegiatan ini juga dinilai memiliki dampak positif terhadap promosi pariwisata. Gubernur menyebut bahwa Lampung, yang dikenal kaya akan potensi wisata bahari, akan terus mengembangkan sektor ini melalui program yang ramah lingkungan, inklusif, dan partisipatif.
Ia berharap pencatatan rekor MURI ini kelak juga diakui sebagai rekor dunia, sekaligus menjadi catatan sejarah penting bagi Lampung.
“Harapannya, Lampung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari nasional, tetapi juga menjadi pusat wisata berkelanjutan yang mendunia,” ujarnya.
Keberhasilan pemecahan rekor ini tak lepas dari kerja sama berbagai pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Brigade Infantri 4/Marinir, Komando Militer XXI/Raden Intan, Kepolisian, hingga Komunitas Perenang Antar Pulau Lampung yang menjadi penggagas utama kegiatan.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan kreativitas masyarakat Lampung dalam merayakan kemerdekaan dengan cara yang inovatif unik dan bersejarah,” pungkas Gubernur Mirza. (Rizal)
Lomba kebersihan Antar Dusun, Kepala Desa Bernung Turun Langsung Kemasyarakat
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran menggelar lomba kebersihan antar Dusun.
Penilaian lomba kebersihan dilakukan oleh tim juri dari Puskemas Bernung (16/8), yang mencakup berbagai aspek seperti kebersihan lingkungan, dan pekarangan rumah keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan serta dekorasi dalam memeriahkan HUT RI ke-80 tahun 2025.
Kepala Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Deswan menjelaskan, bahwa kegiatan lomba kebersihan lingkungan antar dusun, merupakan salah satu program atau kegiatan yang di sepakati dalam meriahkan HUT RI ke 80 Tahun 2025
“Kami sebelumnya rapat seluruh perangkat Desa Bernung dan sepakat dalam rangka HUT RI ke 80 ini mengadakan lomba kebersihan lingkungan tingkat dusun,” kata Deswan, saat diwawancarai usai melakukan penilaian di rumah warga, Sabtu (16/08/2025.
Ia juga mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan guna meningkatkan nasionalisme para warga, dengan kriteria yang dinilai yaitu memberdayakan warga untuk mencintai kebersihan lingkungan.
“Tentunya ini semua untuk meningkatkan kekompakan dan menanamkan rasa cinta kepada desa, kemudian tentunya lebih luasnya yaitu mencintai tanah air,” paparnya.
Dirinya juga menjelaskan, lomba kebersihan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga sebagai upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat.
“Saya ucapkan terimakasih, kepada warga masyarakat Bernung, yang telah mensupport kegiatan ini, ada berapa poin lomba kebersihan dari kebersihan lingkungan, jalan bersih, selokan bersih dan halaman bersih,” ujarnya.
“Kami dari pemerintah Desa Bernung, mendorong masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan. Perlombaan ini bukan semata-mata mendapatkan hadiah, namun momentum ini, tepat, bahwa kita sudah merasakan kemerdekaan dan sampai saat ini kita menikmati kemerdekaan itu,” tambahnya.
Sementara itu, Tim penilai dari Puskesmas Bernung, Lilis didampingi oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, mengatakan lomba kebersihan ini ada berapa katagori yang kita nilai seperti kebersihan dan kerapihan.
“Nanti pemenang lomba kebersihan ini kita umumkan pada hari puncak 17 Agustus tahun 2025. Lomba Kebersihan Lingkungan tingkat dusun ini di ikuti sebanyak enam dusun,” kata Lilis.
“Lomba kebersihan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga sebagai upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan, lomba ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan,” ujarnya. (Rizal)
