Senin, Februari 2, 2026
BerandaPESAWARANPrevalensi Stunting di Pesawaran Turun Sebanyak 15,1 Persen

Prevalensi Stunting di Pesawaran Turun Sebanyak 15,1 Persen

Pesawaran (RN) – Angka prevelensi stunting di Kabupaten Pesawaran tahun 2023 turun menjadi 10,0 persen, angka prevalensi stunting di Bumi Andan Jejama itu turun sebanyak 15.1 persen dari angka prevelensi stunting tahun 2022 sebesar 25,1 persen. Hal itu berdasarkan hasil dari survey Survey Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI yang dimulai pada bulan September tahun 2023.

Turunnya Stunting itu tidak lepas dari peranan Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi. Didukung Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. 

“Capaian ini sesuai dengan yang diharapkan dan ini merupakan hasil kerja keras bersama. Dari Tim TPPS kabupaten sampai desa dan OPD di ruang lingkup Pemkab Pesawaran serta para pihak ketiga yang memang peduli terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting,” kata Nanda. Jumat (26/04/2024).

Dirinya menjelaskan, pihaknya bersama Pemkab Pesawaran terus memaksimalkan berbagai program agar target penurunan stunting dapat tercapai. 

“Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting yang dilakukan di Kabupaten Pesawaran antara lain menyusun regulasi tentang upaya percepatan penurunan stunting, Tim Koordinasi Pencegahan dan Penurunan stunting yang bergerak cepat, menyusun TPPS di kecamatan dan desa,” ujar dia.

Usaha percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Pesawaran telah dilaksanakan dengan diterbitkannya PerBup No 35 Tahun 2023 ( Hasil Revisi ) Tentang Percepatan Penurunan Stunting untuk menindak lanjuti Perpres 72 tahun 2021 yang telah diterbitkan oleh pemerintah Pusat. Selain itu juga untuk memaksimalkan upaya Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam pencegahan dan penurunan stunting. 

Lalu diterbitkan juga Surat Edaran Bupati, SK pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kabupaten sampai dengan Tingkat desa, SK Tim Audit Kasus stunting.

Kemudian menetapkan desa lokus stunting per tahun dan melaksanakan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Serta, melaksanakan intervensi baik sensitif berupa kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung.

Dirinya mengungkapkan, secara spesifik kegiatan intervensi itu meliputi, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita kurus. Lalu pemberian tablet tambah darah bagi remaja, wanita usia subur dan ibu hamil, promosi dan konseling pemberian makanan bagi bayi dan anak.

“Diharapkan, hasil prevalensi di tahun 2024 ini yang didasarkan SKI yang direncanakan dimulai sekitar bulan September 2024 bisa berdampak banyak dan positif,” jelasnya.

“Sehingga menghasilkan penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Pesawaran dan memaksimalkan target capaian yang ditetapkan secara nasional. Selain itu, diharapkan terjalinnya aksi konvergensi di setiap lini, baik Intervensi spesifik maupun sensitive, serta disokong dengan anggaran baik dari kabupaten maupun pihak ketiga lainnya,” timpalnya.

Dirinya juga sangat mengapresiasi seluruh penggerak lini lapangan mulai dari para kader tim pendamping keluarga dan para petugas di desa dan kecamatan yang terus memberikan pelayanan pendampingan serta edukasi. 

“Terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada para penggerak lini lapangan yang secara konsisten berdedikasi memberikan pelayanan pendampingan serta edukasi mulai kepada remaja, calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, keluarga yang mempunyai Baduta dan balita dalam upaya pencegahan stunting di kabupaten pesawaran,” harapnya.

“Sinergitas kerjasama tim percepatan penurunan stunting baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa terus ditingkatkan dan berharap angka ini bisa dipertahankan di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.(Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments