Pesawaran (RN) – Pelepasan balon ke langit Hanura, potongan tumpeng, serta riuh karnaval budaya menjadi penanda perjalanan panjang Desa Hanura Trans AD II yang kini genap berusia 60 tahun. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, masyarakat Hanura merayakan usia berlian desa mereka dengan satu semangat yang sama menjaga kebersamaan untuk mewujudkan masa depan yang lebih maju.
Sebanyak 26 peserta dari berbagai komunitas ikut ambil bagian dalam karnaval. Mereka berasal dari komunitas adat dan budaya, pesepeda, dunia pendidikan, hingga masyarakat setempat.
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali yang mewakili Bupati Nanda Indira Bastian mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Hanura.
“Ini luar biasa. Keguyuban, kekompakan, dan kerukunan Desa Hanura luar biasa,” kata Antonius dalam sambutannya.
Menurut Antonius, keberagaman masyarakat menjadi salah satu kekuatan Desa Hanura. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Hanura Rio Remota beserta Ketua TP PKK Desa Hanura atas pembinaan terhadap masyarakat.
“Sehingga Desa Hanura menjadi salah satu desa percontohan di Indonesia dan mampu mempertahankannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Antonius juga berdialog langsung dengan warga. Dia menanyakan sejauh mana masyarakat pendatang dapat berbaur dengan warga yang lebih dahulu menetap di Hanura.
“Masyarakat pendatang apakah bisa berbaur dengan masyarakat asli? Kemudian masyarakat yang lama. Saya mau tanya, mana warga asli Hanura?” tanyanya.
Warga Desa Hanura, Cindy, mengatakan kerukunan tetap terjaga meski masyarakat hidup dalam keberagaman suku, budaya, dan agama.
“Alhamdulillah Desa Hanura rukun, guyub, dan kompak dalam kebersamaan, tapi kalau fasilitas semua sudah lengkap dan terpenuhi desa hanura sehingga pembangunan desa semakin maju dan jaya,” ucap Cindy.
Kepala Desa Hanura Rio Remota mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mulai pemerintah desa, lembaga desa, organisasi masyarakat, insan pers, hingga pemerintah di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, dan pusat.
“Melalui HUT Trans AD II Desa Hanura yang ke-60, yang merupakan fase berlian. Hari ini merupakan hari yang paling membahagiakan bagi seluruh masyarakat Desa Trans AD II Hanura,” ujar Rio.
Rio menyebut keberagaman adat, suku, agama, dan etnik di Hanura menjadi gambaran miniatur Indonesia. Nilai tepa selira dan gotong royong, kata dia, tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
“Kita patut bersyukur bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Desa Hanura merupakan hasil proses pembangunan yang bersih serta integrasi peran antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat Desa Hanura,” jelasnya.
Meski demikian, Rio menegaskan capaian pembangunan tidak boleh membuat masyarakat terlena. Masih ada kebijakan, program, dan kegiatan yang harus ditingkatkan seiring perubahan zaman.
Sejak proyek Transmigrasi Angkatan Darat dimulai pada 1966 hingga 2026, Desa Hanura terus mengalami perubahan. Menurut Rio, cita-cita para pemimpin dan perintis desa terdahulu mulai dirasakan masyarakat saat ini.
“Namun, hal tersebut jangan membuat kita terlena. Sesuai kondisi dan perkembangan zaman, kita harus terus berbenah dan tidak terlena oleh hegemoni zaman maupun keberhasilan sesaat,” tegasnya.
Rio juga menyinggung perubahan masa jabatan kepala desa dari enam menjadi delapan tahun sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
“Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, sehingga kita sudah mendekati akhir masa jabatan yang tinggal satu tahun ke depan. Akan tetapi, niat dan semangat kami sebagai kepala desa beserta seluruh staf Pemerintah Desa Hanura tidak akan surut dalam memajukan Desa Hanura yang kita cintai,” katanya.
Dia memastikan Pemerintah Desa Hanura akan terus mengoptimalkan potensi desa untuk mewujudkan Hanura yang lebih modern.
“Kami terus berupaya untuk mewujudkan Desa Hanura yang lebih modern dengan mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Trans AD II Hanura,” ujarnya.
Pada HUT ke-60 ini, Desa Hanura mengangkat tema “Kami Sejahtera, Kami Bahagia, dan Kami Terus Menjaga Kebersamaan.”
Rio mengajak seluruh warga menjaga rasa memiliki terhadap desa. Menurutnya, kemajuan Hanura harus dapat dirasakan bersama dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran, DPRD Pesawaran, Pemerintah Provinsi Lampung, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung pembangunan Desa Hanura.
Salah satu dukungan yang disorot Rio datang dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui penempatan Lapangan Desa Hanura sebagai basecamp Liga 4.
“Setelah beberapa tahun terakhir kita mendapatkan penghargaan demi penghargaan, kita harus menyadari bahwa penghargaan tersebut merupakan pengingat bagi kita semua untuk terus mempertahankan apa yang telah kita capai,” katanya.
Rio menegaskan konsistensi seluruh warga menjadi kunci mempertahankan capaian tersebut. Kebersihan, keindahan, serta pemeliharaan aset desa, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama.
Dia juga memberikan penghormatan kepada para kepala desa terdahulu yang dinilai telah meletakkan fondasi pembangunan Hanura hingga mencapai usia enam dekade.
“Apa yang telah dilakukan para pendahulu merupakan bagian penting dari perjalanan panjang Desa Hanura hingga mencapai usia 60 tahun seperti saat ini,” ujarnya.
Rio mengajak seluruh masyarakat meneruskan cita-cita para perintis dan pemimpin desa dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Desa Hanura.
“Dirgahayu Trans AD II Desa Hanura ke-60. Kami Sejahtera, Kami Bahagia, dan Kami Terus Menjaga Kebersamaan,” tandasnya. (Rizal)
