Pemkab Pesawaran Raih Penghargaan UKPBJ Proaktif dari LKPP RI

Jakarta (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran meraih penghargaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Proaktif Level 3 dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia.  Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Hj. Nanda Indira B dalam Rapat Koordinasi dan Penyerahan Piagam UKPBJ Proaktif pada Rapat Koordinasi UKPBJ Triwulan I Tahun 2026, yang digelar di Gedung LKPP, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemkab Pesawaran memenuhi kelengkapan atribut sembilan variabel (9/9) dalam mencapai tingkat kematangan UKPBJ Level 3 (Proaktif). Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala LKPP RI, Sarah Sadiqa didampingi Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM Suharti, Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan Wahyuni Kartianingsih, dan Kepala Bagian Barang dan Jasa Kabupaten Pesawaran Nanang Sumarlin. “Capaian tersebut menempatkan UKPBJ Pesawaran sebagai unit yang telah berfungsi strategis dan tidak lagi sebatas administratif dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah,” kata Nanda. Nanda mengatakan, Perencanaan pengadaan merupakan tahapan krusial dalam siklus pengadaan barang/jasa. Perencanaan yang matang berperan memastikan kebutuhan terpenuhi tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya, sekaligus mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran. “Sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025, UKPBJ didorong berperan sebagai pusat keunggulan (center of excellence) pengadaan,” ujarnya. Ia juga mengatakan, Fungsi tersebut mencakup identifikasi kebutuhan, pemilihan metode pengadaan, penganggaran, hingga pengelolaan sistem informasi untuk mencapai target kinerja, termasuk peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan pemberdayaan UMKM. “Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam memperkuat tata kelola pengadaan yang profesional dan akuntabel. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, khususnya UKPBJ, dalam membangun sistem pengadaan yang transparan dan berorientasi pada hasil,” pungkasnya. (zal)

Safari Ramadan Provinsi Lampung di Pesawaran, Perkuat Kolaborasi 

0
Pesawaran (RN) – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Kunjungan Silaturahmi Ramadan 1447 H/2026 M di Kabupaten Pesawaran yang dipusatkan di Masjid Al Ikhlas, Dusun Salahuddin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan memperkuat kolaborasi, Selasa (24/2/2026).  Kegiatan yang diisi tausiah oleh Drs. Hi. Lukman Hakim ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam suasana bulan suci Ramadan. Bupati Nanda Indira berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap berbagai program pembangunan di Pesawaran. “Saya harapan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, agar percepatan normalisasi sungai guna meningkatkan daya tampung air dan meminimalisir risiko banjir di tengah tingginya curah hujan,” kata Nanda. Selain itu, ia juga mengatakan percepatan perbaikan beberapa ruas jalan provinsi di Kecamatan Gedong Tataan yang mengalami kerusakan akibat musim hujan, terutama menjelang arus mudik Lebaran. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh rombongan Tim Safari Ramadhan Provinsi Lampung atas kunjungan Safari Ramadhan di Kabupaten Pesawaran ini. Mari kita manfaatkan Ramadan ini untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya. Diketahui Sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan Safari Ramadan juga diisi dengan penyerahan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung sebesar Rp30 juta untuk Masjid Al Ikhlas, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran sebesar Rp10 juta untuk Masjid Nurul Islah Desa Sukaraja, pemberian paket sembako kepada kaum dhuafa, serta santunan kepada 50 anak yatim piatu. (zal)

Safari Ramadan Provinsi Lampung di Pesawaran, Perkuat Sinergi dan Salurkan Bantuan untuk Masyarakat

0
Pesawaran (RN) – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Kunjungan Silaturahmi Ramadan 1447 H/2026 M di Kabupaten Pesawaran yang dipusatkan di Masjid Al Ikhlas, Dusun Salahuddin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Selasa (24/2/2026).  Kegiatan yang diisi tausiah oleh Drs. Hi. Lukman Hakim ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam suasana bulan suci Ramadan. Bupati Nanda Indira berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap berbagai program pembangunan di Pesawaran. “Saya harapan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, agar percepatan normalisasi sungai guna meningkatkan daya tampung air dan meminimalisir risiko banjir di tengah tingginya curah hujan,” kata Nanda. Selain itu, ia juga mengatakan percepatan perbaikan beberapa ruas jalan provinsi di Kecamatan Gedong Tataan yang mengalami kerusakan akibat musim hujan, terutama menjelang arus mudik Lebaran. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh rombongan Tim Safari Ramadhan Provinsi Lampung atas kunjungan Safari Ramadhan di Kabupaten Pesawaran ini. Mari kita manfaatkan Ramadan ini untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya. Diketahui Sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan Safari Ramadan juga diisi dengan  penyerahan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung sebesar Rp30 juta untuk Masjid Al Ikhlas, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran sebesar Rp10 juta untuk Masjid Nurul Islah Desa Sukaraja, pemberian paket sembako kepada kaum dhuafa, serta santunan kepada 50 anak yatim piatu. (zal)

Pesawaran Perkuat Tata Kelola Arsip Digital Melalui Bimtek Aplikasi Srikandi

Pesawaran (RN) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran melalui Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Desk Aplikasi Srikandi bagi para Admin Perangkat Daerah se- Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan M. Rinaldo Arbarino, pada Senin, 23 Februari 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran. Kegiatan Bimtek implementasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) ini merupakan lanjutan yang diperuntukkan bagi perangkat daerah yang belum memiliki akun Srikandi. Adapun OPD yang belum memiliki akun adalah 8 Dinas, 1 RSUD, 10 Bagian dan 11 Kecamatan,” kata M. Rinaldo. Ia juga mengatakan, lima perangkat daerah yang mengikuti kegiatan sesuai jadwal undangan hari ini ialah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (PERINDAG) dan Dinas Perikanan. “Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari proses pembuatan akun Srikandi hingga praktik langsung pembuatan surat melalui aplikasi tersebut . Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman teknis dan optimalisasi penggunaan aplikasi dalam mendukung tata kelola administrasi persuratan secara digital,” ujarnya. M. Rinaldo Arbarino menyampaikan, kegiatan ini akan terus berlanjut hingga pertengahan Maret 2026 disesuaikan dengan jadwal undangan untuk perangkat daerah/kecamatan/bagian yang telah ditetapkan. “Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dapat mengimplementasikan aplikasi Srikandi secara optimal guna mewujudkan tertib arsip dan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya. (zal)

Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok di Bulan Ramadan, Pemkab Pesawaran Gelar Pasar Murah

Pesawaran (RN) – Guna penuhi bahan poko masyarakat di bulan suci Ramadhan Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar kegiatan pasar murah di Lapangan Dusun Salahuddin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Selasa (24/2/2026).  “Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya di bulan Ramadan,” kata Nanda Indira. Dirinya juga mengatakan, kegiatan pasar murah direncanakan akan dilaksanakan di tujuh titik berbeda. Meski tidak seluruh kecamatan mendapatkan giliran, pemerintah daerah berupaya memaksimalkan jangkauan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. “Insyaallah harga yang kami hadirkan berada di bawah harga pasaran, sehingga bisa meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras 5 kilogram seharga Rp56.000, gula Rp15.000, minyak goreng Rp15.000, tepung Rp8.000, telur Rp24.000, dan bawang merah Rp33.000. Harga tersebut berada di bawah harga pasar, sehingga disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. “Saya berharap pasar murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga dapat digelar secara berkelanjutan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan,” harapnya. Antusiasme warga terlihat dari ramainya antrean yang memanjang. Salah seorang warga, Marsinah, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia membeli beras, minyak, dan telur dengan harga yang lebih murah namun tetap berkualitas. “Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan, karena sangat membantu, terutama saat bulan puasa sekarang ini,” ungkapnya. (zal)

Harga Pangan di Pesawaran Stabil, Cabai Rawit Merah Jadi Satu-satunya yang Meroket! 

Pesawaran  (RN) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran bersama tim saber melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Tradisional Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan. Senin, (23/02/2026). Hasilnya? Harga komoditas pangan pokok relatif stabil, bahkan beberapa di antaranya berada di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hendra Sulistianto, mengatakan bahwa harga beras medium dan SPHP sesuai dengan HET, sementara cabai merah keriting dan bawang putih berada di bawah HAP. Namun, cabai rawit merah menjadi pengecualian dengan harga Rp 60.000, di atas HAP. “Curah hujan di wilayah produsen mempengaruhi produksi dan distribusi, sehingga harga cabai rawit merah naik,” jelas Hendra. Tim saber juga melakukan peninjauan ke Penggilingan Padi Berkah Mulia, yang memperoleh pasokan gabah dari Lampung dan Sumatera Selatan. Harga pembelian Gabah Kering Panen saat ini Rp 6.750/kg, sedikit lebih tinggi dari panen raya sebelumnya. Stabilitas Pangan di Pesawaran Terjaga! DKP Pesawaran akan terus melaksanakan pengawasan pasokan, harga, dan mutu pangan menjelang Idulfitri. Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan digelar pada 9 Maret 2026 di Kecamatan Way Ratai untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Tim Saberda Pesawaran juga akan menambah jumlah RPK di Pasar Sukaraja untuk meningkatkan pemerataan distribusi dan stabilisasi harga pangan. (zal).

Bupati Nanda Lantik Sembilan Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Antar Waktu 

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira, secara resmi melantik sembilan Kepala Desa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu di Lamban Agung, Komplek Rumah Dinas Bupati Pesawaran, Jumat (13/2/2026).  Pelantikan kepala desa ini dilakukan untuk enam kecamatan. Langkah ini diambil guna memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan efektif dan berkelanjutan. Adapun nama-nama Kepala Desa yang dilantik, yaitu: • Agus Tian Akhmad – menggantikan Riyano Jaya Nugraha, S.Sos. sebagai Kepala Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng. • Imam Sumarto– menggantikan Firdaus, S.E. sebagai Kepala Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng. • Andri Suryawan – menggantikan Sahroni, S.Kep. sebagai Kepala Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai. • Dedek Aris Syahputra – menggantikan Sopri Idwin, S.E. sebagai Kepala Desa Khepong Jaya, Kecamatan Padang Cermin. • Cecep Juhayri – menggantikan Surawan, S.E. sebagai Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan. • Muhammad Yazid – menggantikan Nusrin Makbullah, S.Pd.I sebagai Kepala Desa Kertasana, Kecamatan Kedondong. • Suminto – menggantikan Dean Adu Nughroho, S.STP.,MM. sebagai kepala Desa Purworejo Kecamatan Negeri Katon. • Sumari – menggantikan Ester, A.Md. sebagai Kepala Desa Bangun Sari Kecamatan Negeri Katon. • Hakim – menggantikan Yaumal sebagai Kepala Desa Negeri Ulangan Jaya Kecamatan Negeri Katon. “Jabatan ini juga dinilai sebagai tanggung jawab moral dan administratif. Tugas kepala desa bukan hanya mengelola dana desa secara akuntabel, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pelayanan dasar, baik pendidikan, kesehatan, maupun penguatan ekonomi keluarga,” kata Nanda. Nanda juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika ekonomi, sosial, dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, kepala desa dituntut untuk adaptif, transparan, dan inovatif. Setidaknya terdapat tiga pesan utama yang disampaikan Bupati kepada para kepala desa yang baru dilantik. Pertama, menjaga integritas dengan tidak menyalahgunakan keuangan desa dan menjaga kepercayaan masyarakat. Kedua, membangun partisipasi dengan melibatkan BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta TP PKK dalam setiap perencanaan dan musyawarah desa. Ketiga, memanfaatkan teknologi secara bijak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi pemerintahan desa. “Mari kita berjalan bersama, meluruskan niat, bekerja dengan hati, dan membuktikan bahwa desa-desa di Pesawaran mampu menjadi contoh kemajuan dan kemandirian,” ujarnya. (zal)  

Progres Pembangunan Sumur Bor TMMD di Sejumlah Titik Guna Perkuat Akses Air Bersih untuk Warga

0
Pesawaran (RN) – Memasuki hari keempat, Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus menunjukkan progres signifikan dalam pembangunan sarana air bersih di sejumlah desa. Hingga saat ini Jumat, (13/2/2026), beberapa titik sumur bor yang menjadi sasaran kegiatan telah memasuki tahap lanjutan, mulai dari setting alat hingga capaian kedalaman pengeboran yang bervariasi di tiap lokasi. Di Desa Gunung Sari, personel TMMD memulai tahapan setting alat pengeboran di salah satu titik sumur bor milik warga. Proses ini meliputi penataan mesin bor, pemasangan rangka penyangga, serta pengecekan kesiapan peralatan sebelum pengeboran dilakukan. Tahap awal tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan proses pengeboran berjalan aman, efektif, dan sesuai standar teknis di lapangan. Sementara itu, progres pengeboran di beberapa desa lainnya juga menunjukkan perkembangan. Di Dusun Waringin, Desa Kota Jawa, kedalaman sumur telah mencapai 15 meter. Di Desa Kubu Batu, pengeboran menembus kedalaman 25 meter. Adapun di Desa Tanjung Rejo, dua titik sumur bor masing-masing telah mencapai kedalaman 30 meter dan 42 meter. Seluruh proses pengerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kerja serta ketepatan teknis. Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pengerjaan menjadi cerminan kuatnya semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa sarana air bersih, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara TNI dan warga dalam mendorong percepatan pembangunan desa. Adapun lima titik pembangunan sumur bor sebagai berikut: – 1 titik sumur bor a.n Ibu Rumiani, Desa Tanjung Rejo – 1 titik sumur bor a.n Bpk Triyono, Desa Tanjung Rejo – 1 titik sumur bor a.n Bpk Jamingan, Desa Kubu Batu – 2 titik sumur bor di Desa Kota Jawa dan Gunung Sari “Terimakasih Melalui pembangunan sumur bor ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga di wilayah sasaran TMMD,” kata Rumiani (zal)

Pembangunan RTLH TMMD Sangat Membatu Masyarakat Pesawaran

0
Pesawaran (RN) – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tanjung Rejo. Sejumlah unit rumah yang menjadi sasaran program saat ini memasuki tahapan konstruksi lanjutan, mulai dari pekerjaan pondasi hingga pemasangan dinding bata, Jumat (13/02/2026). Pada beberapa titik penerima manfaat, personel TMMD bersama warga setempat telah menyelesaikan tahapan pembuatan pondasi dan pemasangan sloof sebagai struktur dasar bangunan. Tahap ini menjadi bagian penting untuk memastikan rumah berdiri kokoh, aman, dan memiliki daya tahan jangka panjang. Proses pengerjaan dilaksanakan secara terencana dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi. Selain itu, progres pembangunan juga terlihat dari pemasangan batu bata pada sejumlah unit RTLH lainnya. Tahapan ini menandai dimulainya pembentukan struktur dinding rumah, yang secara bertahap mengubah kondisi hunian sebelumnya menjadi bangunan yang lebih layak dan representatif untuk ditempati. Pekerjaan berlangsung lancar dengan dukungan aktif masyarakat sekitar. Keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui program RTLH ini, diharapkan para penerima manfaat di Desa Tanjung Rejo dapat segera menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, dua pekerjaan utama berupa pembangunan talud hingga saat ini telah mencapai panjang kurang lebih 170 meter dari total target 540 meter. Tak hanya itu, pekerjaan utama berupa pembangunan rabat beton hingga saat ini telah mencapai panjang kurang lebih 110 meter dari target 666 meter. (zal)

Hari Ketiga TMMD ke-127: TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun Jalan dan Talud 

0
Pesawaran (RN) – Memasuki hari ketiga pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, sejumlah program pekerjaan fisik mulai dikerjakan, Kamis (12/02/2026). Dandim 0421/LS Letkol Kav M. Nuril Ambiyah mengatakan, Pembangunan jalan rabat beton telah mencapai kurang lebih 90 meter, sementara pembangunan talud sudah terealisasi sekitar 130 meter. “Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong personel bersama masyarakat setempat. Sementara di sektor rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lima unit rumah penerima manfaat kini telah memasuki tahap pembongkaran dan pemasangan pondasi,” ujarnya. Para penerima bantuan menyampaikan harapan agar rumah tersebut dapat ditempati sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga mereka dapat merayakan Lebaran di hunian yang lebih layak dan aman. “Program unggulan KSAD bertajuk “Bapak Air” juga mulai berjalan. Pembangunan sumur bor telah dilaksanakan di beberapa titik, dengan progres pengeboran dan penyetelan alat di Desa Tanjung Rejo dan Desa Kubu Batu. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat dan mendukung kualitas kesehatan lingkungan,” kata dia. Sebelumnya, TMMD ke-127 resmi dibuka melalui upacara di Lapangan Desa Gunung Sari pada 10 Februari 2026, dipimpin langsung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. Kegiatan pembukaan turut dihadiri unsur TNI, Forkopimda, DPRD, TP PKK, serta jajaran perangkat daerah. TMMD tahun ini menargetkan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter, talud 540 meter, lima unit RTLH, serta lima titik sumur bor. Selain sasaran fisik, rangkaian kegiatan juga diisi program nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba dan judi online, penyuluhan hukum dan lingkungan hidup, hingga edukasi peternakan dan perikanan. Pada hari pembukaan juga digelar berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, antara lain pelayanan kesehatan, sunatan massal, pelayanan KB dan pencegahan stunting, donor darah, dukungan bagi UMKM, bantuan ketahanan pangan, hingga penyerahan bantuan bagi Kelompok Wanita Tani. “Secara keseluruhan, TMMD ke-127 di Kabupaten Pesawaran menjadi wujud nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan warga, dengan target pelaksanaan hingga 11 Maret 2026,” pungkasnya. (zal)