Peduli Adat Istiadat, Bupati Pesawaran Apresiasi Festival Adat dan Budaya Kecamatan Gedong Tataan
Kejari Pesawaran Bantah Terima Upeti Dari Para Kades

Pesawaran (RN) Kejaksaan Negeri Pesawaran, membantah adanya Upeti ataupun setoran, yang diterima pihaknya dari seluruh para Kades di Kecamatan Padang Cermin.
Kasi Intel Pesawaran Andy Pranomo mengatakan, adanya pemberitaan di salah satu media yang mengatakan, para Kades memberikan setoran kepada Kejari Pesawaran, menyudutkan Aparat Penegak Hukum (APH) di Bumi Andan Jejama. “Tentunya, isi di dalam berita media online tersebut, menyudutkan APH, karena di dalam beritanya itu bukan hanya Kejari saja, tetapi juga ada Kepolisian dan Inspektorat,” ujarnya, Senin (25/12/2023). Menurutnya, terkait pemberitaan di media online tersebut, merupakan informasi yang tidak benar dan terkait pemberitaan media online tersebut juga telah di bantah oleh para Kepala Desa Se-Kecamatan Padang Cermin. “Para Kades juga sudah membuat surat pernyataan, yang isinya tidak pernah memberikan sesuatu apapun berupa uang untuk inspektorat, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Pesawaran,” ujar dia. “Selain itu, para Kades Se-Kecamataan Padang Cermin juga telah di mintai keterangan oleh Polres Pesawaran pada Hari Minggu Tanggal 24 Desember kemarin, untuk melakukan klarifikasi terkait berita media online tersebut, dari hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh Polres Pesawaran seluruh Kades Se-Kecamataan Padang Cermin membantah terkait isi pemberitaan media online tersebut,” kata dia. Dirinya juga menyayangkan, dalam penayangan pemberitaan tersebut, baik dari wartawan maupun kantor redaksinya tidak membuat berita yang berimbang, tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu. “Kode etik jurnalistiknyakan, ketika media melakukan pemberitaan, orang ataupun instansi yang diberitakan wajib memberikan keterangan atau hak jawab, sehingga tidak menimbulkan opini yang menyudutkan atau mengintimidasi pihak yang diberitakan,” katanya. (Red)Tampil Perdana, KRB Raih Juara Harapan I Lomba Gojeg Lesung

Milad ke-4 Kampung Quran Al-Fushha, Bupati Pesawaran : Momentum Peningkatan Keimanan

Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2023, Polres Pesawaran Siap Amankan Perayaan Nataru

Gerakan Indonesia Tertib, Pemkab Pesawaran Terima ARM 2023, Wildan Terima Langsung Dari Wakil Presiden RI
Amankan Nataru Polres Pesawaran Terjunkan Ribuan Personil
Tampil Perdana Lomba Gojeg Lesung KRB Desa Bagelen Raih Juara Harapan I
Pesawaran (RN) – Kelompok Gojeg Lesung KRB Dusun Bangun Sari Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran meraih juara Harapan I dalam Festival Lomba kesenian tradisional warga Transmigrasi, yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung di Museum Transmigrasi, Kamis (21/12/2023).
Ketua Kelompok Gojeg Lesung Dusun Bangun Sari, Panji Wahyudi mengatakan, KRB Bangun Sari untuk pertama kalinya mengikuti Lomba Kesenian Gojeg Lesung pada Festival tersebut. “Alhamdulillah, meski penampilan kami baru pertama kalinya, tapi Gojeg Lesung Karya Remaja Bangun Sari (KRB) meraih juara harapan I, Mudah-mudahan tahun depan kita dapat meraih juara pertama,” kata Panji. Ditambahkan Panji, sejarah permainan Gojeg Lesung merupakan ekspresi kegembiraan para petani atas melimpah panen atau sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. “Disela Kesibukan menumbuk padi tersebut, para petani memainkan Lesung sambil menyanyikan tembang untuk menghibur, tapi sangat disayangkan seiring berkembangnya zaman, Lesung yang dulu sebagai sarana utama menumbuk padi bagi para petani transmigran kini sudah tergantikan dengan alat yang lebih modern, dan ironisnya kesenian Gojeg atau Lesung kini telah tertinggal,”jelas Panji. Untuk itu, dia mengajak seluruh remaja Dusun Bangun Sari, untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional yang telah diwariskan para leluhur agar tidak tergerus jaman. Sementara, Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto sangat mengapresiasi para peserta Gojeg lesung yang penuh antusias. Ini suatu kebanggan bagi Desa Bagelen khususnya Dusun Bangun Sari. “Saya ucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas digelarnya Lomba kesenian tradisional masyarakat transmigrasi, dan selamat untuk para pemenang lomba Gejog/Lesung, bagi yang belum menjadi juara jangan kecil hati dan tetap semangat dalam menjaga, dan melestarikan kesenian, adat dan budaya yang telah diwariskan leluhur kita, “tandasnya. (Indra).Pembangunan Balai Wartawan, Ini Penjelasan Ketua PWI Pesawaran


HUT ke – 11 Kecamatan Marga Punduh, Gelar Festival Budaya dan Doa Bersama
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kecamatan Marga Punduh Ke 11 Kabupaten Pesawaran mengelar Festival budaya dan doa bersama yang di gelar di halaman kantor camat Marga Punduh, Selasa (19/12/2023).
Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona mengatakan, Festival Budaya dan Doa Bersama dalam rangka Memperingati Hari Lahir Kecamatan Marga Punduh ke -11 Tahun,dan ini salah satu sarana instropeksi berasam antara pemerintah dan masyarakat. “Dihari yang istimewa ini sekaligus menetapkan resolusi dan kebulatan tekad untuk mengambil sikap, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran wilayah di Bumi Andan Jejama,”kata Dendi. Dirinya juga menyampaikan bahwa Festival Budaya Marga Punduh ini tidak saja meriah, namun juga khas dan menarik, yang menampilkan kreativitas masyarakat serta inovasi para pencinta seni dan budaya. “Seperti halnya Karnaval Budaya yang menampilkan banyak peserta ini tentunya akan menjadi salah satu magnet bagi masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke sini,”ujarnya. Orang nomor satu di Bumi Andan Jejama ini juga mengatakan Festival ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian budaya daerah yang mempunyai peran penting. Berperan penting dalam memperkokoh jati diri bangsa, khususnya jati diri masyarakat Pesawaran agar tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi. “Mari kita jadikan budaya sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan, khususnya bagi diri masyarakat Kecamatan Marga Punduh, kapan dan dimanapun berada. Semoga Kecamatan Marga Punduh semakin berkembang kearah yang lebih maju, produktif dan mandiri serta menjadi teladan,”ujarnya. Dirinya juga berharap, budaya Marga Punduh ini benar -benar menjadi milik masyarakat dan berdampak positif bagi memajuan daerah dalam wujud peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan investasi pariwisata di Kabupaten Pesawaran. (Rizal)