ARTIKUJT E FUNDIT

Rugikan Negara Rp160 Miliar Lebih, Polda Lampung Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran

Pesawaran (RN) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung bersama Satuan Brimobda Lampung berhasil menggerebek tiga gudang yang menjadi tempat penimbunan dan pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Operasi besar-besaran yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026 ini berhasil mengamankan puluhan pekerja dan menyita ratusan ribu liter BBM. Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mengatakan, Pengungkapan ini bermula dari pengecekan intensif terhadap aktivitas mencurigakan di wilayah pesisir Pesawaran. “Dilokasi pertama (TKP 1), petugas menemukan gudang milik saudara H yang telah beroperasi selama enam bulan,” kata dia. Ia menjelaskan, Modus yang digunakan adalah mengolah minyak mentah (minyak cong) asal Sekayu, Sumatera Selatan, menggunakan zat bleaching untuk memurnikannya menjadi BBM menyerupai solar. “Sementara di lokasi kedua (TKP 2) milik saudara Y, gudang digunakan untuk menampung solar murni hasil “pengecoran” atau pembelian ilegal dari berbagai SPBU,” ujarnya. Untuk lokasi ketiga (TKP 3), pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan gudangi tersebut. Dalam operasi ini, Polda Lampung berhasil mengamankan total 32 orang, yang terdiri dari pekerja gudang, sopir, hingga kernet. Adapun total barang bukti BBMi solar ilegal yang disita dariketiga lokasi mencapai 203.000 liter. Selain BBM, petugas juga menyita: 9 unit kendaraan Colt Diesel yang telah dimodifikasi baknyai menjadi tangki penampung, 237 unit tedmond (tandon) kapasitas 1.000 liter; 3 unit kapal, yakni KM Inka Mina I, KM Inka Mina II, dan KM Rizki, yang diduga digunakan untuk distribusi melalui jalur laut; dan puluhan mesin pompa (alkon), selang spiral, serta zat kimia pemurni solar. “Pengungkapan ini merupakan upaya serius Polri dalam melindungi sumber daya energi dan keuangan negara,” terang dia. “Operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang sangat masif. Berdasarkan kalkulasi tim di lapangan, dengan volume temuan 203 ton per minggu atau mencapai 812 ton per bulan, aktivitas ilegal ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp160,7 miliar jika dihitung dalam kurun waktu tiga tahun dengan estimasi kerugian Rp5.500 per liter,” tambah dia. Helfi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik penimbunan BBM ilegal, Masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas serupa diminta segera melapor melalui Call Center Polri 110. “Saat ini, para pekerja beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Lampung untuk proses penyidikan lebih lanjut,Adapun khusus barang bukti berupa 3 unit kapal masih berada di TKP karena keterbatasan tempat, namun tetap dalam penjagaan ketat personel Polda Lampung,” pungkasnya. (Red/rls)

Kejati Lampung Tegaskan Barang Bukti yang Disita dari Aset Arinal Rp.38,5 Tidak Hilang

Lampung (RN) – Beberapa waktu lalu beredar informasi terkait Barang Bukti dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10% oleh PT Lampung Energi Berjaya (PT.LEB), menyampaikan kepada masyarakat bahwa, Barang Bukti yang disita dari aset sdra Arinal Djunaidi senilai Rp.38,5 Miliar tersebut telah raib dari daftar barang bukti sidang korupsi PT LEB.  Kepala Kajati Lampung melalui Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Lampung Ricky Ramadhan, membantah dan klarifikasi terkait status dan kondisi Barang Bukti tersebut dimana telah dilakukan penyitaan pada tanggal 03 September 2025 oleh tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaaan Tinggi Lampung. “Dari hasil penggeledahan di rumah Arinal Djunaidi telah digunakan sebagai barang bukti dalam perkara atas nama terdakwa Heri Wardoyo bin Moentolib Hadiprayitno dkk dan terlampir dalam berkas perkara,” kata Ricky Ramadhan, Rabu (08/04/2026). Ia juga menegaskan, pada tanggal 29 Januari 2026 barang bukti tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang untuk kepentingan pembuktian perkara atas nama terdakwa Heri Wardoyo bin Moentolib Hadiprayitno dkk. “Untuk menjaga kuantitas dan kualitas barang bukti tersebut agar tetap aman maka Jaksa Penuntut Umum melakukan penyimpanan barang bukti terkait di Gudang Khusus Barang Bukti Kejaksaan Negeri Bandar Lampung,” tegas dia. Ia juga menjelaskan, dalam surat dakwaan perkara tindak pidana korupsi atas nama Heru Wardoyo bin Moentolib Hadiprayitno dkk, tim Jaksa Penuntut Umum juga telah menguraikan peran aktif Arinal Djunaidi secara lengkap baik selaku mantan Gubernur Lampung, maupun selaku Pemegang Saham pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lampung Jasa Utama (PT LJU) dan PT Lampung Energi Berjaya (PT LEB). “Bersangkutan (Arinal) melakukan perbuatan bersama-sama dengan terdakwa Heri Wardoyo bin Moentolib Hadiprayitno (selaku Komisaris PT Lampung Energi Berjaya), M Hermawan Eriadi bin Nurdin (selaku Direktur Utama Lampung Energi Berjaya) dan Budi Kurniawan bin Muhammad Yusuf Idrus (selaku Direktur Operasional Lampung Energi Berjaya) dalam perkara tersebut,” ujarnya. Kejaksaan Tinggi Lampung berkomitmen untuk menyelesaikan penanganan perkara tindak pidana korupsi pengelolaan dana Participating Interest 10 % oleh PT Lampung Energy Berjaya (PT LEB) secara profesional, transparan dan akuntabel sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. “Kami berterimakasih atas dukungan masyarakat sehingga penanganan perkara ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang nyata dalam bentuk pengembalian kerugian negara secara maksimal,” pungkasnya. (Red)  

Tingkatan Kapasitas Institusi, Kajari Pesawaran Lakukan Sertijab Eselon 4 dan 5

Pesawaran (RN) – Kejaksaan Negeri Pesawaran Lampung melaksanakan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) bagi sejumlah pejabat struktural Eselon IV dan Eselon V, di lingkungan Kejaksaan Negeri Pesawaran, Kamis (2/4/2026). Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pelantikan beberapa pejabat struktural sebagai bagian dari dinamika organisasi serta upaya penguatan kinerja kelembagaan di wilayah kerja Kejaksaan Negeri Pesawaran, di antaranya: Pejabat Eselon IV: Neti Herawati, S.H. Menjabat sebagai Kepala Subbagian Pembinaan menggantikan Rengga Puspa Negara, S.H., M.H. Fuad Alfano Adi Chandra, S.H., M.H. Menjabat sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus menggantikan Arliansyah Adam, S.H. Ardi Herlan Syah, S.H. Menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen menggantikan Fuad Alfano Adi Chandra, S.H., M.H. Bernadeta, S.H. Menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara menggantikan Vita Hestiningrum, S.H., M.H. Pejabat Eselon V: Syandri Sofyan, A.Md. Menjabat sebagai Kepala Urusan Tata Usaha, Kepegawaian, dan Keuangan pada Subbagian Pembinaan. Krisma Jeny Puteri, S.H. Menjabat sebagai Kepala Subseksi Penuntutan, Upaya Hukum Luar Biasa, dan Eksekusi pada Seksi Tindak Pidana Khusus. Dini Ramadhanti Mukhtar, S.H Menjabat sebagai Kepala Subseksi Prapenuntutan pada Seksi Tindak Pidana Umum. Annisaa Devira, S.H. Menjabat sebagai Kepala Subseksi Penuntutan, Eksekusi, dan Eksaminasi pada Seksi Tindak Pidana Umum. Roidah Zahiroh, S.H. Menjabat sebagai Kepala Subseksi I pada Seksi Intelijen. Yosua David Mantiri, S.H. Menjabat sebagai Kepala Subseksi II pada Seksi Intelijen. Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran, Umi Kalsum, S.H., M.H, menerangkan rangkaian pergantian jabatan dan penambahan personil ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk penyegaran serta peningkatan kapasitas institusi dalam merespons tantangan tugas yang semakin kompleks. “Dengan hadirnya pejabat baru, diharapkan terjalin sinergi yang kuat dalam menjaga stabilitas internal dan meningkatkan kualitas pelayanan penegakan hukum secara kolektif di wilayah hukum Kabupaten Pesawaran,” ujarnya. (Red)

Memperat Silaturahmi, Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Gedong Tataan Gelar Halal Bihalal

Pesawaran (RN) – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran menggelar acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H, bertempat di SDN 02 Gedong Tataan, dengan tema”Merajut Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah Dihari Yang Fitri. “Kita harus saling memaafkan dan melupakan kesalahan satu sama lain, agar kita bisa memulai lembaran baru dengan hati yang bersih,” kata Ketua PGRI Kecamatan Gedong Tataan, Utami Susilo wati. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru dan segenap panitia yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Kita harus terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa, serta menjaga hubungan yang harmonis antara guru, staf, dan orang tua siswa, karena PGRI adalah rumah besar kita yang bisa memfasilitasi dan kebutuhan hak- gak guru” tambahnya. Sementara itu, Kordinator wilayah Kecamatan Gedong Tataan Solihah mengatakan, Acara Halal Bihalal ini juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk bersilaturahmi saling mengenal dan berbagi pengalaman, serta mempererat hubungan antara guru. “Dalam hal ini, saya berharap mari kita sama – sama membangun PGRI Kecamatan Gedong Tataan,” ujarnya. Dirinya juga berharap agar terus menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan kita, supaya kita bisa bekerja sama dengan lebih baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita. “Dengan diadakannya acara Halal Bihalal ini, diharapkan hubungan antara guru, semakin erat dan harmonis, serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa. Selamat Hari Raya Idul Fitri! Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya. (zal)

Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H, Bupati Pesawaran Hadiri Rakor Lintas Sektoral di Polda Lampung

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira B menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Senin (9/3/2026).  Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran. Rakor yang dibuka secara resmi oleh Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., ini dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga terkait, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengamanan perayaan Idul Fitri. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan pengamanan Lebaran melalui Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Krakatau 2026,” kata dia. “Operasi tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa hingga merayakan Hari Raya Idul Fitri, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik,” tambah dia. Dirinya juga mengatakan, Provinsi Lampung memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera yang setiap tahunnya menjadi titik krusial mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran. “Lampung memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang Sumatera. Setiap tahun menjadi titik krusial arus mudik dan arus balik, sehingga diperlukan koordinasi yang matang serta langkah-langkah partisipatif dari seluruh pihak untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira melalui Kepala bidang Pengembangan dinas Perhubungan Eky Yuli Widianto mengatakan. Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan arus mudik. Wilayah yang dilalui jalur mudik, Pesawaran memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan para pemudik berlangsung aman dan nyaman. “Sebagai wilayah yang menjadi perlintasan arus mudik, Kabupaten Pesawaran berkewajiban menjaga kelancaran dan kenyamanan lalu lintas sehingga para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat,” jelasnya. Ia menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya akan melakukan pengamanan arus mudik di sejumlah titik strategis, di antaranya Simpang Tol Batanghari Ogan, Simpang Tugu Keris Tegineneng, Simpang Tugu Coklat, Simpang Tugu Pengantin, Simpang Mutun, serta Simpang Ketapang. Pengamanan tersebut akan dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama Polres Pesawaran. “Selain itu, sekitar enam pos pengamanan juga akan didirikan di sejumlah titik sebagai tempat pengaturan lalu lintas sekaligus lokasi istirahat bagi para pemudik,” ujarnya. Upaya pengamanan mudik ini juga melibatkan berbagai perangkat daerah lainnya. Dinas Kesehatan akan menyiapkan layanan kesehatan di setiap pos pengamanan berupa tenaga medis, fasilitas P3K, serta ambulans. Sementara Dinas PUPR memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap layak dilalui, dan Dinas Komunikasi dan Informatika bertugas menyampaikan berbagai informasi penting kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas dan layanan mudik. “Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan seluruh stakeholder dapat memperkuat sinergi di lapangan sehingga pengamanan Idul Fitri 1447 H, khususnya arus mudik dan arus balik di wilayah Lampung, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” harapnya. (zal)

Bupati Nanda: Dishub Pesawaran Siap Amankan Arus Mudik 2026

Pesawaran (RN) Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan arus mudik hari Raya Idul Fitri 1447 H, Wilayah yang dilalui jalur mudik, Pesawaran memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan para pemudik berlangsung aman dan nyaman.

Hal tersebut dikatakan Bupati Pesawaran Nanda Indira saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Senin  (09/03/2026).

“Sebagai wilayah yang menjadi perlintasan arus mudik, Kabupaten Pesawaran berkewajiban menjaga kelancaran dan kenyamanan lalu lintas sehingga para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya akan melakukan pengamanan arus mudik di sejumlah titik strategis, di antaranya Simpang Tol Batanghari Ogan, Simpang Tugu Keris Tegineneng, Simpang Tugu Coklat, Simpang Tugu Pengantin, Simpang Mutun, serta Simpang Ketapang. Pengamanan tersebut akan dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama Polres Pesawaran.

“Selain itu, sekitar enam pos pengamanan juga akan didirikan di sejumlah titik sebagai tempat pengaturan lalu lintas sekaligus lokasi istirahat bagi para pemudik,” ujarnya.

Upaya pengamanan mudik ini juga melibatkan berbagai perangkat daerah lainnya. Dinas Kesehatan akan menyiapkan layanan kesehatan di setiap pos pengamanan berupa tenaga medis, fasilitas P3K, serta ambulans. Sementara Dinas PUPR memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap layak dilalui, dan Dinas Komunikasi dan Informatika bertugas menyampaikan berbagai informasi penting kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas dan layanan mudik.

“Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan seluruh stakeholder dapat memperkuat sinergi di lapangan sehingga pengamanan Idul Fitri 1447 H, khususnya arus mudik dan arus balik di wilayah Lampung, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” harapnya.

Sementara itu, Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Drs. Sumarto saat membuka rakor mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan pengamanan Lebaran melalui Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Krakatau 2026.

“Operasi tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa hingga merayakan Hari Raya Idul Fitri, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik,” kata dia.

Dirinya juga mengatakan, Provinsi Lampung memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera yang setiap tahunnya menjadi titik krusial mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran.

“Lampung memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang Sumatera. Setiap tahun menjadi titik krusial arus mudik dan arus balik, sehingga diperlukan koordinasi yang matang serta langkah-langkah partisipatif dari seluruh pihak untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.(zal)

 

Sebanyak 303 Warga Pesawaran Dapat Bantuan Atensi Dari RI

Pesawaran (RN) — Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, menurunkan tim dari Sentra Handayani bersama Dinas Sosial, melaksanakan asesmen langsung ke rumah masing-masing calon penerima manfaat. Kepala Dinsos Pesawaran Zuriadi mengatakan, hal ini dilakukan untuk memastikan validitas data dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan tersebut. “Tujuan program ini adalah memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang membutuhkan. Proses asesmen sudah dilakukan secara langsung agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya. Rabu (04/02/2026). “Dan pengecekan penerima juga bukan hanya dari kita saja, ada juga tim dari pusat juga yang ikut melakukan penilaian kepada calon penerima manfaat,” ujar dia. Sementara itu, Kepala Sentra Handayani Jakarta Hisyam Cholil menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ATENSI ini diharapkan dapat membantu masyarakat Pesawaran memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan peran sosial, serta menunjang aktivitas harian mereka. “Kami berharap bantuan kewirausahaan dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk mengembangkan usaha dan menambah penghasilan. Bagi penerima alat bantu, semoga dapat memudahkan mobilitas dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya. (zal)  

Lantik Tiga Kajari, Kajati Lampung Minta Tingkatkan Pelayanan Hukum Kepada Masyarakat

0
Lampung (RN) – Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo, melantik tiga Kejati baru yakni, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Tulang Bawang dan Kepala Kejaksaan Negeri Tulang Bawang Barat, kegiatan dilaksanakan di Aula Setempat, Kamis (05/03/2026). Pelantikan Pejabat Eselon III ini sesuai Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-IV-161/C/02/2026 tanggal 11 Pebruari 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. 1.Wahyu Hidayatullah, sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Rolando Ritonga sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tulang Bawang dan Didik Sudarmadi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tulang Bawang Barat. “Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pimpinan dan institusi, tetapi juga kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” kata kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryono Wibowo. Ia juga menegaskan, kepada Kepala Kejaksaan Negeri yang baru dilantik diharapkan mampu memperkuat kinerja satuan kerja di daerah, meningkatkan pelayanan hukum kepada masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan. “Pejabat Eselon III memegang peran strategis sebagai penggerak utama pelaksanaan tugas teknis dan manajerial, sehingga dituntut untuk mampu bekerja secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya. Peran Kejaksaan dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik. “Seluruh pejabat yang dilantik diminta untuk segera menyesuaikan diri, memperkuat koordinasi internal, serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya, khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, tindak pidana umum, dan pengamanan pembangunan strategis di daerah,” ujarnya. “Saya minta seluruh jajaran senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa, menjaga independensi dan marwah institusi, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan kewenangan. Penegakan hukum harus dilaksanakan secara tegas namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan kepastian hukum,” pungkasnya. (Red)  

Nanda Silaturahmi Ramadan dan Tinjau Pasar Murah di Kecamatan Tegineneng

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira menghadiri Kunjungan Silaturahmi Ramadhan 1447 H/2026 M yang dipusatkan di Masjid Nurul Falah, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Selasa (3/3/2026).  Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur dan kondisi sosial ekonomi warga. Bupati Nanda Indira mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. “Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mempererat kebersamaan. Mari kita tengok tetangga kita, bantu yang kekurangan, dan jaga persaudaraan. Dengan kebersamaan, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan,” ujar Bupati. Pada kesempatan itu, Bupati juga menanggapi sejumlah masukan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Tegineneng. Bupati menjelaskan bahwa ruas jalan Simpang Gerning–Sri Rejeki saat ini tengah diusulkan ke pemerintah pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal serupa juga dilakukan untuk ruas Simpang Pasar Trimulyo–Simpang Ojek Bumi Agung serta Simpang Masgar–Margomulyo, khususnya sepanjang 300 meter di area persawahan yang kerap tergenang air saat musim hujan. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik agar kondisi jalan di Tegineneng dapat segera diperbaiki. “Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar usulan tersebut dapat terealisasi pada tahun ini,” ucapnya. Selain persoalan infrastruktur, Bupati juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya angin puting beliung. Tercatat delapan desa di wilayah Tegineneng, termasuk Desa Gerning dan Trimulyo, rawan terdampak bencana tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Februari lalu menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Usai agenda silaturahmi, Bupati bersama rombongan melanjutkan kegiatan ke Pasar Murah dan Bazar Ramadhan (Gerai Z-Ifthar) yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pesawaran di halaman Kantor Desa Gerning. Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 30 tenant UMKM yang mendapat dukungan modal usaha serta fasilitas stan untuk berjualan. “Melalui pemberdayaan UMKM tersebut, pemerintah daerah berharap para pelaku usaha rumahan dapat berkembang dan naik kelas, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan,” harapnya. (zal)

Bupati Nanda Dampingi Wasev Panglima TNI Tinjau TMMD Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira mendampingi kunjungan Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno dalam rangka Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Rabu (4/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno meninjau langsung berbagai progres program pembangunan TMMD. Adapun rincian capaian meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan progres 73,5 persen, pembangunan talud sepanjang 540 meter dengan progres 88,8 persen, pembangunan sumur bor, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) dengan capaian antara 50 hingga 100 persen. Wasev Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran TMMD yang efektif dan efisien. Ia berharap kegiatan TMMD dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo “Pembangunan infrastruktur yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Gunakan anggaran TMMD ini sebaik mungkin sesuai kebutuhan dan selesaikan pekerjaan tepat waktu,” tegasnya. Selain sasaran fisik, TMMD Ke-127 juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penyuluhan kesehatan, serta berbagai program sosial lainnya. Program terpadu ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat karakter dan kesadaran sosial masyarakat. Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wasev Panglima TNI serta komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Pesawaran. “Terima kasih kepada jajaran TNI atas penyelenggaraan TMMD Ke-127 di Kabupaten Pesawaran. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Bupati menambahkan, TMMD bukan semata membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat, kemandirian, dan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola potensi desa. “Pemerintah Kabupaten Pesawaran pun mengapresiasi sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat Desa Tanjung Rejo selama pelaksanaan program berlangsung,” ujarnya. (zal)