ARTIKUJT E FUNDIT

Bangun Komunikasi Harmonis Kapolres Pesawaran Sambangi PWI

Pesawaran (RN) – Kapolres Pesawaran AKBP. Alvie Granito bersama jajaran sambangi Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran. Dalam pertemuan tersebut Kapolres menyampaikan, Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kemitraan antara Polres Pesawaran dan insan pers khususnya yang tergabung di PWI. “Pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi kontribusi PWI Pesawaran dalam mendukung tugas kepolisian melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif. Silaturahmi ini dimanfaatkan sebagai sarana dialog dan tukar pikiran terkait situasi kamtibmas serta peningkatan sinergi antara kepolisian dan media di wilayah Kabupaten Pesawaran. “Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin solid antara Polres dan PWI Pesawaran dalam menjaga kondusivitas serta memberikan informasi yang positif dan terpercaya kepada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran M. Ismail mengatakan hadirnya pejabat tinggi Mapolres Pesawaran di Kantor PWI merupakan persembahan berharga dalam merawat tali silaturahmi. “Pertemuan ini, guna membangun sinergitas pers dengan kepolisian. Outputnya, dapat menyajikan informasi edukatif, karena mahkota berita adalah akurasi data berdasar fakta,” Kata Ismail. Ia juga mengatakan banyak dugaan kejahatan di kabupaten setempat, dan ini harus menjadi atensi bersama, baik aparat penegak hukum maupun insan pers serta berbagai lapisan masyarakat. “Kami juga memberikan atensi terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di desa, dan harapannya Polres Pesawaran bisa mengusut dugaan tersebut,” pungkasnya. (Red)

Wabup Pesawaran Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Ponpes Al Wujudi

Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al Wujudi, Dusun Cerita Dagang, Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.000 jamaah yang berasal dari masyarakat Desa Way Harong dan wilayah sekitarnya. Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan kehadiran artis nasional Ginanjar dari Grup Lawak Lima Sekawan, serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Dadang Mubarok. Antonius Muhammad Ali menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj mengajarkan umat Islam untuk memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. “Tidak ada yang mustahil apabila Allah SWT berkehendak, serta mengingatkan pentingnya shalat sebagai tiang agama,” kata dia. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memohon doa kepada para jamaah agar dirinya bersama Bupati Pesawaran, Nanda Indira, diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam memimpin Kabupaten Pesawaran selama lima tahun ke depan. “Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, serta menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan persatuan umat,” ujarnya. (zal)

Bupati Pesawaran Resmi Lepas Peserta Perlombaan Muktamad RMI Tingkat Provinsi Lampung

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira B. secara resmi melepas peserta Perlombaan Muktamad Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Tingkat Provinsi Lampung yang akan mewakili Kabupaten Pesawaran. Kegiatan berlangsung di Masjid Agung Islamic Center pada Jum’at (23/1/2026).  Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan apresiasi kepada RMI dan PCNU Kabupaten Pesawaran atas perannya dalam memperkuat pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan sekaligus pengembangan sumber daya manusia. “Perlombaan Muktamad RMI menjadi wadah penting untuk membentuk generasi santri yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat regional hingga nasional,” kata Nanda. Dirinya juga mengatakan, para santri yang mengikuti perlombaan tersebut merupakan duta terbaik Kabupaten Pesawaran. Seluruh peserta agar membawa nama baik daerah, berusaha menjadi yang terbaik, serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. “Untuk seluruh anak santri putra-putri, tetap jaga kesehatan, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup karena keikutsertaan kalian bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana menunjukkan nilai-nilai pesantren dan membuktikan bahwa santri Pesawaran mampu bersaing secara di level regional maupun nasional” ujarnya. Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pesawaran H. Ahmad Ulinnuha menyampaikan kegiatan ini akan terlaksana mulai dari tanggal 23-25 Januari dan ini adalah program Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung yang pertama kali dan Kabupaten Pesawaran bisa mengikuti lomba ini dengan jumlah 57 santri Putra-Putri dengan 4 official yang terdiri dari 9 pondok pesantren yg ada di Kabupaten Pesawaran. “Kami berharap kepada para santri untuk menjaga kesehatan dan menjaga pola makan karena kegiatan ini nanti tidak hanya mengikuti perlombaan yang sifatnya rohani tapi juga ada perlombaan yang sifatnya jasmani, semoga para santri asal Pesawaran bisa memberikan hasil yang maksimal berdasarkan kemampuannya masing-masing”, tutupnya. (zal)

Bupati Pesawaran Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU se-Kecamatan Tegineneng

Pesawaran (RN) – Ratusan jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai desa di Kecamatan Tegineneng mengikuti Pengajian Akbar Triwulanan yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Hidayah, Dusun Sungai Kering, Desa Sinar Jati, Minggu (18/1/2026). Bupati Pesawaran menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tegineneng atas terselenggaranya pengajian akbar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. “Pengajian ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus momentum untuk menguatkan ukhuwah islamiyah. Kegiatan seperti ini sangat positif dan telah beberapa kali saya ikuti. Saya menyambut gembira inisiatif dari PAC Muslimat NU Kecamatan Tegineneng,” kata Nanda. Bupati juga menegaskan bahwa Muslimat NU, sebagai bagian dari organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, memiliki peran strategis dalam pembangunan umat, khususnya di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, kegiatan pengajian dinilai penting untuk terus dilaksanakan guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, terutama kaum perempuan. “Kami sangat mengapresiasi pengajian akbar ini. Semoga pesan-pesan yang disampaikan oleh penceramah, Ustazah Almaratus Sholihah, M.Sos., dapat memberikan manfaat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam semangat membangun Bumi Andan Jejama,” tambahnya. Lebih lanjut, Bupati Pesawaran mendorong Muslimat NU agar terus meningkatkan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran siap memberikan dukungan seluas-luasnya bagi kemajuan organisasi tersebut. “Visi besar Pesawaran CAKEP tentu membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk perempuan-perempuan hebat yang tergabung dalam Muslimat NU. Pembangunan akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Bupati juga berharap seluruh anggota Muslimat NU dapat menjadi teladan bagi kaum perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah sebagai bekal dalam mendidik generasi penerus. “Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh anggota Muslimat NU agar setiap upaya pembangunan yang kami lakukan senantiasa diridhoi oleh Allah SWT dan mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (zal)  

Wabup Pesawaran Bersama Danrem 043/Gatam Tinjau Progres Pembangunan KDMP Desa Sukaraja

Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali bersama Komandan Resor Militer (Danrem) 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantana, menghadiri kegiatan peninjauan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun 3 Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan Jum’at (16/1/2026). Dalam peninjauan tersebut, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana menyampaikan bahwa progres pembangunan KDMP Desa Sukaraja telah mencapai 68 persen dengan waktu pengerjaan sekitar 2 bulan. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari, dan diproyeksikan untuk dilaunching tahap pertama pada 31 Januari 2026 mendatang. Lebih lanjut, Danrem menjelaskan bahwa pada tahap ini akan dilakukan serah terima bangunan fisik, luas tanah, serta sarana pendukung lainnya. “TNI, melalui jajaran Kodim dan Koramil, akan terus mengawal dan bersinergi hingga seluruh proses pembangunan selesai. Kami berharap kedepannya koperasi bisa berjalan dengan baik, bisa mengakomodir dan mensejahterakan masyarakat serta merawat dan menjaga bangunan fisik yang sudah ada”, ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali yang hadir bersama jajaran menyampaikan bahwa KDMP merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Program ini sekaligus menjadi penunjang berbagai program strategis nasional lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan, dan program pemberdayaan desa lainnya yang ke depannya akan saling bersinergi. “Target kita tanggal 31 Januari launching tahap pertama. Program KDMP ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa agar terus berputar dan berkembang. Pemerintah Kabupaten Pesawaran berkomitmen untuk terus mendukung, mendampingi, serta memberdayakan KDMP hingga ke tingkat desa,” ujar Wakil Bupati. Ia juga berharap ke depan koperasi dapat berjalan dengan baik, mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta menjaga dan merawat bangunan fisik yang telah dibangun. (Rls/zal)

Wabup Pesawaran Sepakati Rencana Pembangunan KDMP di Relokasi ke Lahan Pemda Pasar Trimulyo

Pesawaran (RN) – Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, akhirnya menemukan titik temu. Setelah melalui peninjauan langsung dan dialog bersama masyarakat, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyepakati relokasi pembangunan KDMP ke lahan milik Pemerintah Daerah yang berada di kawasan Pasar Trimulyo. Sebelumnya, lokasi KDMP direncanakan dibangun di area lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Trimulyo. Namun rencana tersebut memunculkan keberatan dari sejumlah tokoh masyarakat dan komite sekolah, karena pembangunan KDMP tersebut didirikan lapangan kawasan pendidikan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat Desa Trimulyo dan sekitarnya. Peninjauan lokasi yang dilakukan pada Kamis (15/1/26) turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Anca Martha Utama, Kepala Dinas Kominfotiksan Jayadi Yasa, Camat Tegineneng Aep Alamsyah, Sekretaris Desa Trimulyo, Komite Sekolah SDN 10 Trimulyo, serta tokoh masyarakat setempat. Pada prinsipnya masyarakat mendukung penuh program KDMP sebagai program pemerintah yang bertujuan mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi desa. Namun, mereka berharap pembangunan tidak dilakukan di lapangan kawasan pendidikan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan masih sangat dibutuhkan untuk pengembangan layanan dasar pendidikan. Salah seorang tokoh masyarakat, Damirah, mengungkapkan bahwa sejak awal lahan tersebut diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan dan fasilitas kesehatan, termasuk rencana pengembangan sekolah dan puskesmas. Ia menilai, pembangunan gedung KDMP di lokasi tersebut berpotensi menghambat pengembangan sekolah di masa mendatang. “Dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih terbatas, sekolah saat ini memiliki 21 rombongan belajar, sementara ruang kelas yang tersedia hanya 14. Akibatnya, pembelajaran masih harus dilakukan dengan sistem dua sif, pagi dan siang,” jelasnya. Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menuturkan bahwa KDMP merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ia juga menjelaskan bahwa salah satu ketentuan utama dalam program tersebut adalah lokasi pembangunan harus berada di atas lahan milik pemerintah daerah. Melalui musyawarah bersama, seluruh pihak akhirnya sepakat untuk mengalihkan lokasi pembangunan KDMP ke tanah milik Pemerintah Daerah yang berada di kawasan Pasar Trimulyo. Lokasi ini dinilai lebih representatif, tidak mengganggu fungsi pendidikan, serta tetap memenuhi seluruh persyaratan pelaksanaan program KDMP. “Mewakili Pemerintah Kabupaten Pesawaran, saya sangat menghormati aspirasi masyarakat. Prinsip musyawarah dan mufakat akan selalu kami kedepankan dalam setiap proses pembangunan, agar program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru,” ujar Wakil Bupati (Rls/zal)

Wakil Bupati Pesawaran Terima Kunjungan Grand Finalis Duta Siswa Indonesia Tahun 2026

Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menerima kunjungan salah satu pelajar berprestasi asal Kabupaten Pesawaran yang berhasil lolos sebagai Grand Finalis Duta Siswa Indonesia (DSI) Tahun 2026 (Rabu, 14/01/2026) di Ruang Kerja Wakil Bupati.  Adapun Pelajar tersebut ialah Muhammad Fahreza Prayogi, siswa UPTD SMPN 1 Pesawaran, yang mewakili Provinsi Lampung setelah dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi dan menerima Letter of Acceptance (LoA) dari Yayasan Lingkar Inspirasi Bangsa selaku penyelenggara Duta Siswa Indonesia. Grand Final tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026 di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Wakil Bupati Pesawaran Anton menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh Muhammad Fahreza Prayogi. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa pelajar Pesawaran mampu bersaing di tingkat nasional serta menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri,” kata dia. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran kami ucapkan selamat kepada ananda reza yang telah lulus memasuki grand final Duta Siswa Indonesia Tahun 2026. Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendukung dan terus mendoakan semoga kedepannya agenda ini bisa lancar dan sukses hingga membawa nama Kabupaten Pesawaran di tingkat nasional. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga serta melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing khususnya di Pemerintah Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (zal)

Wabup Pesawaran: Pembangunan Kampung Nelayan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Pesawaran (RN) – Kampung Nelayan Merah Putih yang ada di Kabupaten Pesawaran. Menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali saat menghadiri Ground Breaking Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin Selasa (13/01/2026). “Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam rangka mengoptimalkan pembangunan sektor perikanan sebagai salah satu sektor utama perekonomian nasional dan penopang ketahanan pangan masyarakat,” kata Antonius. Dirinya juga mengatakan, Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir melalui penguatan kelembagaan, khususnya koperasi nelayan. “Pada tahun 2025, Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu dari empat kabupaten di Provinsi Lampung yang mendapatkan Program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025,” ujarnya. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2025 mengenai Calon Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025. “Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pesawaran berada di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, lahan milik Pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan luas sekitar 1,3 hektare,” ujarnya. Ia juga menjelaskan, dikawasan tersebut nantinya akan dibangun berbagai sarana dan prasarana pendukung produksi perikanan, antara lain shelter pendaratan ikan, shelter cool box, kios perbekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, bangunan pemasaran ikan, IPAL Biotech, serta fasilitas pendukung lainnya. “Saya berharap, melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih ini, sektor usaha penangkapan ikan di Kabupaten Pesawaran dapat berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir,” tutupnya. (zal)

Rugikan Negara Rp2 Miliar Lebih Kejati Lampung Tahan Para Pelaku Korupsi di Sekretariat DPRD Lampung Utara

Lampung (RN) – Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Lampung menahan para pelaku Korupsi Penyimpangan Anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2022. “Berdasarkan hasil penyidikan Tim Penyidik Pidsus Kejati Lampung menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan para tersangka AA selaku Sekretaris/Pengguna Anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2022,” kata Kasi Penkum Kejati Lampung Ricky Ramadhan, Selasa (12/01/2026). Ia juga mengatakan, Kejati Lampung juga menahan IF selaku Bendahara Pengeluaran OPD Sekretariat DPRD, F selaku Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2022. “Modus operandi yang digunakan oleh para tersangka yaitu dalam Pengelolaan Anggaran terdapat kegiatan-kegiatan yang diduga fiktif, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan pertanggungjawaban,” ujarnya. Ia juga menerangkan, tersangka yang dilakukan penahanan pada hari ini hanya 1 (satu) orang yang memenuhi panggilan penyidik, AA sedangkan 2 (dua) orang tersangka lainnya tidak memenuhi panggilan penyidik, tersangka AA dilakukan penahanan selama 20 (dua) puluh hari kedepan di Rumah Tahanan Kelas I Way Hui Lampung Selatan. “Perbuatan para tersangka mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 2.982.675.686,- (Dua Miliar Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Provinsi Lampung,” pungkasnya. (Red)  

Presiden RI Bersama Gubernur Lampung Panen Raya di Pesawaran 

Pesawaran (RN) – Gubernur Lampung Bersama Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Pesawaran Nanda Indira menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disaksikan secara virtual melalui zoom meeting. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PDAM Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026). Melalui zoom meeting Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras hanya dalam kurun waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal yang telah ditetapkan pemerintah. “Capaian tersebut merupakan tonggak strategis dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Kedaulatan sebuah bangsa tidak akan pernah utuh apabila kebutuhan pangan rakyatnya masih bergantung pada negara lain. Oleh karena itu, swasembada pangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kemerdekaan dan ketahanan nasional,” kata Prabowo. Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia, yang telah membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan. “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya bergantung pada bangsa lain,” tegas Prabowo. Sementara itu, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dalam paparannya menyampaikan sejumlah capaian strategis sektor pertanian nasional. Ia mengungkapkan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai 34 juta ton. Selain itu, peran Perum Bulog dinilai sangat krusial dalam menyerap hasil panen petani sehingga mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan nasional. Menteri Amran juga menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni mencapai 3,2 juta ton dan bahkan sempat menyentuh angka 4 juta ton. Capaian tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan stok beras nasional pada saat Indonesia menerima penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). “Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih yang berangkat dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan didukung oleh seluruh penyuluh serta petani Indonesia. Terima kasih,” ujarnya. Bupati Pesawaran Nanda Indira menyambut baik dan memberikan apresiasi atas keberhasilan program swasembada pangan yang digagas Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat tidak hanya berdampak pada kemandirian bangsa, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di daerah. “Kabupaten Pesawaran siap mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas lahan, serta sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata dia. Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan optimismenya bahwa Provinsi Lampung akan menjadi salah satu daerah penyangga utama swasembada pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa produksi padi Lampung pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan. “Tahun ini produksi padi Lampung naik hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi sekitar 3 juta ton. Kami optimistis pada 2026 produksi dapat meningkat lagi sebesar 15 hingga 20 persen,” ujar Gubernur Mirza. Ia menambahkan, peningkatan produksi tersebut akan semakin diperkuat melalui penerapan pupuk organik cair yang ditargetkan dapat diterapkan secara merata pada tahun 2026. Program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 persen. Selain padi, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong peningkatan produksi jagung serta memperkuat kerja sama antardaerah, salah satunya melalui perjanjian kerja sama sektor pertanian antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah. “Kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya. (zal)