Bandar Lampung (RN) – Sungguh miris nasib yang dialami Rania Putri (12) Rania yang memiliki keterbelakangan mental sejak lahir ini harus mengalami penderitaan tanpa batas waktu. Rania putri pertama dari pasangan Mad Yani (45) dan Rijemah (51) warga Kampung Karang Jaya, RT 12 Lingkungan 1, Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Bandar Lampung.
Rania Putri saat ini tinggal bersama sang bibik Oviah (47) lantaran sang ayah, Mad Yani telah berpisah dengan sang ibu, dan ibu Rania Putri sudah 14 hari pergi ke Negri Jiran untuk merubah nasib.
“Kalau harapannya untuk sembuh kayanya ga bisa ya, ponakan saya Rania Putri ini belum pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah, program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (Jamkesmas). Juga belum masuk,” kata Oviah kepada media ini, Senin (13/02/2023).
Ditambahkan Oviah, dirinya berharap agar pemerintah setempat dapat membantu beban Rania untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.
“Kami ini terus terang sangat kesulitan, suami saya kerja di Riau, bapaknya Rania pergi entah kemana, sedangkan ibunya baru dua Minggu ini berangkat kerja keluar Negri, saya nya bingung untuk menutupi kebutuhan Rania,”ungkap Oviah dengan nada sedih.
Menurutnya, walaupun Rania Putri memiliki keterbelakangan mental, namun Rania tetap sekolah seperti layaknya anak anak yang lain.
“Iya, Rania harus tetap sekolah, kasian dia kalau ga sekolah,”tukas dia.
Oviah berharap, agar pemerintah setempat dapat mendengar dan mau mengulurkan tangannya untuk membantu Rania Putri.
“Saya ini Ga muluk -muluk pak, asal Rania itu dapat bantuan aja saya sudah bersyukur, apa lagi sekarang Rania sudah mengalami haid, tolong kami pak, bantu Ponakan saya Rania,”tutupnya. (Rizal).