Selasa, April 1, 2025
BerandaLAMPUNGFenomena Lebaran Proposal Bertaburan Instasi, Kepala Desa,Kepala Sekolah Mengeluh

Fenomena Lebaran Proposal Bertaburan Instasi, Kepala Desa,Kepala Sekolah Mengeluh

Pesawaran (RN) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2025, sejumlah oknum dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pesawaran mengajukan proposal Tunjangan Hari Raya (THR) kepada berbagai Instansi Pemerintahan.

Fenomena ini dinilai meresahkan para kepala dinas, kepala sekolah, kepala desa, serta kalangan pengusaha di wilayah kabupaten yang berjuluk Bumi Andan Jejama.

Salah satu kepala dinas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, bahwa pihaknya menerima banyak proposal permohonan THR dari oknum tertentu.

“Setiap tahun menjelang Lebaran, selalu ada oknum dari ormas atau LSM yang mengajukan proposal. Jumlahnya cukup banyak dan cukup mengganggu kinerja kami karena hampir setiap hari ada yang datang meminta,” kata dia, Rabu (19/03/2025).

Terpisah, salah satu kepala sekolah yang ada di Pesawaran, Ia mengaku beberapa kali didatangi oknum perwakilan ormas yang meminta THR.

“Kami ini fokus untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan untuk memenuhi permintaan yang tidak ada dasar hukumnya. Kalau ada anggaran resmi untuk itu, tentu kami akan jalankan sesuai aturan,” ujarnya.

Sejumlah pengusaha di Pesawaran yang enggan disebutkan nama nya juga mengaku mengalami hal serupa. Mereka menyebutkan bahwa ada oknum yang datang membawa proposal dengan dalih permohonan bantuan THR.

“Kami tentu ingin berbagi rezeki dengan masyarakat, tapi kalau ada oknum yang menjadikan ini sebagai kebiasaan setiap tahun dengan cara mendesak, tentu sangat mengganggu,” ucapnya

Sementara itu, salah satu staf di lingkungan pemerintah Kabupaten Pesawaran juga mengonfirmasi maraknya pengajuan proposal dari berbagai pihak.

“Banyak kepala dinas, kepala sekolah, dan juga pengusaha yang mengeluhkan hal ini. Kami berharap ada regulasi yang lebih jelas untuk mengatur praktik semacam ini agar tidak membebani para pejabat dan pengusaha di daerah,” jelasnya.

“Saya berharap agar ada kesadaran dari berbagai pihak untuk tidak menjadikan pengajuan THR sebagai kebiasaan tahunan yang menekan instansi pemerintah maupun pengusaha. Ia juga meminta agar pemerintah daerah mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi fenomena ini demi menjaga kenyamanan kerja di lingkungan Pemerintah Pesawaran,” pungkasnya. (red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments