Pesawaran (RN) Peringati HUT yang Ke -119 Pemerintah Desa ( Pemdes) Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran menggelar pertunjukan seni budaya wayang kulit, acara diselenggarakan di halaman Balai Desa setempat Sabtu,(27/07/2024) malam.
Pertunjukan seni budaya wayang kulit tersebut dibawakan oleh dalang Ki Gondo Sukono dari Jawa Tengah dengan judul “Gatot kaca membangun Pringgodani” dengan makna seorang kesatria membangun tempat untuk memperbaiki diri. 
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang di wakili sekretariat Dewan DPRD Kabupaten Pesawaran Toto Sumedi, menjelaskan atas nama pemerintah Kabupaten Pesawaran, menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada masyarakat Bagelen yang partisipasi turut serta membangun Kabupaten Pesawaran.
“Selamat Ulang Tahun ke-119 kepada Desa Bagelen dan segenap masyarakat Desa Bagelen yang telah berpartisipasi membangun serta memajukan Kabupaten Pesawaran. Pada usianya ke-119 ini merupakan sejarah panjang perjalanan bagi Desa Bagelen sebagai lokasi Transmigrasi pertama di Lampung bahkan di Indonesia,” kata Toto.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat jadikan hari jadi ke-119 Desa Bagelen ini sebagai momentum untuk introspeksi bersama antara pemerintah maupun masyarakat, sekaligus menetapkan resolusi atau ketetapan hati berupa kebulatan tekad, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran wilayah.
“Kedepannya nanti Desa Bagelen dapat semakin berkembang kearah yang lebih maju dan menjadi desa yang produktif dan mandiri, dan menjadi teladan bagi desa-desa disekitar,” ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan, tokoh agama dan masyarakat desa yang telah hadir memenuhi undangan kami.
“Saya berharap kedepan wayang kulit ini menjadi rutinitas setiap tahun nya, sehingga bisa mengakomodir ekonomi budaya sehingga kedepannya Desa Bagelen lebih maju lagi,” ujarnya.
“Saat ini kesenian wayang kulit bisa dirasakan kedamaian dan sejuk, semoga ruwatan desa ini dapat membawa kedamaian, menghilangkan balak, bencana dan cobaan yang menyusahkan masyarakat selama ini,” tutupnya. (zal)
