Jumat, Januari 30, 2026
BerandaPESAWARANKasus Dugaan Pengasuh Ponpes Cabuli Santriwati di Pesawaran, Kemenag: sementara Pondok Tidak...

Kasus Dugaan Pengasuh Ponpes Cabuli Santriwati di Pesawaran, Kemenag: sementara Pondok Tidak Beroperasi

Foto Ilustrasi

Pesawaran (RN) – Plt Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesawaran Ahmad Rifa’i angkat suara terkait kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan pengasuh ponpes Baitul Madani SB (37) kepada santriwati.

Saat dikonfirmasi Ahmad Rifa’i menyampaikan, dirinya telah mendatangi ponpes Baitul Madani untuk melakukan pengecekan.

“Kita sudah ke pondoknya dan yang bersangkutan tidak ada di tempat, untuk sementara pondok tidak beroperasi sampai ada kejelasan kasus yang dilaporkan,” ujarnya, Selasa (30/01/2024).

Ditambahkan, kejadian tersebut dilakukan oleh oknum dan ke depan akan diberikan sanksi sesuai regulasi yang ada.

“Kita sebutnya oknum, agar masyarakat tidak menilai sama kelakuan pengajar, di Pesawaran kan banyak juga pondok pesantren yang tidak ada kasus seperti ini, jika terbukti bersalah kita berikan sanksi,” tambahnya.

“Kami juga ke depan akan mengadakan pembinaan penguatan ponpes apalagi di era teknologi seperti sekarang, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” timpalnya.

Diberitakan sebelumnya dengan Judul, Santriwati Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum Pengasuh Ponpes.

Santriwati Diduga jadi korban pelecehan seksual oleh oknum pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Madani yang terletak di Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran berinisial SB (37), yang diketahui masih dibawah umur.

BACA JUGA:  Perkuat Kepercayaan Publik, MPAL Pesawaran Dukung Penuh Polri Tetap di Bawah Komando Presiden 

Hal tersebut ditegaskan dalam surat laporan bernomor LP/B/541/XII/2023/SPKT/Polda Lampung tertanggal 7 Desember 2023 atas nama pelapor yang merupakan orang tua korban tentang pencabulan anak dibawah umur.

Penelusuran media ini, terlapor SB diduga telah melakukan pelecehan sebanyak 10 kali terhadap anak terlapor di tahun 2023. Puncaknya pada bulan Desember 2023 sehingga menyebabkan korban kabur ke rumah dan menceritakan apa yang terjadi.

Salah seorang sumber yang dapat dipercaya mengatakan, orang tua korban melaporkan hal tersebut ke Polda Lampung karena tidak terima anaknya telah dilecehkan sehingga menyebabkan korban trauma.

“Orang tuanya mungkin malu karena kejadian yang menimpa anaknya, namun saya mendengar langsung bahwa pengasuh ponpes itu sudah melecehkan sebanyak 10 kali,” kata sumber, Jum’at (19/2/2024).

Ditambahkan, kejadian pertama berlangsung pada Mei 2023, saat itu korban bersama 2 orang temannya sedang berada di Musholla pondok, terlapor meminta korban menangkap ayam, setelah itu terlapor menyuruh kedua temannya kembali ke musholla.

BACA JUGA:  Perkuat Kepercayaan Publik, MPAL Pesawaran Dukung Penuh Polri Tetap di Bawah Komando Presiden 

“Modus nya mau didoakan supaya diberi kemudahan hafalan, korban diajak ke sebuah gubuk lalu dicium kening dan pipinya,” tambah dia.

Kejadian serupa menurutnya terjadi berulang-ulang dan dengan modus yang sama.

“Puncaknya bulan Desember, korban saat itu sedang wudhu di rumah terlapor, tiba-tiba terlapor nyuruh masuk ke kamar, nah di kamar itu terlapor mencium bibir dan meraba-raba bagian-bagian vital tubuh korban, sampai memaksa memasukkan alat kelamin terlapor ke mulut korban,” ujarnya.

Sementara itu saat akan di konfirmasi, Pengasuh Ponpes Baitul Madani SB tidak berada di Pondok dan ketika di hubungi melalui telpon seluler dengan nomor 08127295XXXX, tidak aktif, begitu juga di hubungi melalui chat WhatsApp tidak terhubung hanya terlihat terakhir aktif pada tanggal 10/01/24. 11.30 Wib.

Sedangkan salah seorang penyidik Polda Lampung saat dikonfirmasi tidak membantah hal tersebut, hanya saja belum mau dimintai keterangan karena hal tersebut wewenang pimpinan.

“Silahkan tanya ke pimpinan saya pak, saya tidak berwenang memberi keterangan,” tukasnya.  (Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments