Senin, Februari 2, 2026
BerandaLAMPUNGRabat Beton Hancur, APH Turun Lapangan Periksa Kualitas Buruk

Rabat Beton Hancur, APH Turun Lapangan Periksa Kualitas Buruk

Pesawaran (HO) – Warga masyarakat Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun ke lapangan memeriksa bangunan jalan rabat beton yang disinyalir kualitasnya sangat buruk meskipun baru beberapa bulan selesai di kerjakan oleh pemborong yang diduga sebagai anak dari legislator Pesawaran Evi Susina.

Pasalnya, rabat beton sepanjang lebih dari 400 meter dan menelan anggaran Rp.297 juta tersebut sudah terdapat kerusakan di banyak titik.

“APH pasti lebih faham dengan kualitas jalan ini, kalau sesuai dengan anggaran saya yakin tidak mudah rusak, ini bapak bisa cek sendiri keadaannya,” ujar salah satu warga, Selasa (13/6/2023).

Rabat Beton Hancur, APH Turun Lapangan Periksa Kualitas Buruk

“Jadi kami berharap kepada Polres Pesawaran maupun kejaksaan agar dapat segera menindak lanjuti dan turun ke bawah melihat amburadul nya proyek rabat beton yang ada di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai,” timpalnya.

Sumber lain menyebutkan, ada dugaan muncul bahwa proses serah terima sementara pekerjaan  tim Provisional Hand Over (PHO) tidak turun ke lapangan sehingga pekerjaan yang buruk kualitasnya tersebut bisa lolos.

“Setau saya selama bekerja disini belum pernah lihat orang Dinas Perkim turun ke lapangan, gak tau juga, setau saya belum pernah lihat,” ujar Ansori salah satu pekerja.

Keterlibatan oknum anggota Dewan dalam proyek itu menguat karena warga lain yang juga ikut menjadi pekerja pembangunan rabat beton mengatakan pemborong proyek senilai Rp.297 juta tersebut Aditya yang disebut sebagai anak dari Evi Susina (Aleg DPRD Kabupaten Pesawaran).

“Waktu itu kami pekerja belum dibayar, jadi kami desak pengawasnya untuk membayar, dan dia memberikan nomor ibu Evi Susina karena ini proyek anaknya,” ungkap warga.

Rabat Beton Hancur, APH Turun Lapangan Periksa Kualitas Buruk

Ditambahkan, saat itu Evi Susina meminta bantu untuk para pekerja bersabara karena masih menunggu pencairan.

“Dia (Evi Susina – red) bilang untuk bersabar, nunggu cair, karena pekerja tak sabar makanya datang kami ke rumah anaknya yang namanya Aditya itu, fhotonya lengkap,” tambahnya.

“Kalau bukan pekerjaan ibu itu kenapa dia bilang suruh sabar,” timpalnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan rabat beton di Dusun Cengkuang, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai diduga dikerjakan asal-asalan sehingga memiliki kualitas buruk dan dibeberapa bagian sudah mengalami kerusakan kendati baru beberapa bulan selesai dikerjakan.

Fakta lain dari proyek senilai lebih dari Rp.300 juta tersebut menyebut ada keterlibatan oknum anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra berinisial ES dalam pembangunan rabat beton tersebut.

Hal ini tentu menambah buruk track Record politisi wanita partai besutan Prabowo Subianto tersebut karena sebelumnya sempat tersandung dugaan video asusila yang sempat membuat heboh Kabupaten Pesawaran.

“Ya seperti itulah kualitasnya, proyek itu pekerjanya warga sekitar, tapi bahan baku sering terlambat datangnya karena kontraktornya katanya nunggu dana cair, jadi kualitasnya ya bisa dilihat sendiri,” ujar Kepala Desa Harapan Jaya, Susalit Cokro Aminoto, saat dikonfirmasi, Jumat (9/6).

Bahkan Susalit menuturkan, pembayaran upah pekerja sempat tersendat beberapa bulan sehingga masyarakat mendatangi pihak pemborong ke rumahnya.

“Warga saya yang ikut kerja sampai ke rumah Aditya nagih upah, alasannya belum ada uang, tapi sudah dibayar sekarang, terlambat 3 bulanan,” tuturnya.

Seorang warga yang ikut menjadi pekerja menuturkan, kurangnya material menjadi sebab buruknya kualitas rabat beton, karena pemborong diduga tidak memiliki modal.

“Mau dikerjakan pasir kurang, semen kurang, split kurang, jadi pekerja juga bingung,” ungkapnya.

Ditambahkan, warga saat itu menagih upah ke pemborong yang merupakan anak dari oknum anggota DPRD ES dan meminta membuat surat perjanjian pelunasan pembayaran upah.

“Ya disini kan ada pengawasnya, jadi perwakilan pekerja menagih haknya dan diberikan nomor ibu Evi (anggota DPRD) dan ditelpon untuk penyelesaian pembayaran, setelah kurang lebih 3 bulan dibayar upah kami,” tambahnya.

“Kalau kita ya taunya itu proyeknya bu dewan ES dan pemborong itu anaknya, telpon saja pak Aditya (diduga anak ES), kami pernah ke rumahnya,” timpal dia.

Saat dikonfirmasi, Aditya mengatakan bahwa dirinya belum bisa berkomentar banyak dan mengaku akan berkonsultasi untuk memperbaiki bangunan.

“Harusnya kalau dikeluhkan dari awal, coba nanti saya belum berani ngomong banyak, nanti saya konsultasikan dengan CV untuk diperbaiki,” ucapnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan jalan rabat beton tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022 dari Dinas Perkim dengan panjang 420 meter dan anggaran Rp.297.000.000,- yang dikerjakan CV Intan Pratama Konstruksi.  (Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments